Salah satu balada paling ikonik milik X JAPAN mendapatkan kehidupan baru setelah tiga dekade. YOSHIKI dan Josh Groban resmi merilis “Forever Love (Live)” secara global pada 28 Agustus 2026, menghadirkan interpretasi baru dari lagu yang pertama kali diperkenalkan X JAPAN pada 1996. Kolaborasi ini direkam secara langsung di Walt Disney Concert Hall, Los Angeles, dengan YOSHIKI memainkan piano bersama orkestra dan Josh Groban mengambil posisi sebagai vokalis.

Versi terbaru tersebut juga membawa perubahan penting. Josh Groban membuka “Forever Love” menggunakan bagian berbahasa Inggris baru yang ditulis YOSHIKI, kemudian menyanyikan bagian asli dalam bahasa Jepang dan Inggris. Hasilnya bukan sekadar versi cover dari lagu lama. Sebaliknya, YOSHIKI membangun ulang salah satu karya terbesarnya sebagai kolaborasi lintas negara yang mempertemukan rock Jepang, musik klasik, dan karakter vokal Josh Groban.

“Forever Love” Kembali Setelah 30 Tahun

“Forever Love” mempunyai posisi khusus dalam perjalanan X JAPAN. YOSHIKI menulis dan menggubah lagu tersebut untuk grupnya, kemudian merilisnya pada 1996. Sejak saat itu, lagu ini berkembang menjadi salah satu balada X JAPAN yang paling dikenal di Jepang maupun berbagai negara Asia.

Kini, tepat 30 tahun setelah perilisan awalnya, YOSHIKI membawa lagu tersebut menuju arah berbeda. Ia tidak mengubah identitas emosional “Forever Love” secara drastis. Namun, aransemen piano, orkestra, dan vokal memberikan skala yang lebih luas dibandingkan pendekatan band pada versi klasiknya.

Josh Groban menjadi bagian utama dari perubahan tersebut. Penyanyi asal Amerika Serikat itu dikenal melalui karakter vokalnya yang kuat dan pendekatan musik yang sering mempertemukan pop dengan unsur klasik. Karena itu, “Forever Love” memberikan ruang yang cukup besar untuk karakter vokalnya berkembang.

Selain itu, Groban tidak hanya menyanyikan versi bahasa Inggris. Ia juga membawakan bagian asli dalam bahasa Jepang. Keputusan tersebut menjadi salah satu elemen terpenting dalam kolaborasi ini karena identitas Jepang dari “Forever Love” tetap dipertahankan.

YOSHIKI sendiri mengaku tersentuh ketika mendengar Groban menyanyikan lagu tersebut dalam bahasa Jepang. Menurutnya, Groban memberikan emosi dan kedalaman baru kepada “Forever Love”. Pada saat yang sama, YOSHIKI berharap pesan mengenai cinta dalam lagu tersebut dapat menjangkau lebih banyak pendengar di seluruh dunia.

Pertemuan YOSHIKI dan Josh Groban Terjadi di Los Angeles

Versi “Forever Love (Live)” berasal dari sebuah pertunjukan nyata, bukan rekaman yang dibangun sepenuhnya di studio. Penampilan tersebut direkam pada 17 Juli 2026 dalam konser kedua YOSHIKI di Walt Disney Concert Hall, Los Angeles.

Konser itu menjadi bagian dari YOSHIKI CLASSICAL 2026 IN LOS ANGELES yang berlangsung pada 16 dan 17 Juli. Kedua pertunjukan tersebut terjual habis. Selain itu, konser menandai debut YOSHIKI di salah satu gedung pertunjukan klasik paling terkenal di Amerika Serikat.

Pada malam kedua, Josh Groban muncul sebagai tamu dan membawakan “Forever Love” bersama YOSHIKI. Piano menjadi pusat aransemennya, sementara orkestra memperluas suasana lagu. Kemudian, vokal Groban membawa karakter berbeda tanpa menghilangkan melodi yang sudah dikenal penggemar selama puluhan tahun.

