Lagu Jepang yang paling populer di Indonesia saat ini ternyata bukan rilisan baru. TERIYAKI BOYZ masih menguasai Billboard Japan Songs (Indonesia) lewat “TOKYO DRIFT (FAST & FURIOUS)”, lagu yang pertama kali dikenal publik sekitar dua dekade lalu. Berdasarkan chart terbaru yang diumumkan Billboard Japan pada 27 Agustus 2026, “TOKYO DRIFT” mempertahankan posisi pertama untuk periode penghitungan 14–20 Agustus. Sementara itu, Fujii Kaze bertahan di posisi kedua lewat “Shinunoga E-Wa”, sedangkan YOASOBI menempati peringkat ketiga melalui “Yoru ni Kakeru”.

Menariknya, daftar tersebut memperlihatkan selera pendengar Indonesia yang sangat beragam. Lagu dari era 2000-an dapat bersaing dengan J-pop modern, lagu anime, city pop, hingga karya yang kembali viral bertahun-tahun setelah dirilis. Selain itu, YOASOBI menjadi salah satu artis paling dominan dengan beberapa lagu sekaligus di 20 besar. Namun, untuk posisi teratas, TERIYAKI BOYZ masih belum tergeser.

“TOKYO DRIFT” Bertahan di Puncak Chart Indonesia

Billboard Japan Songs (Indonesia) terbaru menempatkan “TOKYO DRIFT (FAST & FURIOUS)” di posisi pertama. Lagu TERIYAKI BOYZ tersebut tidak bergerak dari peringkat minggu sebelumnya. Bahkan, lagu itu sudah tercatat selama 75 minggu dalam chart ketika daftar terbaru diterbitkan.

Di bawahnya, Fujii Kaze mempertahankan posisi kedua melalui “Shinunoga E-Wa”. Lagu yang berasal dari album debut HELP EVER HURT NEVER itu sudah lama menjadi salah satu karya Jepang yang memiliki jangkauan internasional kuat. Popularitasnya di Indonesia pun belum menunjukkan tanda-tanda menghilang.

Sementara itu, YOASOBI mempertahankan posisi ketiga melalui “Yoru ni Kakeru”. Lagu debut duo Ayase dan ikura tersebut sudah menjadi salah satu karya paling dikenal dalam gelombang J-pop modern. Meski telah dirilis bertahun-tahun lalu, lagu itu masih mampu bersaing dengan berbagai rilisan yang lebih baru.

Perubahan mulai terlihat di posisi keempat. “NIGHT DANCER” milik imase naik dari posisi kelima ke peringkat keempat. Setelah viral secara global beberapa tahun lalu, lagu tersebut ternyata tetap mempunyai pendengar kuat di Indonesia. Kemudian, “Tabun” milik YOASOBI naik dua tingkat dan melengkapi lima besar.

Dengan demikian, lima besar chart Jepang di Indonesia saat ini terdiri dari TERIYAKI BOYZ, Fujii Kaze, YOASOBI, imase, dan kembali YOASOBI. Komposisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa popularitas lagu Jepang di Indonesia tidak hanya bergantung pada rilisan terbaru.

Ini 20 Lagu Jepang Terpopuler di Indonesia

Billboard Japan Songs (Indonesia) memberikan gambaran mengenai lagu asal Jepang yang sedang paling kuat dikonsumsi pendengar Indonesia. Chart terbaru memperlihatkan kombinasi yang menarik antara lagu viral, soundtrack anime, J-pop modern, rock, hingga city pop.

Berikut 20 lagu Jepang terpopuler di Indonesia berdasarkan chart yang diumumkan 27 Agustus 2026:

  1. TERIYAKI BOYZ – “TOKYO DRIFT (FAST & FURIOUS)”
  2. Fujii Kaze – “Shinunoga E-Wa”
  3. YOASOBI – “Yoru ni Kakeru”
  4. imase – “NIGHT DANCER”
  5. YOASOBI – “Tabun”
  6. 7!! – “Orange”
  7. KANA-BOON – “Silhouette”
  8. Maki Otsuki – “memories”
  9. Miki Matsubara – “Mayonaka no Door ~stay with me”
  10. YOASOBI – “Ano Yume wo Nazotte”
  11. RADWIMPS – “Sparkle”
  12. Hikaru Utada – “First Love”
  13. Yuika – “Sukidakara.”
  14. YOASOBI – “Gunjou”
  15. YOASOBI – “Idol”
  16. ONE OK ROCK – “Wherever you are”
  17. Rokudenashi – “Tada Koe Hitotsu”
  18. Official HIGE DANdism – “Pretender”
  19. RADWIMPS feat. Toaka – “Suzume”
  20. Rakuon – “mosi mosi?”

Menariknya, hampir seluruh lagu dalam daftar tersebut bukan rilisan yang baru berumur beberapa minggu. Sebaliknya, sebagian besar sudah memiliki perjalanan panjang. Hal itu menunjukkan bahwa konsumsi musik Jepang di Indonesia mempunyai karakter berbeda dibandingkan chart domestik Jepang yang biasanya lebih cepat berubah mengikuti rilisan baru.

