
Vaundy membuka September 2026 dengan rilisan yang berbeda dari proyek studionya. Musisi asal Jepang tersebut akan merilis album digital Vaundy DOME TOUR 2026 “SILENCE” LIVE SELECTION from TOKYO DOME pada 4 September 2026. Proyek ini menjadi rilisan audio live pertama sepanjang karier Vaundy dan mengambil 13 lagu dari konsernya di Tokyo Dome pada 15 Februari lalu. Pilihan waktunya juga menarik karena album hadir hanya sehari sebelum Vaundy memulai tur arena Asia pertamanya, Vaundy ASIA ARENA TOUR 2026 “HORO”. Konser Tokyo Dome yang menjadi sumber rekaman tersebut merupakan bagian dari tur empat kota SILENCE, salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan Vaundy sejauh ini. Seluruh pertunjukan tur terjual habis dan secara keseluruhan menarik sekitar 350.000 penonton.
Album Live Pertama Vaundy Lahir dari Tokyo Dome
Pengumuman album live pertama Vaundy muncul pada 31 Agustus 2026. Berbeda dari album studio yang dibangun melalui proses produksi panjang, rilisan ini berfokus pada kekuatan Vaundy sebagai performer. Rekamannya berasal dari malam kedua konser Tokyo Dome pada 15 Februari, ketika ribuan penggemar memenuhi salah satu venue paling ikonik di Jepang. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari Vaundy DOME TOUR 2026 “SILENCE” yang berlangsung dari Februari hingga Maret. Tur dimulai melalui dua konser di Mizuho PayPay Dome Fukuoka pada 7 dan 8 Februari, kemudian berlanjut ke Tokyo Dome pada 14 dan 15 Februari. Setelah itu, Vaundy mengunjungi Kyocera Dome Osaka pada 14 dan 15 Maret sebelum menutup rangkaian di Daiwa House Premist Dome, Sapporo, pada 28 Maret. Seluruh tujuh konser tersebut berstatus sold out.
Pencapaian itu terasa semakin besar karena Vaundy tercatat sebagai solois pria termuda yang menggelar tur empat dome utama di Jepang. Sekitar 350.000 penonton hadir sepanjang rangkaian tersebut. Karena itu, memilih konser Tokyo Dome sebagai dasar album live terasa cukup masuk akal. Venue tersebut tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga menjadi salah satu simbol keberhasilan bagi musisi Jepang. Kini, sebagian atmosfer dari malam tersebut akan tersedia dalam bentuk audio. Alih-alih memasukkan keseluruhan setlist konser, Vaundy memilih 13 lagu yang mewakili berbagai fase kariernya. Pendengar akhirnya dapat merasakan bagaimana lagu-lagu yang sebelumnya dikenal melalui versi studio berubah ketika dimainkan di depan puluhan ribu orang.
“Tokyo Flash”, “Odoriko”, dan “Kaiju no Hanauta” Masuk Daftar Lagu
Pilihan lagu dalam Vaundy DOME TOUR 2026 “SILENCE” LIVE SELECTION from TOKYO DOME membawa beberapa karya yang memiliki posisi penting dalam katalog Vaundy. Album dibuka dengan “Audio 015”, kemudian dilanjutkan oleh “Tokyo Flash” dan “Fukakouryoku”. Setelah itu hadir “Hadaka no Yuusha”, “Odoriko”, “Koi Kaze ni Nosete”, “Shiwaawase”, “Hana Uranai”, “Yobigoe”, “soramimi”, “CHAINSAW BLOOD”, dan “Tokimeki”. Vaundy kemudian menempatkan “Kaiju no Hanauta” sebagai lagu terakhir dalam pilihan 13 trek tersebut.
Susunan tersebut secara tidak langsung memperlihatkan perkembangan karier Vaundy. “Tokyo Flash” merupakan salah satu lagu yang membantu namanya mendapat perhatian pada periode awal. Sementara itu, “Fukakouryoku” semakin memperluas basis pendengarnya. Kemudian, lagu seperti “Odoriko” berkembang menjadi salah satu karya yang paling mudah dikenali dalam katalognya. “Hadaka no Yuusha” juga memperlihatkan kemampuan Vaundy membawa musiknya menuju audiens anime melalui keterlibatannya dengan Ranking of Kings. Di sisi lain, “CHAINSAW BLOOD” membawa namanya semakin dekat dengan pendengar internasional setelah digunakan sebagai salah satu ending theme anime Chainsaw Man.
