
Tatsuya Kitani kembali mengambil langkah besar dalam perjalanan musiknya. Musisi Jepang tersebut akan merilis dua album original sekaligus, DEKAI dan PURE, pada 4 November 2026. Keduanya menjadi album original pertama Kitani sejak ROUNDABOUT pada 2024. Menariknya, proyek ini bukan sekadar satu album yang dibagi menjadi dua versi. DEKAI dan PURE memiliki daftar lagu, artwork, serta identitas visual masing-masing. Detail terbaru yang diumumkan pada 31 Agustus akhirnya memperlihatkan susunan kedua album. Masing-masing membawa 11 lagu, sehingga Kitani menyiapkan total 22 trek dalam dua rilisan tersebut. Proyek ini juga akan dilanjutkan melalui TATSUYA KITANI ONEMAN ARENA TOUR “DEKAI / PURE”, tur arena terbesar sepanjang kariernya yang dimulai pada Desember.
DEKAI dan PURE Hadir sebagai Dua Album Berbeda
Rencana merilis DEKAI dan PURE sebenarnya pertama kali diperkenalkan pada akhir 2025. Namun, saat itu Kitani belum memberikan banyak informasi mengenai isi kedua proyek tersebut. Detail kemudian mulai dibuka pada Juli 2026 ketika tanggal rilis 4 November diumumkan. Pada saat yang sama, Kitani memperkenalkan “F.A.C.E.” sebagai salah satu lagu yang membuka era baru tersebut. Kini, informasi terbaru pada 31 Agustus memberikan gambaran yang jauh lebih jelas karena daftar lagu untuk kedua album akhirnya terungkap.
DEKAI dan PURE sama-sama berisi 11 lagu, tetapi keduanya memiliki susunan yang sepenuhnya berbeda. Dengan demikian, pendengar akan mendapatkan 22 lagu dalam dua album yang dirilis pada hari yang sama. Strategi tersebut membuat proyek ini jauh lebih besar dibandingkan sekadar perilisan album studio biasa. Selain itu, Kitani juga memberikan identitas visual berbeda untuk masing-masing karya. Artwork DEKAI dibuat oleh digital artist mesoism, sedangkan PURE menggunakan ilustrasi karya Yokoi Juu, seniman yang dikenal melalui gambar garis yang sangat detail. Perbedaan tersebut memperkuat kesan bahwa kedua album memang dirancang sebagai dua dunia yang berdiri sendiri.
Judul DEKAI sendiri dibaca “dekai”, kata dalam bahasa Jepang yang dapat diartikan sebagai sesuatu yang besar. Sementara itu, PURE menggunakan kata yang jauh lebih sederhana tetapi membawa kesan berbeda. Kitani belum menjelaskan seluruh hubungan konseptual antara kedua album secara terbuka. Namun, pilihan judul, artwork, dan pembagian lagu menunjukkan adanya dua sisi yang ingin ia tampilkan. Detail tersebut membuat pertanyaan mengenai hubungan antara DEKAI dan PURE menjadi salah satu bagian paling menarik menjelang perilisan November.
DEKAI Bawa “F.A.C.E.” hingga “Fatal”
Album DEKAI akan dibuka melalui “F.A.C.E.”, lagu yang sudah dirilis secara digital pada 18 Juli 2026. Lagu tersebut menjadi salah satu pengenalan utama terhadap proyek baru Kitani. Setelah itu, album bergerak menuju “Hinotane”, lagu yang sebelumnya digunakan sebagai opening theme anime Nihon Sangoku. Kehadiran lagu tersebut memperlihatkan bagaimana aktivitas Kitani dalam musik anime kembali menjadi bagian penting dari album studionya.
Salah satu lagu paling dikenal dalam DEKAI adalah “Fatal”. Lagu tersebut merupakan karya GEMN, unit yang mempertemukan Tatsuya Kitani dengan Kento Nakajima. “Fatal” sebelumnya digunakan sebagai opening theme musim kedua anime Oshi no Ko. Popularitas lagu itu memberikan Kitani jangkauan besar, terutama di antara pendengar anime internasional. Kini, “Fatal” mendapatkan tempat dalam proyek album terbarunya bersama sejumlah materi lain yang berasal dari periode beberapa tahun terakhir.
Selain “F.A.C.E.”, “Hinotane”, dan “Fatal”, DEKAI juga memuat “Mendokusei na”, “Culture”, “Nakushimono”, “Anata no Koto wo Oshiete”, “Tatta Hitotsu no”, “Manazashi wa Hikari”, “Whisper”, dan “Jikai Yokoku”. Secara keseluruhan terdapat 11 lagu. Susunan tersebut menghubungkan sejumlah rilisan yang sudah dikenal dengan materi yang akan mendapatkan konteks baru ketika ditempatkan dalam satu album.
