
Dua kekuatan besar dari industri musik Asia bertemu melalui “Toyfriend”, kolaborasi antara grup Filipina SB19 dan grup Jepang BE:FIRST. Lagu yang pertama kali dirilis pada 27 Maret 2026 itu kembali mendapatkan momentum besar setelah video musik resminya hadir pada Agustus. Selain mempertemukan P-pop dan J-pop, “Toyfriend” memberikan dampak nyata terhadap jangkauan kedua grup di negara masing-masing. Streaming SB19 di Jepang melonjak sekitar lima kali lipat pada minggu perilisan, sedangkan konsumsi musik BE:FIRST di Filipina meningkat hampir delapan kali lipat.
Kolaborasi tersebut kemudian berkembang jauh melampaui perilisan digital. SB19 dan BE:FIRST beberapa kali membawakan “Toyfriend” bersama, mulai dari Jepang hingga Filipina. Bahkan, kedekatan antara fandom A’TIN dan BESTY ikut memainkan peran penting sebelum proyek tersebut terwujud. Karena itu, “Toyfriend” tidak hanya menjadi duet lintas negara. Lagu ini juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara artis Asia dapat membuka pasar baru tanpa harus sepenuhnya bergantung pada industri musik Barat.
“Toyfriend” Berawal dari Pertemuan SB19 dan BE:FIRST di Jepang
Hubungan antara SB19 dan BE:FIRST tidak terbentuk melalui pertemuan perusahaan rekaman semata. Salah satu titik awalnya datang ketika Felip atau Ken dari SB19 tampil di D.U.N.K. Showcase pada 2025. Dari sana, ia mulai mengenal anggota BE:FIRST dan hubungan kedua kelompok perlahan berkembang.
Kemudian, interaksi antara Ken dan JUNON ikut menarik perhatian. Keduanya sempat membuat konten TikTok bersama. Respons penggemar ternyata cukup besar, terutama dari A’TIN dan BESTY. Kedua fandom mulai berinteraksi lebih dekat dan mendorong kemungkinan kolaborasi antara grup Filipina dan Jepang tersebut.
JUNON kemudian menjelaskan bahwa dukungan dari kedua fandom ikut membantu mendorong proyek tersebut. Manajemen masing-masing grup akhirnya mengambil langkah untuk mewujudkannya. Dengan demikian, “Toyfriend” lahir dari kombinasi hubungan antarartis, keinginan penggemar, dan dukungan perusahaan.
Hasil pertama kolaborasi bahkan diperkenalkan sebelum lagu tersedia secara resmi. SB19 dan BE:FIRST membawakan “Toyfriend” bersama di D.U.N.K. Showcase di Yokohama pada Maret 2026. Setelah itu, versi studio resmi masuk ke album terbaru SB19, Wakas at Simula, yang dirilis secara digital pada 27 Maret.
Album tersebut berisi 24 lagu dan menjadi proyek penting dalam perjalanan SB19. Selain BE:FIRST, SB19 juga menghadirkan kolaborasi lain di dalam album. Namun, “Toyfriend” mendapatkan perhatian khusus karena langsung menghubungkan salah satu grup P-pop terbesar dengan grup Jepang yang sedang memperluas aktivitas internasionalnya.
R&B Menjadi Titik Temu P-pop dan J-pop
Secara musikal, “Toyfriend” bergerak melalui pendekatan R&B modern dengan ritme ringan dan bagian vokal yang memberi ruang kepada karakter kedua grup. SB19 tidak kehilangan identitasnya, sementara BE:FIRST dapat masuk tanpa terdengar seperti tamu yang ditempelkan pada lagu yang sudah selesai.
Produksi lagu melibatkan Alawn sebagai produser, mixing engineer, komposer, dan penulis. Sementara itu, John Paulo Nase atau PABLO dari SB19 melalui RADKIDZ ikut terlibat dalam komposisi dan penulisan bersama Noerio. Emil Dela Rosa menangani proses mastering.
Cerita “Toyfriend” justru mempunyai sisi yang lebih pahit dibandingkan nuansa lagunya. Judulnya memainkan gagasan tentang seseorang yang merasa diperlakukan seperti mainan oleh pasangan. Hubungan terasa menyenangkan pada satu sisi, tetapi ketidakpastian membuat salah satu pihak mulai mempertanyakan apakah perasaan tersebut benar-benar serius.
Namun, produksi yang cerah membuat tema itu terasa lebih ringan. Karena itu, lagu mempunyai karakter yang cukup mudah diterima baik oleh penggemar SB19 maupun BE:FIRST. Selain itu, pertukaran bagian vokal dan rap membuat identitas kedua kelompok tetap terlihat.