Selain itu, beberapa lagu mendapatkan kehidupan kedua melalui TikTok, YouTube Shorts, Instagram Reels, anime, film, serta tren internet lainnya. Karena itu, umur sebuah lagu tidak selalu menentukan kekuatannya di era streaming.

TERIYAKI BOYZ Kembali Viral Setelah Hampir Dua Dekade

Kembalinya “TOKYO DRIFT” menjadi fenomena menarik karena lagu tersebut berasal dari soundtrack film The Fast and the Furious: Tokyo Drift yang dirilis pada 2006. Tahun ini, film tersebut memasuki peringatan 20 tahun, sementara lagu temanya justru kembali mendapatkan gelombang popularitas baru.

Menurut Billboard Japan, kebangkitan terbaru lagu tersebut berkaitan dengan tren meme yang menggunakan adegan terkenal dari Tokyo Drift. Berbagai video mengubah atau membuat ulang adegan film melalui teknologi generative AI. Setelah itu, “TOKYO DRIFT” kembali banyak digunakan sebagai musik pengiring.

Dampaknya tidak hanya terlihat di Indonesia. Untuk periode penghitungan yang sama, lagu TERIYAKI BOYZ menjadi lagu Jepang nomor satu di enam negara, yakni Indonesia, India, Brasil, Afrika Selatan, Jerman, dan Inggris.

Bahkan, performanya lebih besar ketika seluruh pasar internasional digabungkan. Dalam Global Japan Songs Excl. Japan, “TOKYO DRIFT” kembali berada di posisi pertama. Lagu tersebut mencatat sekitar 3,35 juta streaming audio dan video pada periode penghitungan 14–20 Agustus.

Hasil itu memberikan “TOKYO DRIFT” posisi pertama Global Japan Songs untuk ke-12 kalinya. Oleh karena itu, keberhasilannya di Indonesia bukan fenomena yang berdiri sendiri. Lagu berusia 20 tahun tersebut memang sedang mengalami kebangkitan global.

Menariknya lagi, TERIYAKI BOYZ merupakan proyek hip-hop Jepang yang beranggotakan ILMARI, RYO-Z, VERBAL, WISE, dan NIGO. Kehadiran NIGO semakin menarik jika melihat pengaruhnya di budaya streetwear internasional. Sementara itu, VERBAL juga dikenal luas melalui m-flo serta berbagai kolaborasi lintas negara.

YOASOBI Jadi Artis Paling Dominan di 20 Besar

Meskipun TERIYAKI BOYZ berada di puncak, YOASOBI justru menjadi nama yang paling sering muncul dalam 20 besar Indonesia. Duo tersebut mempunyai lima lagu sekaligus, yaitu “Yoru ni Kakeru”, “Tabun”, “Ano Yume wo Nazotte”, “Gunjou”, dan “Idol”.

“Yoru ni Kakeru” menjadi lagu mereka dengan posisi tertinggi di peringkat ketiga. Sementara itu, “Tabun” mengalami kenaikan cukup menarik dari posisi ketujuh menuju posisi kelima. Kemudian, “Ano Yume wo Nazotte” bertahan di peringkat kesepuluh.

Di bagian bawah chart, “Gunjou” berada di posisi ke-14. Setelah itu, “Idol” naik dari peringkat ke-16 menuju posisi ke-15. Dengan demikian, seperempat dari seluruh Top 20 diisi oleh lagu YOASOBI.

Dominasi tersebut menarik karena lima lagu itu berasal dari era yang berbeda. “Yoru ni Kakeru”, “Tabun”, dan “Ano Yume wo Nazotte” termasuk materi awal YOASOBI. Sebaliknya, “Idol” menjadi fenomena global beberapa tahun setelah debut mereka melalui hubungannya dengan anime Oshi no Ko.

Karena itu, popularitas YOASOBI di Indonesia tampaknya tidak bergantung pada satu lagu viral saja. Pendengar lokal masih mengonsumsi berbagai bagian dari katalog mereka. Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa duo Ayase dan ikura sudah membangun basis pendengar yang cukup luas di Indonesia.

Di sisi lain, Fujii Kaze hanya membutuhkan satu lagu untuk bertahan sangat tinggi. “Shinunoga E-Wa” tetap berada di posisi kedua. Lagu tersebut bahkan berada di atas “NIGHT DANCER”, salah satu lagu Jepang yang sempat mengalami ledakan besar melalui media sosial internasional.

Anime Masih Punya Pengaruh Besar terhadap Pendengar Indonesia

Chart ini juga memperlihatkan hubungan kuat antara musik Jepang dan anime di Indonesia. Beberapa lagu yang berada di 20 besar memiliki hubungan langsung dengan serial atau film anime yang sangat populer.

“Orange” milik 7!! berada di peringkat keenam. Lagu tersebut dikenal sebagai salah satu ending theme Your Lie in April. Kemudian, “Silhouette” dari KANA-BOON menempati posisi ketujuh dan masih sangat identik dengan Naruto Shippuden.