Menariknya, YOSHIKI menambahkan pembukaan baru dalam bahasa Inggris khusus untuk interpretasi tersebut. Setelah bagian pembuka, Groban bergerak menuju lirik asli berbahasa Jepang dan Inggris. Dengan demikian, versi ini sejak awal memang dirancang sebagai interpretasi bilingual.

Groban melihat kolaborasi tersebut sebagai kesempatan untuk melewati batas bahasa dan genre. Ia juga menyebut YOSHIKI sebagai seorang ikon serta mengakui posisi “Forever Love” sebagai salah satu lagu yang paling mewakili sang musisi Jepang.

Pertemuan mereka akhirnya menghasilkan sesuatu yang lebih permanen daripada penampilan konser. Rekaman dari Walt Disney Concert Hall kemudian dipersiapkan menjadi single resmi dan dirilis ke berbagai layanan musik dunia pada akhir Agustus.

Bahasa Jepang dan Inggris Membawa Lagu Ini ke Pendengar Global

Keputusan mempertahankan bahasa Jepang menjadi bagian menarik dari “Forever Love (Live)”. YOSHIKI sebenarnya mempunyai pilihan untuk mengubah seluruh lagu menjadi bahasa Inggris agar lebih mudah dipasarkan secara internasional. Namun, pendekatan tersebut tidak digunakan.

Sebaliknya, versi baru memadukan dua bahasa. YOSHIKI menulis bagian pembuka bahasa Inggris, sedangkan bagian lain tetap mempertahankan lirik Jepang. Karena itu, kolaborasi ini tidak mencoba menghilangkan asal-usul lagu demi menjangkau pasar global.

Pendekatan tersebut juga sesuai dengan perjalanan YOSHIKI dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitasnya semakin sering menghubungkan Jepang dengan industri hiburan internasional. Ia tampil di berbagai panggung global, bekerja bersama musisi dari negara lain, serta membawa unsur musik klasik dan rock dalam proyek yang sama.

Sementara itu, Josh Groban mempunyai pengalaman panjang menyanyikan materi dalam bahasa selain Inggris. Kemampuan tersebut menjadi keuntungan ketika ia harus memasuki lagu yang sudah sangat melekat dengan karakter vokal dan bahasa aslinya.

Hasil akhirnya membuat “Forever Love” mempunyai dua identitas sekaligus. Penggemar lama masih dapat mengenali struktur emosional lagu tersebut. Namun, pendengar yang mengenal Groban dari musik pop dan classical crossover mendapatkan pintu masuk berbeda menuju salah satu karya terkenal X JAPAN.

Selain itu, lokasi rekamannya ikut memperkuat nuansa internasional. Walt Disney Concert Hall bukan sekadar tempat konser di Los Angeles. Gedung tersebut merupakan rumah Los Angeles Philharmonic dan dikenal sebagai salah satu venue musik klasik penting di dunia. Oleh karena itu, pemilihan tempat memberikan konteks yang sesuai untuk aransemen piano dan orkestra.

Kolaborasi Ini Menjadi Rilisan Langka atas Nama YOSHIKI

“Forever Love (Live)” juga penting jika dilihat dari katalog solo YOSHIKI. Rilisan tersebut menjadi lagu pertama yang dirilis atas nama YOSHIKI dalam sekitar delapan tahun, setelah “Red Swan” pada 2018.

“Red Swan” sendiri menjadi salah satu karya solo YOSHIKI yang paling dikenal secara internasional. Lagu tersebut digunakan sebagai opening theme Attack on Titan Season 3 dan mempertemukannya dengan HYDE. Dalam perkembangannya, “Red Swan” mengumpulkan lebih dari 100 juta streaming di Spotify menurut informasi resmi YOSHIKI.

Setelah jeda panjang tersebut, “Forever Love (Live)” membuka fase baru. Menariknya, YOSHIKI tidak kembali melalui komposisi yang sepenuhnya baru. Ia justru mengambil lagu berusia tiga dekade dan membangun ulang karya tersebut bersama penyanyi internasional.

Namun, proyek ini tampaknya bukan rilisan tunggal yang berdiri sendiri. Situs resmi YOSHIKI menyebut bahwa rilisan ketiga dan keempat atas namanya juga sedang dipersiapkan. Dengan demikian, kolaborasi bersama Josh Groban dapat menjadi awal dari rangkaian aktivitas musik baru.

