
XG kembali memperkuat statusnya sebagai salah satu grup asal Jepang dengan jangkauan internasional terbesar. “HYPNOTIZE” resmi memenangkan Best Global Hit from Japan di MUSIC AWARDS JAPAN 2026, mengalahkan empat finalis lain yang diisi nama-nama besar. Kenshi Yonezu masuk melalui “IRIS OUT”, sementara kolaborasinya bersama Utada Hikaru lewat “JANE DOE” juga menjadi finalis. LiSA bersaing melalui “ReawakeR (feat. Felix of Stray Kids)”, sedangkan Ado membawa “Usseewa”.
Kemenangan tersebut terasa semakin penting karena Best Global Hit from Japan merupakan satu dari enam kategori utama MUSIC AWARDS JAPAN 2026. Kategori ini tidak sekadar melihat popularitas lagu di Jepang. Sebaliknya, penyelenggara menggunakan data konsumsi musik global di luar Jepang sebagai bagian penting dalam proses pemilihan karya. Karena itu, kemenangan “HYPNOTIZE” menjadi bukti kuat bahwa strategi internasional XG mulai memberikan hasil nyata.
“HYPNOTIZE” Menang di Tengah Persaingan Nama Besar
MUSIC AWARDS JAPAN 2026 menggelar Grand Ceremony pada 13 Juni 2026 di TOYOTA ARENA TOKYO. Pada malam tersebut, XG diumumkan sebagai pemenang Best Global Hit from Japan melalui “HYPNOTIZE”. Lagu itu berhasil melewati persaingan yang sangat ketat karena empat finalis lainnya memiliki pencapaian besar di Jepang maupun internasional.
Kenshi Yonezu menjadi salah satu pesaing terberat melalui “IRIS OUT”. Lagu tersebut mencatat performa streaming luar biasa di Jepang. Berdasarkan data Oricon, “IRIS OUT” pernah mencatat sekitar 32,2 juta streaming dalam satu minggu, yang menjadi rekor mingguan tertinggi dalam sejarah Oricon pada saat pencapaiannya. Selain itu, lagu tersebut menembus 100 juta streaming hanya dalam empat minggu.
Bahkan, “IRIS OUT” bertahan di posisi pertama Oricon Weekly Streaming Ranking selama 24 minggu berturut-turut. Hingga periode nominasi MUSIC AWARDS JAPAN 2026, jumlah streaming kumulatifnya di Oricon sudah melampaui 469 juta pemutaran.
Namun, Yonezu tidak hanya mempunyai satu kesempatan. Kolaborasinya bersama Utada Hikaru melalui “JANE DOE” juga masuk lima besar. Lagu tersebut bertahan selama 12 minggu berturut-turut di Top 5 Oricon Weekly Streaming Ranking dan mengumpulkan lebih dari 202 juta streaming.
Sementara itu, LiSA membawa “ReawakeR” yang menampilkan Felix dari Stray Kids. Ado melengkapi lima besar melalui “Usseewa”, salah satu lagu yang menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Meski menghadapi deretan karya besar tersebut, “HYPNOTIZE” akhirnya keluar sebagai pemenang.
Best Global Hit from Japan Memang Mengukur Kekuatan di Luar Jepang
Kemenangan XG menjadi semakin menarik ketika melihat bagaimana MUSIC AWARDS JAPAN menentukan kandidat dalam kategori ini. Best Global Hit from Japan dirancang untuk memberikan penghargaan kepada lagu dari artis domestik Jepang yang berhasil menjadi hit secara global.
Proses awal menggunakan data konsumsi internasional yang dikompilasi Luminate. Data tersebut mencakup streaming, download, dan video musik, sedangkan konsumsi yang berasal dari Jepang dikeluarkan dari perhitungan global kategori ini.
MUSIC AWARDS JAPAN membagi periode penghitungan menjadi tujuh bagian yang masing-masing berlangsung selama delapan minggu. Untuk edisi 2026, keseluruhan periode agregasinya berjalan dari 31 Januari 2025 hingga 26 Februari 2026.
Dalam setiap periode, lagu-lagu Jepang diekstraksi dari data konsumsi global. Kemudian, penyelenggara membentuk chart yang hanya menghitung konsumsi di luar Jepang. Seratus lagu terbaik dari setiap periode masuk dalam proses berikutnya. Setelah tujuh periode selesai, seluruh karya digabungkan dan diberi peringkat berdasarkan poin.
Menariknya, kategori ini juga tidak membatasi lagu berdasarkan tanggal perilisan digital maupun fisik. Artinya, lagu lama tetap dapat bersaing jika kembali mendapatkan popularitas internasional. Namun, artisnya harus memenuhi kriteria sebagai artis domestik Jepang.