Di posisi kedelapan terdapat “memories” milik Maki Otsuki, salah satu ending theme awal One Piece. Menariknya, lagu tersebut turun dari posisi keempat menuju peringkat kedelapan, tetapi masih mampu bertahan di Top 10 setelah bertahun-tahun sejak pertama kali diperkenalkan.

Kemudian, RADWIMPS hadir melalui “Sparkle” di posisi ke-11. Lagu tersebut merupakan bagian penting dari film Your Name. Grup yang sama kembali muncul di posisi ke-19 melalui “Suzume” bersama Toaka dari film Makoto Shinkai berjudul sama.

YOASOBI juga mempunyai “Idol” di posisi ke-15. Lagu pembuka Oshi no Ko tersebut menjadi salah satu lagu anime Jepang paling sukses secara global pada dekade ini.

Namun, chart Indonesia membuktikan bahwa musik Jepang populer tidak identik sepenuhnya dengan anime. “TOKYO DRIFT”, “Shinunoga E-Wa”, “NIGHT DANCER”, “Mayonaka no Door”, “First Love”, “Wherever you are”, dan “Pretender” memiliki jalur popularitas yang berbeda.

Dengan kata lain, anime memang tetap menjadi salah satu pintu terbesar menuju musik Jepang bagi pendengar Indonesia. Meski demikian, media sosial dan platform streaming kini memberikan jalur lain yang sama kuatnya.

Lagu Lama Justru Menguasai Selera Pendengar Indonesia

Salah satu hal paling mencolok dari Billboard Japan Songs (Indonesia) adalah usia lagu-lagu yang berada di posisi atas. “TOKYO DRIFT” berasal dari 2006. “First Love” milik Hikaru Utada bahkan sudah hadir sejak akhir 1990-an. Sementara itu, “Mayonaka no Door ~stay with me” milik Miki Matsubara berasal dari 1979.

Namun, ketiganya masih berada dalam 20 besar pada 2026.

Fenomena tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam cara musik dikonsumsi. Dahulu, sebuah lagu biasanya mempunyai periode promosi yang jelas. Setelah beberapa bulan, perhatian publik beralih ke rilisan berikutnya. Kini, algoritma dan media sosial memungkinkan lagu lama kembali ditemukan oleh generasi yang bahkan belum lahir ketika lagu tersebut pertama kali dirilis.

City pop menjadi salah satu contoh terbesar. “Mayonaka no Door” mendapatkan gelombang popularitas internasional puluhan tahun setelah dirilis. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu pintu masuk pendengar muda menuju katalog city pop Jepang.

Hal serupa terjadi kepada “First Love”. Lagu Hikaru Utada tetap mempunyai daya tarik lintas generasi. Sementara itu, “TOKYO DRIFT” memperoleh momentum baru dari meme dan budaya internet setelah sebelumnya sudah dikenal melalui film.

Bahkan, lagu rock seperti “Wherever you are” dari ONE OK ROCK dan “Pretender” milik Official HIGE DANdism masih bertahan. Karena itu, chart Indonesia terasa seperti pertemuan beberapa generasi musik Jepang dalam satu daftar.

“TOKYO DRIFT” Belum Tergoyahkan di Indonesia

Persaingan Japan Songs (Indonesia) kemungkinan terus berubah dalam beberapa minggu mendatang. “NIGHT DANCER” dan “Tabun” sudah menunjukkan pergerakan naik. Sementara itu, lagu “mosi mosi?” milik Rakuon menjadi salah satu pergerakan paling besar dengan naik dari posisi ke-30 menuju peringkat ke-20.

Namun, posisi tiga besar masih sangat stabil. TERIYAKI BOYZ tetap pertama, Fujii Kaze kedua, dan YOASOBI ketiga. Ketiga lagu tersebut juga berada di posisi yang sama pada minggu sebelumnya.

Untuk “TOKYO DRIFT”, momentum global menjadi keuntungan besar. Selain menjadi nomor satu di Indonesia, lagu tersebut memimpin Global Japan Songs Excl. Japan dan enam chart negara sekaligus. Bahkan, pencapaiannya datang tepat pada tahun peringatan dua dekade film yang membuat lagu tersebut terkenal.

Pada akhirnya, chart terbaru memberikan gambaran menarik mengenai hubungan pendengar Indonesia dengan musik Jepang. Mereka tidak hanya mengejar rilisan terbaru. Lagu anime era 2000-an, city pop 1970-an, J-pop modern, rock, hingga hip-hop dapat hidup berdampingan.

YOASOBI boleh menjadi artis dengan jumlah lagu terbanyak di Top 20. Fujii Kaze tetap kuat melalui “Shinunoga E-Wa”. Imase juga mempertahankan daya tarik “NIGHT DANCER”. Namun, untuk sekarang, mahkota lagu Jepang paling populer di Indonesia masih berada di tangan TERIYAKI BOYZ melalui “TOKYO DRIFT (FAST & FURIOUS)”.