Namun, “Kaiju no Hanauta” memiliki posisi tersendiri. Lagu tersebut berkembang menjadi salah satu karya terbesar Vaundy dan terus mempertahankan popularitasnya jauh setelah pertama kali dirilis. Dalam konser, lagu ini juga sering menjadi momen ketika hubungan antara Vaundy dan penonton terasa paling kuat. Karena itu, menempatkannya di bagian akhir album memberikan penutup yang sesuai. Versi live memungkinkan suara penonton, energi band, dan vokal Vaundy menjadi bagian dari pengalaman yang berbeda dibandingkan rekaman studio.
Tur SILENCE Jadi Tonggak Besar Karier Vaundy
Skala Vaundy DOME TOUR 2026 “SILENCE” menunjukkan seberapa cepat perjalanan Vaundy berkembang. Ia mulai mendapat perhatian pada 2019 setelah mengunggah musik secara mandiri melalui YouTube. “Tokyo Flash” menjadi salah satu lagu yang membantu memperkenalkan karakter musiknya. Kemudian, sejumlah rilisan lain memperlihatkan bahwa Vaundy tidak ingin membatasi diri pada satu genre. Rock, pop, R&B, elektronik, hingga berbagai pengaruh alternatif dapat muncul dalam katalog yang sama. Selain menulis dan menyusun musik, ia juga terlibat dalam berbagai aspek visual dan kreatif dari karyanya.
Hanya beberapa tahun setelah periode awal tersebut, Vaundy sudah mampu mengisi dome di empat kota besar Jepang. Bahkan, dua malam Tokyo Dome pada Februari sama-sama terjual habis. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa popularitasnya tidak hanya berasal dari beberapa lagu viral. Ia sudah membangun katalog yang cukup besar untuk menopang pertunjukan berskala stadium sekaligus memiliki basis penggemar yang mengikuti perkembangan musiknya. Oleh karena itu, album live pertama ini juga berfungsi sebagai dokumentasi mengenai posisi Vaundy pada 2026. Ia tidak lagi berada dalam fase musisi internet yang sedang mencari audiens, tetapi sudah menjadi salah satu nama besar dalam musik Jepang modern.
Tur SILENCE sendiri berakhir pada 28 Maret di Sapporo. Pada konser terakhir tersebut, Vaundy juga memperkenalkan “The SILENCE”, lagu yang kemudian dirilis secara digital. Selain itu, ia mengumumkan keterlibatan dalam lagu tema drama Fuji TV Sabakan, Uchuu e Iku yang dibintangi Takumi Kitamura. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa tur dome tidak menjadi akhir dari periode sibuknya. Sebaliknya, Vaundy langsung bergerak menuju rilisan baru dan rencana konser yang lebih luas.
Vaundy Bersiap Memulai Tur Arena Asia Pertama
Waktu perilisan album live juga berkaitan langsung dengan agenda berikutnya. Hanya sehari setelah album tersedia pada 4 September, Vaundy akan memulai Vaundy ASIA ARENA TOUR 2026 “HORO”. Tur tersebut menjadi tur arena Asia pertamanya dan membawa Vaundy ke lima kota, yaitu Tokyo, Seoul, Hong Kong, Fukuoka, dan Taipei. Secara keseluruhan, sembilan pertunjukan yang dijadwalkan di lima kota tersebut sudah terjual habis. Sementara itu, pertunjukan Shanghai yang sebelumnya masuk agenda telah diumumkan batal.
Pergerakan dari tur dome Jepang menuju arena Asia menunjukkan arah yang semakin jelas dalam perkembangan kariernya. Vaundy sudah memiliki pendengar di luar Jepang, terutama karena sejumlah lagunya mendapat eksposur internasional melalui streaming, anime, dan media sosial. “CHAINSAW BLOOD” menjadi salah satu contoh paling mudah karena hubungan dengan Chainsaw Man memperkenalkan musiknya kepada banyak pendengar yang sebelumnya mungkin tidak mengikuti J-Pop. “Odoriko” juga memiliki daya tahan kuat melalui layanan streaming dan video pendek. Karena itu, membawa pertunjukan menuju Seoul, Hong Kong, dan Taipei merupakan langkah yang cukup alami.
Selain itu, status sold out untuk sembilan konser memperlihatkan adanya permintaan nyata terhadap pertunjukan Vaundy di kawasan Asia. Album live Tokyo Dome kemudian dapat menjadi jembatan yang menarik. Pendengar yang belum pernah melihat konsernya mendapatkan gambaran mengenai energi pertunjukan melalui 13 rekaman tersebut sebelum tur HORO dimulai. Pada saat yang sama, penggemar yang hadir di Tokyo Dome memiliki kesempatan mengulang sebagian pengalaman mereka melalui format audio.
