Industri musik Jepang menutup salah satu malam penghargaan terbesarnya melalui MUSIC AWARDS JAPAN 2026. Ajang tersebut mengumumkan pemenang dari 78 kategori setelah Grand Ceremony digelar pada 13 Juni 2026. Sejumlah nama terbesar Jepang membawa pulang penghargaan utama. Mrs. GREEN APPLE dinobatkan sebagai Artist of the Year, sementara album Prema milik Fujii Kaze memenangkan Album of the Year. Sakanaction mengambil Song of the Year melalui “Kaiju”, sedangkan HANA menjadi New Artist of the Year.

Namun, MUSIC AWARDS JAPAN 2026 tidak hanya memperlihatkan kekuatan musisi yang sedang mendominasi pasar domestik. XG membawa “HYPNOTIZE” menjadi Best Global Hit from Japan, sementara HUNTR/X memenangkan Best Song Asia untuk Korea Selatan lewat “Golden”. Di berbagai kategori genre, nama seperti Kenshi Yonezu, Creepy Nuts, Hitsujibungaku, M!LK, dan FRUITS ZIPPER juga keluar sebagai pemenang. Dengan hasil tersebut, MUSIC AWARDS JAPAN kembali menjadi gambaran luas mengenai kondisi industri musik Jepang pada 2026.

Mrs. GREEN APPLE Raih Artist of the Year

Salah satu kemenangan terbesar malam itu jatuh kepada Mrs. GREEN APPLE. Grup beranggotakan Motoki Ohmori, Hiroto Wakai, dan Ryoka Fujisawa tersebut memenangkan Artist of the Year, salah satu dari enam kategori utama MUSIC AWARDS JAPAN 2026. Selain itu, mereka juga mendapatkan penghargaan Best J-Pop Artist.

Dua kemenangan tersebut semakin menegaskan posisi Mrs. GREEN APPLE di industri musik Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, katalog mereka terus bertahan kuat di layanan streaming dan berbagai chart. Bahkan, lagu lama mereka sering kembali masuk daftar lagu populer ketika grup tersebut sedang mempromosikan materi baru.

Pada 2026, momentum itu berlanjut. Mrs. GREEN APPLE memasuki fase baru dalam perjalanan grup setelah menyelesaikan perayaan ulang tahun ke-10. Mereka kemudian memulai “Phase 3” dan mempersiapkan album studio keenam yang dijadwalkan hadir pada 30 September.

Menariknya, album 10 milik Mrs. GREEN APPLE juga masuk nominasi Album of the Year. Namun, penghargaan tersebut akhirnya jatuh kepada Fujii Kaze. Meski demikian, kemenangan Artist of the Year tetap menjadi pencapaian utama karena kategori itu menilai kekuatan seorang artis secara lebih luas.

Persaingannya pun datang dari nama-nama besar. Karena itu, kemenangan Mrs. GREEN APPLE menunjukkan seberapa kuat posisi mereka di tengah perubahan cepat industri J-pop. Grup ini tidak hanya mempunyai lagu hit, tetapi juga mampu mempertahankan perhatian publik dalam periode panjang.

Fujii Kaze Bawa Prema Menjadi Album of the Year

Jika Mrs. GREEN APPLE mengambil penghargaan artis terbesar, Fujii Kaze berjaya melalui kategori album. Prema resmi memenangkan Album of the Year di MUSIC AWARDS JAPAN 2026.

Album tersebut mengalahkan empat kandidat lain, yaitu 10 milik Mrs. GREEN APPLE, Gen dari Gen Hoshino, THANK YOU SO MUCH milik Southern All Stars, serta album tribute Dear Jubilee -RADWIMPS TRIBUTE- yang melibatkan berbagai artis.

Kemenangan Fujii Kaze tidak berhenti di sana. Ia juga membawa pulang Best R&B/Contemporary Artist, sementara lagu “Prema” memenangkan Best R&B/Contemporary Song. Dengan demikian, karya yang sama berhasil mendapatkan pengakuan baik dalam kategori album utama maupun kategori genre.

Selain itu, album debut Fujii Kaze, HELP EVER HURT NEVER, memenangkan Best Long Hit Album. Penghargaan tersebut terasa menarik karena album itu pertama kali hadir pada 2020. Enam tahun kemudian, daya tahannya masih cukup besar untuk mendapatkan pengakuan khusus di MUSIC AWARDS JAPAN.

Kondisi tersebut menggambarkan karakter karier Fujii Kaze. Beberapa lagunya tidak selalu mencapai puncak internasional ketika pertama kali dirilis. Namun, katalog musiknya berkembang dalam jangka panjang melalui streaming dan media sosial.

“Shinunoga E-Wa” menjadi contoh paling jelas. Lagu tersebut mendapatkan ledakan global beberapa tahun setelah perilisan awalnya. Bahkan hingga 2026, lagu itu masih menjadi salah satu lagu Jepang yang kuat di berbagai pasar internasional, termasuk Indonesia.