Kolaborasi ini juga menarik karena tidak mencoba menciptakan genre baru hanya demi menekankan perbedaan negara. Sebaliknya, mereka memilih fondasi R&B dan pop yang sudah familiar bagi kedua grup. Dari fondasi tersebut, karakter Filipina dan Jepang muncul melalui cara masing-masing anggota menyampaikan lagu.
Streaming SB19 di Jepang dan BE:FIRST di Filipina Melonjak
Dampak “Toyfriend” terlihat jelas tidak lama setelah lagu dirilis. Berdasarkan data Luminate yang dilaporkan Billboard Japan, streaming audio dan video SB19 di Jepang meningkat 512 persen pada minggu perilisan “Toyfriend” dan Wakas at Simula dibandingkan minggu sebelumnya.
Lonjakan sekitar lima kali lipat tersebut sekaligus membawa SB19 menuju rekor jumlah streaming mingguan tertinggi mereka di Jepang pada saat itu. Dengan kata lain, kolaborasi bersama BE:FIRST berhasil memperkenalkan katalog SB19 kepada lebih banyak pendengar Jepang, bukan hanya mendorong satu lagu.
Sementara itu, efek sebaliknya juga terjadi. Streaming BE:FIRST di Filipina meningkat 797 persen, atau hampir delapan kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya. Menariknya, pendengar baru tidak berhenti pada “Toyfriend”. Lagu-lagu BE:FIRST lainnya seperti “BE:FIRST ALL DAY”, “夢中”, dan “Sailing” ikut mengalami peningkatan.
Data tersebut menjadi salah satu bagian terpenting dari kolaborasi ini. Banyak proyek lintas negara menghasilkan perhatian besar pada hari perilisan, tetapi tidak selalu membawa pendengar menuju katalog artis lainnya. “Toyfriend” justru memperlihatkan efek silang yang cukup jelas.
Selain itu, performa lagu di Jepang juga cukup kuat. “Toyfriend” pernah mencapai No.1 di beberapa chart MORA, termasuk kategori All Genre dan International. Lagu tersebut juga mencapai No.1 di chart pop iTunes Jepang, posisi kedua iTunes All Genre, serta No.2 LINE MUSIC Japan World Music Top 100.
Di RecoChoku, lagu ini turut mencapai puncak Hi-Res Single dan Single chart. Sementara itu, performanya di Oricon Digital Chart membawa “Toyfriend” menuju posisi kedua. Karena itu, kerja sama SB19 dan BE:FIRST bukan sekadar proyek simbolis antara Filipina dan Jepang. Dampak komersialnya dapat terlihat melalui aktivitas digital di kedua pasar.
Video Musik “Toyfriend” Hadir dengan Dunia Mainan di Tokyo
Momentum baru datang pada 11 Agustus 2026 ketika SB19 dan BE:FIRST akhirnya merilis video musik resmi “Toyfriend”. Visualnya mengambil konsep dunia yang diserbu berbagai jenis mainan dengan latar Jepang yang mudah dikenali.
Video dibuka dengan objek misterius berbentuk bola di atas Tokyo Tower. Cahaya kemudian dipancarkan menuju berbagai bagian kota. Setelah itu, berbagai benda mulai muncul, mulai dari kapsul gashapon, bebek karet, mobil mini, robot, hingga figur tentara.
SB19 dan BE:FIRST juga masuk ke dalam konsep tersebut. Para anggota terlihat menari di dalam claw machine seolah mereka merupakan hadiah yang dapat diambil. Selain itu, video menampilkan mesin foto arcade, blok permainan, model kit, permainan basket, slot machine, dan berbagai referensi lain yang menguatkan dunia mainan.
Konsep ceria itu menciptakan kontras dengan cerita lagunya. “Toyfriend” membahas seseorang yang merasa dipermainkan dalam hubungan, sedangkan video musik membawa semuanya ke dunia yang penuh warna dan terasa menyenangkan.
Namun, pilihan konsep tersebut justru membuat judul lagunya menjadi lebih literal. Seseorang yang dianggap sebagai “toy friend” diterjemahkan langsung menjadi dunia di mana para anggota berubah menjadi bagian dari permainan.
Latar Tokyo sekaligus memperkuat sisi Jepang dari proyek tersebut. Karena itu, MV bukan hanya video performa yang mempertemukan dua grup. Visualnya ikut membawa identitas lokasi yang jelas sambil mempertahankan konsep yang dapat dipahami pendengar dari berbagai negara.
SB19 dan BE:FIRST Akhirnya Tampil Bersama di Filipina
Hubungan kedua grup terus berkembang setelah video musik dirilis. Pada 16 Agustus 2026, SB19 dan BE:FIRST tampil bersama dalam program Filipina All-Out Sundays dan membawakan “Toyfriend”.
