Hari terakhir ExWHYZ akhirnya tiba. Grup musik Jepang tersebut resmi mengakhiri aktivitasnya pada 31 Agustus 2026 setelah sekitar empat tahun berjalan. Sebagai penutup, yu-ki, mayu, maho, dan mikina menggelar ExWHYZ LAST LIVE ‘光’ di Zepp Haneda, Tokyo. Konser dibuka pukul 18.00 dan dimulai pukul 19.00 waktu Jepang. Seluruh tiket pun sudah terjual habis sebelum hari pertunjukan.

Namun, ExWHYZ tidak sekadar menyiapkan konser perpisahan. Lima hari sebelumnya, mereka merilis album ketiga sekaligus terakhir, zION. Album itu kemudian diperluas melalui zION [Special Edition] yang berisi 26 lagu. Selain itu, grup menyiapkan sesi khusus setelah konser agar penggemar dapat menikmati beberapa menit terakhir di dalam venue. Dengan demikian, 31 Agustus benar-benar menjadi penutup yang sudah dipersiapkan secara matang.

31 Agustus Menjadi Hari Terakhir ExWHYZ

Rencana pembubaran ExWHYZ sebenarnya sudah diketahui sejak akhir 2025. Meski begitu, grup tidak langsung menghentikan aktivitas. Sebaliknya, mereka menggunakan 2026 untuk menjalani perjalanan terakhir bersama para penggemar yang dikenal sebagai Master. Musik baru tetap dirilis, tur tetap berjalan, dan berbagai acara terus digelar.

Kemudian, pada Mei 2026, tanggal perpisahan akhirnya menjadi jelas. ExWHYZ mengumumkan bahwa konser terakhir akan berlangsung pada 31 Agustus di Zepp Haneda. Mereka memberi pertunjukan itu nama sederhana tetapi penuh makna, “光” atau Hikari, yang berarti cahaya.

Dalam pesan menjelang konser, ExWHYZ mengatakan bahwa cahaya grup akan padam pada hari tersebut. Namun, mereka berharap cahaya itu tetap hidup dalam diri orang-orang yang pernah mencintai ExWHYZ. Karena itu, “光” tidak hanya menjadi nama konser. Judul tersebut juga menggambarkan cara mereka memandang akhir perjalanan grup.

Antusiasme Master terlihat jelas dari penjualan tiket. Seluruh tiket konser terakhir dinyatakan sold out. Oleh karena itu, Zepp Haneda menjadi tempat berkumpulnya penggemar yang ingin menyaksikan yu-ki, mayu, maho, dan mikina untuk terakhir kalinya sebagai ExWHYZ.

Tidak Ada Kejutan Setelah Konser Terakhir

ExWHYZ menyiapkan satu bagian yang tidak biasa setelah pertunjukan selesai. Mereka menyebutnya AFTERHOURS. Selama sekitar 15 menit setelah konser, penonton diperbolehkan tetap berada di dalam venue. Mereka juga bebas meninggalkan ruangan kapan saja.

Meski demikian, pihak grup sudah memberikan penjelasan tegas. Tidak akan ada pengumuman kejutan setelah 15 menit tersebut. Selain itu, keempat anggota juga tidak akan kembali ke panggung untuk encore tambahan. Artinya, ketika pertunjukan utama berakhir, penampilan ExWHYZ benar-benar selesai.

Keputusan itu membuat AFTERHOURS memiliki arti berbeda. Penggemar dapat melihat panggung yang baru saja digunakan untuk terakhir kalinya. Mereka bisa berbicara dengan teman, mengambil waktu untuk mengingat perjalanan grup, atau sekadar berdiri beberapa menit sebelum meninggalkan venue.

Dengan kata lain, ExWHYZ tidak menggunakan akhir konser untuk membangun misteri mengenai masa depan. Sebaliknya, mereka memberikan ruang bagi Master untuk menerima bahwa perjalanan grup sudah selesai. Konsep sederhana tersebut justru membuat suasana perpisahan terasa lebih kuat.