Karena itu, kemenangan Prema sebagai Album of the Year terasa sejalan dengan perkembangan kariernya. Fujii Kaze tidak hanya mempertahankan pendengar lama, tetapi juga terus memperluas jangkauan musik Jepang ke pasar internasional.

“Kaiju” Sakanaction Jadi Song of the Year, HANA Menang Artis Baru Terbaik

Penghargaan Song of the Year jatuh kepada Sakanaction melalui “Kaiju”. Lagu tersebut juga memenangkan Best Rock Song, sedangkan Sakanaction membawa pulang penghargaan Best Rock Artist. Dengan demikian, grup tersebut menjadi salah satu pemenang besar pada edisi 2026.

Di sisi lain, HANA mendapatkan New Artist of the Year. Grup tersebut juga memenangkan Best Dance & Vocal Artist, sementara “Blue Jeans” menjadi Best Dance & Vocal Song. Pencapaian itu memperlihatkan perkembangan cepat HANA di industri musik Jepang.

Kemenangan HANA menjadi semakin menarik karena MUSIC AWARDS JAPAN mempertemukan artis baru dengan ekosistem musik yang sangat luas. Ajang ini tidak hanya memberikan penghargaan berdasarkan genre tradisional seperti pop dan rock. Kategori dance, idol culture, digital culture, hip-hop, R&B, hingga musik internasional ikut mendapatkan ruang.

Sementara itu, Kenshi Yonezu memenangkan Best J-Pop Song melalui “IRIS OUT”. Nama Yonezu juga muncul dalam persaingan Best Global Hit from Japan melalui beberapa karya. Hal itu menunjukkan besarnya jangkauan katalog sang musisi sepanjang periode penilaian.

Pada kategori hip-hop dan rap, Creepy Nuts membawa “doppelgänger” menjadi Best Hip-Hop/Rap Song. Duo tersebut juga memenangkan Best Hip-Hop/Rap Artist. Sementara itu, Hitsujibungaku memenangkan Best Alternative Artist dan lagu “Koe” menjadi Best Alternative Song.

Kategori budaya idol juga menghasilkan pemenang berbeda. M!LK mendapatkan Best Boys Idol Culture Artist, sedangkan FRUITS ZIPPER memenangkan Best Girls Idol Culture Artist. Dengan begitu, MUSIC AWARDS JAPAN mencoba memberikan gambaran yang jauh lebih luas daripada sekadar beberapa nama yang mendominasi chart.

XG “HYPNOTIZE” Menjadi Best Global Hit from Japan

Salah satu kategori paling menarik tahun ini adalah Best Global Hit from Japan. Penghargaan tersebut akhirnya dimenangkan oleh XG melalui “HYPNOTIZE”. Lagu itu merupakan bagian penting dari album penuh pertama mereka, THE CORE – 核.

Persaingan dalam kategori ini sangat berat. Lima finalis utama terdiri dari “HYPNOTIZE”, “IRIS OUT” milik Kenshi Yonezu, kolaborasi Kenshi Yonezu dan Hikaru Utada melalui “JANE DOE”, “ReawakeR (feat. Felix of Stray Kids)” milik LiSA, serta “Usseewa” dari Ado.

Namun, daftar kandidat awal sebenarnya jauh lebih luas. Lagu seperti “TOKYO DRIFT (FAST & FURIOUS)” dari TERIYAKI BOYZ, “Idol” milik YOASOBI, “Shinunoga E-Wa” dari Fujii Kaze, “Mayonaka no Door ~stay with me” milik Miki Matsubara, “NIGHT DANCER” dari imase, hingga “Bling-Bang-Bang-Born” milik Creepy Nuts ikut masuk dalam proses penilaian.

Menariknya, beberapa lagu tersebut berasal dari periode yang sangat berbeda. “Mayonaka no Door” pertama kali hadir pada 1979, sedangkan “TOKYO DRIFT” berasal dari 2006. Sebaliknya, “HYPNOTIZE” merupakan rilisan 2026. Karena itu, kategori global memperlihatkan bagaimana internet telah mengubah umur komersial sebuah lagu.

XG sendiri berada dalam posisi unik. Grup tersebut berasal dari Jepang, tetapi sejak awal membangun identitas dengan orientasi global. Bahasa Inggris banyak digunakan dalam musik mereka, sementara aktivitas promosi berlangsung di berbagai negara.

Kemenangan “HYPNOTIZE” akhirnya memperkuat strategi tersebut. Lagu itu tidak hanya menjadi bagian dari album penting XG, tetapi juga mendapatkan pengakuan sebagai karya dari Jepang dengan dampak internasional terbesar dalam kategori MUSIC AWARDS JAPAN 2026.