Karena itu, daftar awal Best Global Hit from Japan mempertemukan karya dari berbagai generasi. Lagu baru dapat bersaing dengan lagu yang sudah berumur puluhan tahun selama konsumsi globalnya masih kuat.
TERIYAKI BOYZ hingga Fujii Kaze Juga Masuk Persaingan Awal
Sebelum mengerucut menjadi lima finalis, daftar kandidat Best Global Hit from Japan jauh lebih besar. “HYPNOTIZE” harus bersaing dengan berbagai lagu Jepang yang sudah memiliki pengaruh internasional kuat.
Di antaranya terdapat “TOKYO DRIFT (FAST & FURIOUS)” milik TERIYAKI BOYZ. Lagu yang pertama kali populer melalui film The Fast and the Furious: Tokyo Drift itu kembali mendapatkan momentum global pada 2026. Bahkan, lagu tersebut masih menjadi salah satu karya Jepang yang sangat kuat di Indonesia.
Kemudian, YOASOBI masuk melalui “Idol”. Fujii Kaze juga hadir dengan “Shinunoga E-Wa”, lagu yang berkembang menjadi fenomena internasional beberapa tahun setelah perilisan awalnya. Sementara itu, imase mempunyai “NIGHT DANCER”.
Daftar tersebut juga memasukkan Miki Matsubara melalui “Mayonaka no Door ~stay with me”. Kehadirannya menjadi contoh paling menarik karena lagu city pop tersebut berasal dari 1979. Puluhan tahun kemudian, media sosial dan streaming menghidupkannya kembali di berbagai negara.
Creepy Nuts ikut masuk melalui “Otonoke” dan “Bling-Bang-Bang-Born”. Kenshi Yonezu mempunyai “KICK BACK” selain dua karya yang akhirnya menjadi finalis. Official HIGE DANdism juga hadir melalui “Pretender”.
XG sendiri tidak hanya mempunyai “HYPNOTIZE”. “IS THIS LOVE” juga termasuk dalam daftar awal kategori tersebut. Artinya, XG memiliki lebih dari satu lagu yang memenuhi indikator konsumsi internasional yang digunakan MUSIC AWARDS JAPAN.
Pada akhirnya, daftar tersebut dipersempit menjadi “HYPNOTIZE”, “IRIS OUT”, “JANE DOE”, “ReawakeR”, dan “Usseewa”. Dari lima karya itu, XG menjadi pemenangnya.
“HYPNOTIZE” Perkuat Era THE CORE – 核 Milik XG
“HYPNOTIZE” menjadi bagian penting dari perjalanan XG menuju era album THE CORE – 核. Album tersebut juga mencatat pencapaian kuat di Jepang. Menurut Oricon, THE CORE – 核 pernah menempati posisi pertama Weekly Digital Album Ranking.
Namun, kekuatan XG sejak awal memang tidak hanya diarahkan menuju pasar Jepang. Grup beranggotakan JURIN, CHISA, HINATA, HARVEY, JURIA, MAYA, dan COCONA tersebut membangun identitas dengan orientasi internasional.
Penggunaan bahasa Inggris dalam banyak lagu menjadi salah satu bagian strategi itu. Selain itu, aktivitas XG di Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, serta berbagai pasar lain membuat mereka bergerak dalam ruang yang lebih luas daripada kategori J-pop konvensional.
Karena itu, kemenangan Best Global Hit from Japan mempunyai makna yang cukup kuat. MUSIC AWARDS JAPAN pada dasarnya memberikan penghargaan kepada lagu Jepang yang berhasil menembus konsumsi internasional. Sementara itu, XG sejak awal memang dibangun untuk berkomunikasi dengan pendengar global.
“HYPNOTIZE” kemudian menjadi titik pertemuan antara dua hal tersebut. Lagu itu tidak hanya mendapatkan perhatian melalui basis penggemar XG, tetapi juga mampu bertahan dalam sistem penilaian yang melihat konsumsi di luar Jepang.
Selain itu, kemenangan ini memperlihatkan bagaimana definisi musik Jepang mulai berkembang. Sebuah grup dapat berasal dari Jepang, menjalankan aktivitas besar di Korea Selatan, menggunakan bahasa Inggris, dan mempunyai fandom internasional tanpa harus kehilangan identitas asalnya.
XG Ternyata Tidak Pulang dengan Satu Penghargaan
Best Global Hit from Japan bukan satu-satunya kemenangan XG di MUSIC AWARDS JAPAN 2026. Grup tersebut juga memenangkan Best Dance/Electronic Song in association with JDDA melalui “GALA”.
Dengan demikian, XG membawa pulang penghargaan dari dua wilayah yang berbeda. “GALA” mendapatkan pengakuan dalam kategori genre, sedangkan “HYPNOTIZE” memenangkan salah satu enam kategori utama.