Momen tersebut terasa penting bagi BE:FIRST karena menjadi kunjungan pertama mereka ke Filipina. MANATO mengatakan dirinya senang akhirnya dapat bertemu banyak penggemar di negara tersebut. Pada saat yang sama, penampilan itu memberikan kesempatan kepada A’TIN dan BESTY Filipina untuk melihat kolaborasi secara langsung.
Sebelumnya, kedua grup sudah tampil bersama di Jepang dan pada konser SB19. BE:FIRST juga menjadi salah satu tamu dalam Wakas at Simula: The Trilogy Finale pada April. Karena itu, perjalanan “Toyfriend” seolah bergerak dari Jepang menuju Filipina secara bertahap.
Agustus menjadi bulan yang semakin penting bagi keduanya. SB19 menjalani debut SUMMER SONIC 2026 dengan penampilan di Osaka pada 14 Agustus dan Tokyo pada 15 Agustus. BE:FIRST juga tampil di Summer Sonic Tokyo pada 15 Agustus.
Bagi SB19, aktivitas tersebut memperkuat ekspansi mereka di Jepang. Selain Summer Sonic, grup beranggotakan PABLO, Josh, Stell, Ken, dan Justin itu juga menyiapkan fan meeting khusus di KT Zepp Yokohama serta perilisan edisi Jepang dari Wakas at Simula.
Sementara itu, BE:FIRST terus memperbesar aktivitas internasionalnya. Grup yang kini terdiri dari SOTA, SHUNTO, MANATO, RYUHEI, JUNON, dan LEO juga sudah memperluas agenda di luar Jepang. Karena itu, “Toyfriend” datang ketika dua grup sama-sama berada dalam fase ekspansi global.
“Toyfriend” Menunjukkan Kekuatan Kolaborasi Antarartis Asia
Kolaborasi internasional sering diasosiasikan dengan artis Asia yang menggandeng penyanyi Amerika atau Eropa. Namun, perkembangan industri musik beberapa tahun terakhir memperlihatkan pola berbeda. Artis dari negara-negara Asia mulai semakin aktif bekerja sama satu sama lain.
“Toyfriend” menjadi contoh menarik karena SB19 dan BE:FIRST mempunyai kekuatan pasar yang berbeda tetapi saling melengkapi. SB19 memiliki basis besar di Filipina dan komunitas internasional A’TIN. Sementara itu, BE:FIRST mempunyai posisi kuat di Jepang dan semakin agresif membangun penggemar global.
Data streaming memperlihatkan keuntungan dari pertemuan tersebut. SB19 mendapatkan peningkatan besar di Jepang, sedangkan BE:FIRST mengalami lonjakan jauh lebih tinggi di Filipina. Dengan demikian, kedua pihak tidak hanya bertukar nama dalam kredit lagu. Mereka juga bertukar audiens.
Selain itu, hubungan A’TIN dan BESTY menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Dorongan penggemar sejak interaksi Ken dan JUNON memperlihatkan bagaimana fandom modern dapat memengaruhi arah sebuah kolaborasi.
Setelah proyek terwujud, hubungan tersebut kembali diperkuat melalui penampilan live, video musik, konten bersama, dan aktivitas promosi di kedua negara. Karena itu, “Toyfriend” mempunyai perjalanan lebih panjang dibandingkan single kolaborasi yang hanya muncul selama beberapa minggu.
Bagi industri P-pop, kolaborasi ini juga membantu memperlihatkan bahwa artis Filipina semakin mampu bergerak ke pasar besar Asia. SB19 sebelumnya sudah menjalani tur internasional dan tampil di berbagai negara. Namun, bekerja bersama BE:FIRST memberikan akses berbeda menuju pendengar Jepang.
Sebaliknya, BE:FIRST mendapatkan pintu tambahan menuju Asia Tenggara. Lonjakan streaming mereka di Filipina menunjukkan adanya potensi pasar yang sebelumnya mungkin belum sepenuhnya tergarap.
Pada akhirnya, “Toyfriend” berhasil menjadi jembatan antara P-pop Filipina dan J-pop Jepang. Lagu ini berawal dari hubungan antaranggota dan dukungan fandom, kemudian berkembang menjadi rilisan resmi, peningkatan streaming lintas negara, video musik di Tokyo, hingga penampilan bersama di Filipina.
Bahkan beberapa bulan setelah dirilis pada Maret, proyek tersebut masih mendapatkan momentum baru pada Agustus. Hal itu menunjukkan bahwa kolaborasi SB19 dan BE:FIRST tidak berhenti pada hari perilisan.
Jika pola seperti ini terus berkembang, kerja sama antarartis Asia berpotensi menjadi jalur ekspansi global yang semakin penting. Sebab, SB19 dan BE:FIRST sudah memberikan contoh yang cukup jelas: terkadang pasar baru tidak harus ditemukan dengan bergerak ke Barat. Filipina dan Jepang dapat saling membuka pintu melalui satu lagu bernama “Toyfriend”.