Menariknya, “Jikai Yokoku” ditempatkan sebagai lagu terakhir. Kitani sebelumnya menggunakan lagu tersebut sebagai opening theme anime Sentai Daishikkaku atau Go! Go! Loser Ranger! pada 2024. Karena itu, DEKAI membawa beberapa karya yang memperlihatkan hubungan kuat Kitani dengan anime tanpa menjadikan keseluruhan proyek hanya sebagai kumpulan lagu tema. Lagu seperti “F.A.C.E.” dan sejumlah materi lain tetap memberikan ruang bagi sisi personal serta eksperimental dalam musiknya.
PURE Bawa “Kasukana Hana”, “WITCHCRAFT”, dan “Isho”
Jika DEKAI membuka proyek melalui “F.A.C.E.”, PURE dimulai dengan “Zutto Issho!”. Album kemudian bergerak menuju “Iranai Mono” sebelum menghadirkan “Kasukana Hana”, kolaborasi Kitani bersama BABYMETAL yang sebelumnya digunakan sebagai opening theme anime Hell’s Paradise: Jigokuraku. Lagu tersebut menjadi salah satu kolaborasi paling menarik dalam katalog Kitani karena mempertemukan pendekatan penulisan musiknya dengan karakter metal BABYMETAL.
Setelah itu, PURE menghadirkan “WITCHCRAFT”, “Caramel”, “Humor”, “Haigyo”, dan “Levitation”. Salah satu hal yang paling menarik muncul pada posisi kesembilan karena Kitani masih mencantumkannya sebagai lagu baru tanpa judul yang diumumkan. Artinya, masih ada kejutan yang disimpan menjelang perilisan album. Dua lagu terakhir adalah “Kimi to Ikite Kimi to Shinitai!” dan “Isho”.
“Isho” menjadi salah satu materi terbaru Kitani pada 2026. Lagu tersebut dirilis digital pada 4 Juli dan digunakan sebagai opening theme anime Kore Kaite Shine. Tema lagunya berhubungan dengan dorongan untuk hidup sekaligus menciptakan sesuatu. Video musik “Isho” kemudian menghadirkan aktris sekaligus model Mizuki Yoshida dan mencoba menggambarkan konflik seorang kreator melalui pendekatan visual yang fantastis. Dengan demikian, menempatkan “Isho” sebagai lagu penutup PURE terasa menarik karena pesan mengenai kehidupan dan kreativitas dapat memberikan akhir yang kuat bagi album.
Sementara itu, “Levitation” memiliki hubungan dengan anime NEEDY GIRL OVERDOSE. Kitani menulis lagu tersebut sebagai ending theme serial yang mulai tayang pada April 2026. Sekali lagi, keterlibatan dalam anime menjadi bagian besar dari aktivitas Kitani tahun ini. Namun, ketika lagu-lagu tersebut dikumpulkan dalam PURE, pendengar akhirnya dapat melihat bagaimana berbagai karya yang sebelumnya berdiri sendiri ditempatkan dalam konteks album yang lebih luas.
Dua Album Perlihatkan Produktivitas Tatsuya Kitani
Keputusan merilis dua album sekaligus terasa sesuai dengan perjalanan Tatsuya Kitani yang selama beberapa tahun terakhir bergerak melalui banyak jalur kreatif. Ia tidak hanya membangun karier sebagai solois, tetapi juga menulis dan memproduksi musik untuk artis lain. Selain itu, Kitani aktif dalam proyek kolaborasi, musik anime, radio, serta berbagai kegiatan live. Ia bahkan membentuk GEMN bersama Kento Nakajima dan terus mempertahankan hubungan dengan berbagai musisi dari Jepang maupun negara Asia lainnya.
Nama Kitani sendiri mendapat lonjakan perhatian besar setelah “Where Our Blue Is” atau “Ao no Sumika” digunakan sebagai opening theme Jujutsu Kaisen musim kedua untuk arc Hidden Inventory/Premature Death. Lagu tersebut berkembang jauh melampaui audiens awalnya dan memperkenalkan Kitani kepada pendengar internasional dalam skala lebih besar. Kesuksesan itu kemudian membawanya tampil dalam NHK Kohaku Uta Gassen pada akhir 2023.
Namun, Kitani tidak berhenti pada satu hit anime. Setelah ROUNDABOUT dirilis pada Januari 2024, ia terus mengeluarkan berbagai lagu baru. Aktivitasnya semakin luas melalui GEMN, kolaborasi, hingga proyek soundtrack anime. Karena itu, ketika DEKAI dan PURE tiba pada November 2026, keduanya akan menangkap periode sekitar dua tahun yang sangat aktif dalam kariernya.