Dari BTS hingga HUNTR/X, MUSIC AWARDS JAPAN Semakin Internasional

Walaupun membawa nama Jepang, MUSIC AWARDS JAPAN tidak membatasi penghargaan hanya untuk musisi domestik. Salah satu kategori utama adalah Best Song Asia, yang memberikan penghargaan berdasarkan beberapa wilayah di Asia.

Untuk Korea Selatan, “Golden” milik HUNTR/X mendapatkan penghargaan utama. Sementara itu, MUSIC AWARDS JAPAN juga memberikan kategori regional dan penghargaan khusus yang memperluas cakupan ke negara lain.

Selain itu, BTS memenangkan Best K-Pop Artist. Kehadiran kategori tersebut menunjukkan bagaimana industri Jepang mengakui posisi K-pop sebagai bagian penting dari pasar musik mereka. Jepang sendiri sudah lama menjadi salah satu pasar terbesar bagi grup Korea Selatan.

Pada kategori lain, penghargaan juga menjangkau musik jazz dan klasik. OUT THERE dari Hiromi’s Sonicwonder memenangkan Best Jazz Album. Kemudian, Joe Hisaishi Conducts milik Joe Hisaishi mendapatkan Best Classical Album.

Untuk soundtrack, Kokuho Original Soundtrack karya Marihiko Hara menjadi pemenang Best Soundtrack Album. Sementara itu, kategori pertunjukan langsung memberikan Largest Live Audience Award di Jepang kepada Snow Man, sedangkan Ado memenangkan kategori untuk audiens konser terbesar di luar Jepang.

Keragaman tersebut menjadi salah satu karakter MUSIC AWARDS JAPAN. Alih-alih hanya membandingkan lagu berdasarkan popularitas, penyelenggara membagi penghargaan ke berbagai genre, format, aktivitas live, hingga pencapaian internasional.

Selain penghargaan kompetitif, beberapa musisi senior mendapatkan pengakuan khusus. Tatsuro Yamashita menerima MAJ Timeless Echo, sedangkan Saburo Kitajima mendapatkan Special Achievement Award untuk kontribusinya terhadap enka dan kayokyoku.

Dengan demikian, ajang ini mencoba menghubungkan beberapa generasi industri musik Jepang dalam satu rangkaian penghargaan.

78 Kategori Gambarkan Besarnya Industri Musik Jepang

MUSIC AWARDS JAPAN 2026 mengumumkan pemenang dari 78 kategori. Penentuan pemenang melibatkan sekitar 5.000 profesional musik, sehingga hasilnya tidak hanya bergantung pada voting penggemar atau angka streaming.

Skala tersebut membuat MUSIC AWARDS JAPAN mempunyai posisi berbeda dari banyak penghargaan musik lain. Song of the Year, Artist of the Year, New Artist of the Year, Album of the Year, Best Global Hit from Japan, dan Best Song Asia ditempatkan sebagai enam kategori utama. Namun, puluhan penghargaan lain memberikan ruang kepada genre dan bidang industri yang lebih spesifik.

Hasil 2026 sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada satu nama yang mengambil seluruh penghargaan besar. Mrs. GREEN APPLE menguasai kategori artis. Fujii Kaze unggul melalui album dan R&B. Sakanaction membawa pulang penghargaan lagu terbesar sekaligus kategori rock. Sementara itu, HANA menjadi wajah generasi baru.

Kemudian, XG memperlihatkan sisi internasional melalui “HYPNOTIZE”. Kenshi Yonezu tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar J-pop melalui “IRIS OUT”, sedangkan Creepy Nuts mempertahankan posisi penting dalam hip-hop Jepang.

Pembagian tersebut memberikan gambaran menarik mengenai musik Jepang pada 2026. J-pop arus utama tetap besar, tetapi rock belum kehilangan tempat. R&B berkembang, hip-hop semakin kuat, sementara idol culture dan artis yang bergerak melalui pasar global juga mendapatkan pengakuan.

Lebih jauh lagi, penghargaan untuk katalog lama memperlihatkan bahwa industri musik saat ini tidak selalu bergerak berdasarkan umur sebuah rilisan. Lagu dan album dapat kembali mendapatkan pendengar setelah bertahun-tahun, terutama ketika streaming dan media sosial membuka akses kepada generasi baru.

Pada akhirnya, MUSIC AWARDS JAPAN 2026 menjadi panggung besar bagi beberapa wajah berbeda dari musik Jepang. Mrs. GREEN APPLE keluar sebagai Artist of the Year. Sakanaction membawa “Kaiju” menjadi Song of the Year. Fujii Kaze memenangkan Album of the Year melalui Prema. HANA mendapatkan New Artist of the Year, sementara XG membawa “HYPNOTIZE” menjadi Best Global Hit from Japan.

Tidak ada satu artis yang mengambil semuanya. Justru dari situlah hasil MUSIC AWARDS JAPAN 2026 terasa menarik. Penghargaan terbesar Jepang tersebut memperlihatkan industri yang semakin luas, semakin lintas genre, dan semakin terhubung dengan pasar internasional.