Selain AFTERHOURS, anggota juga menyiapkan surat tulisan tangan bagi anggota fan club xYZ. Pesan tersebut dijadwalkan tersedia setelah konser berakhir. Karena itu, kata-kata terakhir dari masing-masing anggota menjadi bagian dari rangkaian penutupan aktivitas ExWHYZ.

zION Menjadi Album Terakhir ExWHYZ

Sebelum menuju konser terakhir, ExWHYZ memberikan satu album penuh kepada penggemar. zION dirilis pada 26 Agustus 2026, hanya lima hari sebelum pembubaran. Album tersebut menjadi album studio ketiga mereka sekaligus rilisan penuh pertama sejak xANADU pada April 2023.

Total 10 lagu masuk ke dalam zION. Album dibuka oleh lagu berjudul sama, kemudian dilanjutkan dengan “WHERE”, “TONIGHT TONIGHT”, “DON’T CRY”, “00:00”, “SONNET”, “NOT ENOUGH”, “iD”, “FADED”, dan “GIVE YOU MY WORD”.

Beberapa lagu sebenarnya sudah diperkenalkan sebelum album tiba. “iD”, “DON’T CRY”, dan “GIVE YOU MY WORD” termasuk materi yang telah dirilis lebih dahulu. Sementara itu, tujuh lagu lainnya menjadi materi baru yang melengkapi album terakhir tersebut.

Menariknya, ExWHYZ tetap memilih membuat album original meskipun pembubaran sudah diumumkan. Mereka tidak sekadar mengeluarkan kompilasi lagu lama. Sebaliknya, grup ingin meninggalkan versi terbaru dari musik ExWHYZ sebelum aktivitas benar-benar berakhir.

Lagu “00:00” terasa semakin relevan menjelang 31 Agustus. Materinya menggambarkan malam sebelum hari terakhir tiba. Ketika lagu tersebut diperkenalkan pada Juli, perpisahan masih berjarak beberapa minggu. Kini, cerita dalam lagu itu bertemu langsung dengan kenyataan yang dihadapi grup.

26 Lagu Merangkum Perjalanan dari Awal hingga Akhir

Perpisahan ExWHYZ tidak berhenti pada 10 lagu dalam zION. Pada hari yang sama, grup juga merilis zION [Special Edition] secara digital. Versi ini memperluas album menjadi 26 lagu dengan menggabungkan zION dan koleksi single yESTERDAYZ.

Sebanyak 16 lagu dari yESTERDAYZ disusun berdasarkan urutan perilisannya. Perjalanan tersebut dimulai dari “Wanna Dance” yang hadir pada Agustus 2022. Lagu debut itu diproduksi oleh Shinichi Osawa dan menjadi salah satu titik awal identitas musikal ExWHYZ.

Setelah itu, koleksi bergerak melewati berbagai single hingga “Regret” yang dirilis pada April 2026. Sementara itu, 10 lagu dari zION menunjukkan bentuk terakhir musik mereka. Akibatnya, zION [Special Edition] terasa seperti perjalanan dari hari pertama hingga hari-hari terakhir ExWHYZ.

Mayu juga menjelaskan bahwa koleksi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pendengar baru. Seseorang yang belum mengikuti ExWHYZ sejak awal dapat memahami perjalanan mereka melalui 26 lagu tersebut. Di sisi lain, Master mendapatkan sebuah rangkuman besar dari musik yang sudah menemani perjalanan grup.

Selain itu, ExWHYZ mempublikasikan ExWHYZ zION | SPECIAL First Live & Interview pada 26 Agustus. Materi tersebut memuat penampilan dari release party zION di Daikanyama UNIT serta wawancara anggota. Dengan demikian, hari-hari terakhir mereka tidak hanya menghasilkan album, tetapi juga dokumentasi visual yang dapat kembali ditonton setelah grup bubar.