Jumlah 22 lagu juga memberikan ruang untuk menunjukkan sisi Kitani yang mungkin tidak selalu terlihat melalui single. Lagu tema anime biasanya memiliki konteks tertentu karena dibuat untuk mendukung sebuah cerita. Sebaliknya, album memberikan kesempatan kepada musisi untuk mengatur kembali lagu tersebut bersama materi lain dan menciptakan narasi baru. Dalam kasus DEKAI dan PURE, pembagian menjadi dua album membuka kemungkinan narasi yang bahkan lebih luas.
Era Baru Dilanjutkan dengan Tur Arena Terbesar
Kitani tidak hanya mempersiapkan dua album. Setelah DEKAI dan PURE dirilis pada 4 November, ia akan membawa era tersebut menuju panggung melalui TATSUYA KITANI ONEMAN ARENA TOUR “DEKAI / PURE”. Tur dimulai pada 5 Desember 2026 di Kuroko-kun Hall, Aichi. Setelah itu, rangkaian berlanjut pada Januari 2027 melalui dua pertunjukan di Pia Arena MM, Kanagawa, serta dua konser di GLION ARENA KOBE, Hyogo. Total terdapat lima pertunjukan arena.
Rangkaian tersebut disebut sebagai arena tour terbesar sepanjang karier Tatsuya Kitani. Skala konser itu memperlihatkan perubahan posisi Kitani dalam industri musik Jepang. Beberapa tahun lalu, ia masih lebih banyak dikenal oleh komunitas internet, penggemar Vocaloid, serta pendengar musik alternatif. Kini, namanya sudah mampu menopang pertunjukan arena dan memiliki katalog yang menjangkau audiens pop, rock, anime, hingga penggemar musik internasional.
Hubungan langsung antara nama tur dan dua album juga menunjukkan bahwa DEKAI serta PURE akan menjadi pusat pertunjukan. Dengan 22 lagu tersedia, Kitani memiliki banyak pilihan untuk membangun setlist berbeda. Bahkan, konsep dua album membuka kemungkinan bagaimana kedua sisi tersebut diterjemahkan melalui tata panggung, visual, pencahayaan, dan urutan pertunjukan.
Selain itu, artwork berbeda yang digunakan pada kedua album sudah memberikan fondasi visual. mesoism menangani DEKAI, sementara Yokoi Juu menciptakan artwork PURE. Edisi produksi terbatas masing-masing album juga akan hadir dalam box khusus berisi CD, Blu-ray, serta kaus dengan desain artwork album. Blu-ray direncanakan membawa music video, lyric video, visualizer, dan materi visual lainnya.
DEKAI dan PURE Jadi Proyek Terbesar Kitani pada 2026
Perilisan dua album sekaligus membuat November menjadi salah satu momen paling penting dalam perjalanan Tatsuya Kitani. DEKAI dan PURE tidak hanya menjadi penerus ROUNDABOUT, tetapi juga mengumpulkan berbagai bagian dari perkembangan kariernya selama beberapa tahun terakhir. “F.A.C.E.”, “Fatal”, “Hinotane”, “Kasukana Hana”, “Levitation”, dan “Isho” menunjukkan bagaimana Kitani bergerak antara musik solo, kolaborasi, serta lagu tema anime tanpa kehilangan identitasnya sendiri.
Pada saat yang sama, masih ada bagian dari proyek yang belum sepenuhnya terungkap. Salah satu lagu dalam PURE masih diperkenalkan sebagai lagu baru tanpa judul. Detail Blu-ray juga belum diumumkan secara lengkap. Karena itu, Kitani masih memiliki ruang untuk memberikan kejutan sebelum tanggal rilis.
Strategi dua album juga terasa cukup berani ketika industri musik semakin sering bergerak menuju single dan proyek berdurasi pendek. Kitani justru memilih menghadirkan 22 lagu melalui dua album berbeda dalam satu hari. Pendekatan tersebut memberi pendengar lebih banyak materi sekaligus memungkinkan dirinya membangun dua identitas yang saling berhubungan.
Lebih jauh lagi, proyek ini menunjukkan posisi Kitani setelah keberhasilan “Ao no Sumika”. Lagu tersebut memang membuka pintu menuju audiens yang jauh lebih besar. Namun, DEKAI dan PURE memberikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa perjalanan setelah hit tersebut tidak hanya bergantung pada satu lagu. Dalam beberapa tahun terakhir, Kitani terus menulis, berkolaborasi, mengisi soundtrack anime, serta memperluas aktivitas live.
Ketika DEKAI dan PURE akhirnya dirilis pada 4 November 2026, pendengar akan mendapatkan 22 lagu yang dibagi ke dalam dua dunia berbeda. Sebulan kemudian, Kitani akan membawa keduanya menuju tur arena terbesar sepanjang kariernya. Jika ROUNDABOUT menjadi salah satu titik penting perkembangan Tatsuya Kitani sebagai solois, maka DEKAI dan PURE tampaknya disiapkan untuk membuka fase yang jauh lebih besar.