Hasil tersebut memperlihatkan fleksibilitas musik XG. Mereka dapat bergerak melalui hip-hop, R&B, pop, dan electronic tanpa harus terpaku pada satu formula. Pada saat yang sama, karakter performa dan produksi mereka tetap cukup kuat untuk mempertahankan identitas grup.
Menariknya, Kenshi Yonezu yang kalah dari XG dalam Best Global Hit from Japan tetap menjadi salah satu pemenang besar MUSIC AWARDS JAPAN 2026. “IRIS OUT” memenangkan Best J-Pop Song. Lagu tersebut juga mengambil Best Japanese Song in Asia, Europe, North America, dan Latin America.
Karena itu, kemenangan XG tidak berarti karya pesaingnya gagal. Justru hasil tersebut menunjukkan perbedaan fokus setiap kategori. “IRIS OUT” mempunyai performa domestik dan regional yang sangat besar, sementara “HYPNOTIZE” berhasil unggul dalam penghargaan yang secara khusus menyoroti hit global dari Jepang.
Hal serupa berlaku untuk artis lain. MUSIC AWARDS JAPAN mempunyai 78 kategori pada edisi 2026. Dengan jumlah tersebut, penghargaan dapat melihat industri musik dari berbagai sisi, mulai dari genre hingga performa internasional.
XG Semakin Kuat sebagai Wajah Musik Jepang di Pasar Global
Kemenangan “HYPNOTIZE” akhirnya mempunyai arti lebih besar daripada sekadar menambah trofi. Best Global Hit from Japan menjadi salah satu kategori yang paling sesuai untuk membaca perubahan posisi musik Jepang di pasar internasional.
Selama bertahun-tahun, musik Jepang mempunyai pasar domestik yang sangat besar. Namun, distribusi internasional tidak selalu menjadi prioritas utama bagi seluruh perusahaan dan artis. Streaming kemudian mengubah kondisi tersebut. Lagu Jepang sekarang dapat ditemukan secara bersamaan oleh pendengar di Asia Tenggara, Amerika, Eropa, dan Amerika Latin.
Anime masih menjadi salah satu jalur penting. Namun, TikTok, YouTube, playlist streaming, fandom internasional, tur dunia, dan kolaborasi lintas negara menciptakan jalur baru. Karena itu, lagu tidak lagi harus mempunyai satu pintu menuju pasar global.
XG berada tepat di tengah perubahan tersebut. Sejak awal, grup ini membawa pendekatan yang tidak terlalu bergantung pada satu pasar. Mereka menggunakan strategi promosi internasional dan membangun komunitas ALPHAZ di berbagai negara.
Kemudian, “HYPNOTIZE” memberikan bukti lain bahwa pendekatan tersebut menghasilkan dampak. Lagu itu berhasil melewati “IRIS OUT” yang mempunyai ratusan juta streaming di Jepang, “JANE DOE” dari dua nama besar seperti Kenshi Yonezu dan Utada Hikaru, kolaborasi LiSA dengan Felix, serta salah satu lagu paling ikonik milik Ado.
Persaingan tersebut membuat kemenangan XG terasa semakin penting. Mereka tidak memenangkan kategori kecil yang hanya berfokus pada satu genre. Best Global Hit from Japan merupakan satu dari enam penghargaan utama MUSIC AWARDS JAPAN 2026, sejajar dengan Song of the Year, Artist of the Year, New Artist of the Year, Album of the Year, dan Best Song Asia.
Pada edisi yang sama, Sakanaction memenangkan Song of the Year melalui “Kaiju”. Mrs. GREEN APPLE menjadi Artist of the Year, HANA mengambil New Artist of the Year, sedangkan Prema milik Fujii Kaze menjadi Album of the Year. HUNTR/X kemudian memenangkan Best Song Asia untuk Korea Selatan melalui “Golden”.
Di antara nama-nama tersebut, XG mengambil posisi sebagai wakil dari kekuatan global musik Jepang.
Pada akhirnya, “HYPNOTIZE” tidak hanya memberikan XG kemenangan di MUSIC AWARDS JAPAN 2026. Lagu tersebut memperkuat posisi mereka sebagai salah satu proyek musik asal Jepang yang paling serius mengejar pasar internasional.
Kenshi Yonezu, Utada Hikaru, LiSA, dan Ado membawa karya dengan pencapaian besar. Namun, ketika kategori secara khusus mencari lagu domestik Jepang yang memberikan dampak global, XG berhasil berdiri paling atas.
Dan melihat perjalanan mereka sejauh ini, Best Global Hit from Japan kemungkinan bukan akhir dari ekspansi XG. Justru penghargaan tersebut dapat menjadi salah satu penanda bahwa strategi global yang mereka bangun sejak awal mulai mencapai level baru.