Empat Tahun Perjalanan yang Berawal Setelah EMPiRE

Kisah ExWHYZ tidak dapat dipisahkan dari EMPiRE. Setelah aktivitas EMPiRE berakhir pada 2022, proyek baru bernama ExWHYZ lahir. Dari titik tersebut, mereka mulai membangun identitas berbeda dan bergerak lebih dekat dengan dance music serta club culture.

Pada Agustus 2022, “Wanna Dance” membuka katalog mereka. Kemudian, album debut xYZ hadir pada November tahun yang sama. Album kedua, xANADU, menyusul pada April 2023. Melalui periode tersebut, ExWHYZ semakin memperjelas karakter musik dan pertunjukan mereka.

Namun, perjalanan grup tidak selalu berjalan tanpa perubahan. Susunan anggota ikut berubah seiring waktu. Pada akhirnya, yu-ki, mayu, maho, dan mikina menjadi empat nama yang membawa ExWHYZ menuju hari terakhir.

Meskipun pembubaran sudah diputuskan, aktivitas mereka tetap berjalan sepanjang 2026. Salah satu agenda utamanya adalah ExWHYZ LAST TOUR ‘DANCE YOUR DANCE’. Tur tersebut membawa grup ke berbagai kota sebelum seluruh perjalanan live diarahkan menuju Zepp Haneda.

Selain tur, mereka tetap menjalankan acara perilisan zION dan beberapa pertunjukan khusus. Bahkan, bonus pembelian CD di venue konser terakhir menggunakan foto yang diambil dengan kostum LAST LIVE “光”. Detail kecil seperti itu membuat rilisan terakhir dan konser perpisahan terasa saling terhubung.

“光” Menutup ExWHYZ Tanpa Janji untuk Kembali

Pembubaran sebuah grup sering membuka pertanyaan mengenai reuni. Namun, ExWHYZ tidak menggunakan konser terakhir untuk memberikan janji semacam itu. Fokus mereka tetap berada pada empat anggota yang naik ke panggung pada 31 Agustus dan apa yang ingin mereka tinggalkan kepada Master.

Karena itu, konsep “光” terasa semakin tepat. Cahaya ExWHYZ sebagai grup memang berhenti pada malam ini. Meski begitu, musik yang mereka buat selama empat tahun tidak ikut menghilang. Album, single, video musik, dan rekaman konser tetap menjadi bagian dari perjalanan pendengarnya.

zION [Special Edition] menjadi contoh paling jelas. Sebanyak 26 lagu di dalamnya membawa pendengar dari “Wanna Dance” menuju materi terakhir zION. Koleksi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai album perpisahan. Sebaliknya, rilisan itu menjadi arsip musik dari sebuah grup yang mengetahui kapan ceritanya akan berakhir.

Pada saat yang sama, AFTERHOURS memberikan akhir yang lebih personal. Setelah musik berhenti, penggemar mendapatkan sekitar 15 menit untuk menikmati suasana terakhir di Zepp Haneda. Tidak ada encore tersembunyi. Tidak ada pengumuman lanjutan. Tidak ada anggota yang kembali ke atas panggung.

Setelah itu, ExWHYZ benar-benar selesai.

Dari debut pada 2022 hingga zION pada 2026, perjalanan mereka memang berlangsung sekitar empat tahun. Namun, dalam periode tersebut ExWHYZ berhasil membangun katalog, karakter live, dan hubungan kuat dengan Master. Mereka juga meninggalkan identitas yang berbeda dari proyek yang melahirkan mereka.

Kini, 31 Agustus 2026 menjadi tanggal terakhir ExWHYZ. Yu-ki, mayu, maho, dan mikina menutup perjalanan melalui LAST LIVE “光” di Zepp Haneda. Album terakhir sudah dirilis, 26 lagu sudah dikumpulkan, dan pesan perpisahan sudah disiapkan.

Cahaya ExWHYZ sebagai grup akhirnya padam. Namun, seperti pesan yang mereka sampaikan menjelang konser, cahaya itu tidak harus benar-benar hilang. Setelah panggung kosong dan pintu Zepp Haneda ditutup, musik yang mereka tinggalkan masih dapat terus hidup bersama orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.