Dari Musisi YouTube Menuju Salah Satu Nama Besar J-Pop
Perjalanan Vaundy terasa menarik karena berlangsung dalam waktu relatif singkat. Ia memulai aktivitas musik secara serius dengan mengunggah karya melalui internet pada 2019. Sejak awal, karakter yang muncul bukan sekadar penyanyi yang membawakan lagu buatan orang lain. Vaundy menulis, menggubah, dan mengaransemen musiknya sendiri. Selain itu, ia terlibat dalam produksi visual, desain, dan berbagai aspek kreatif lain yang membangun identitasnya sebagai artis. Pendekatan tersebut membuat proyek Vaundy berkembang seperti sebuah dunia kreatif yang tidak hanya bergantung pada musik.
Kesuksesan “Tokyo Flash” kemudian diikuti berbagai lagu yang memiliki karakter berbeda. Vaundy tidak terlihat terlalu tertarik mempertahankan formula yang sama setelah mendapatkan hit. Sebaliknya, setiap rilisan dapat membawa warna produksi berbeda. Pendekatan itu membantu katalognya terasa cukup luas ketika dibawa ke konser besar. Dalam satu pertunjukan, ia dapat bergerak dari lagu yang lebih lembut menuju rock yang agresif tanpa kehilangan identitas utama.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika ukuran venue membesar. Pertunjukan dome membutuhkan lagu yang mampu mempertahankan energi di ruangan dengan puluhan ribu penonton. Pada titik ini, “Kaiju no Hanauta” menjadi salah satu senjata terkuat Vaundy. Namun, album live baru menunjukkan bahwa pengalaman konsernya tidak dibangun hanya melalui satu lagu. “Tokyo Flash”, “Fukakouryoku”, “Odoriko”, “Hana Uranai”, “CHAINSAW BLOOD”, dan sejumlah materi lain ikut membentuk perjalanan sepanjang pertunjukan.
Album Live Pertama Jadi Dokumentasi Fase Penting Vaundy
Vaundy DOME TOUR 2026 “SILENCE” LIVE SELECTION from TOKYO DOME pada akhirnya bukan sekadar kumpulan versi konser dari lagu-lagu populer. Album tersebut menangkap salah satu fase terbesar dalam karier Vaundy sejauh ini. Konser yang direkam berlangsung ketika dirinya sedang menjalani tur empat dome sebagai solois pria termuda yang mencapai pencapaian tersebut. Seluruh rangkaian terjual habis, sekitar 350.000 orang hadir, dan beberapa bulan kemudian Vaundy sudah bersiap membawa pertunjukannya menuju arena di berbagai kota Asia.
Keputusan merilis hanya 13 lagu juga membuat proyek ini terasa seperti pilihan momen terbaik daripada dokumentasi lengkap konser. Pendengar mendapatkan lagu dari berbagai periode, mulai dari “Tokyo Flash” hingga “Kaiju no Hanauta”. Selain itu, format live memberikan sesuatu yang tidak selalu dapat ditangkap oleh versi studio: perubahan vokal, permainan band, respons penonton, serta energi yang muncul ketika sebuah lagu dimainkan di ruangan sebesar Tokyo Dome.
Momentum Vaundy juga belum menunjukkan tanda melambat. Setelah tur Asia 2026, ia sudah memiliki rencana besar berikutnya. Vaundy JAPAN ARENA TOUR 2027-2028 dijadwalkan berlangsung dari Agustus 2027 hingga Februari 2028 dengan total 30 pertunjukan di 13 kota. Artinya, ekspansi pertunjukan live masih menjadi bagian penting dari fase berikutnya dalam kariernya.
Untuk sekarang, album live pertama tersebut menjadi kesempatan melihat kembali malam 15 Februari 2026 ketika Vaundy berdiri di Tokyo Dome di tengah salah satu tur terbesarnya. Tujuh tahun setelah mulai mengunggah musik melalui YouTube, ia sudah bergerak dari layar kecil menuju panggung dome dan arena internasional. Ketika Vaundy DOME TOUR 2026 “SILENCE” LIVE SELECTION from TOKYO DOME dirilis pada 4 September, perjalanan tersebut akhirnya memiliki rekaman audio resmi yang dapat didengar kembali kapan saja.