Momentum perilisan juga dibuat cukup besar. Pada 28 Agustus, YOSHIKI mengadakan listening party ketika “Forever Love (Live)” mulai tersedia di Jepang. Josh Groban bergabung secara daring dari Amerika Serikat. Setelah itu, listening party kedua digelar ketika distribusi lagu semakin meluas ke berbagai negara.

Karena itu, perilisan “Forever Love” tidak hanya mengandalkan nostalgia terhadap X JAPAN. YOSHIKI menggunakan lagu tersebut untuk membuka kembali aktivitas rekaman atas namanya sendiri.

“Forever Love” Mendapat Momentum Besar pada 2026

Pemilihan 2026 untuk menghidupkan kembali “Forever Love” juga terasa tepat. Tahun ini menandai 30 tahun sejak lagu tersebut pertama kali dirilis. Selain kolaborasi bersama Josh Groban, karya tersebut kembali mendapatkan perhatian melalui proyek lain yang berhubungan dengan sejarahnya.

Pada Agustus, video musik resmi “Forever Love” akhirnya dirilis setelah 30 tahun. Lagu tersebut juga kembali dikaitkan dengan X: The Movie, film anime berdasarkan karya CLAMP yang pertama kali hadir pada 1996.

Film tersebut mulai tersedia secara streaming secara terbatas pada 14 Agustus 2026. Di Jepang, penayangannya tersedia melalui d Anime Store, sedangkan distribusi internasional dilakukan melalui Crunchyroll. Dengan demikian, generasi baru mempunyai kesempatan menemukan hubungan antara film tersebut dan “Forever Love”.

Pada waktu yang hampir bersamaan, YOSHIKI juga mencapai pencapaian pribadi melalui rangkaian EVENING / BREAKFAST with YOSHIKI 2026 in TOKYO JAPAN di Grand Hyatt Tokyo. Pertunjukan pada akhir Agustus membawa seri dinner show miliknya melewati penampilan ke-100 sejak pertama kali dimulai pada 2014.

Seluruh tujuh pertunjukan yang berlangsung pada 27–30 Agustus terjual habis. Pada akhir rangkaian tersebut, jumlah keseluruhan dinner show YOSHIKI mencapai 105 pertunjukan dalam 12 tahun.

Selain itu, sejumlah musisi hadir sebagai tamu selama rangkaian tersebut, termasuk MIYAVI, Kiyoharu dari Kuroyume, Yudai Takenaka dari Novelbright, serta PATA dari X JAPAN. Josh Groban sendiri ikut bergabung secara daring dalam program khusus untuk merayakan perilisan “Forever Love (Live)”.

Oleh karena itu, akhir Agustus menjadi periode yang sangat padat bagi YOSHIKI. Di tengah perayaan perjalanan panjangnya, kolaborasi bersama Groban menjadi salah satu proyek yang paling jelas membawa musiknya menuju audiens internasional.

Dari Balada X JAPAN Menjadi Kolaborasi Global

Tiga puluh tahun merupakan perjalanan panjang untuk sebuah lagu. Industri musik telah berubah, cara pendengar menemukan musik sudah berbeda, dan generasi baru muncul. Namun, “Forever Love” masih mendapatkan kesempatan untuk kembali dalam bentuk yang baru.

YOSHIKI tidak mencoba menggantikan versi X JAPAN. Sebaliknya, “Forever Love (Live)” memperluas perjalanan lagu tersebut. Piano dan komposisi YOSHIKI tetap menjadi fondasinya. Kemudian, orkestra memberikan ruang yang lebih luas, sementara Josh Groban menghadirkan karakter vokal berbeda.

Penggunaan bahasa Jepang juga membuat identitas aslinya tetap terasa. Pada saat yang sama, pembukaan bahasa Inggris memberikan jalur yang lebih mudah bagi pendengar internasional untuk memasuki cerita lagu tersebut. Karena itu, kolaborasi ini terasa lebih seperti pertemuan dua dunia daripada proses mengubah lagu Jepang menjadi lagu Barat.

Bagi Josh Groban, proyek ini mempertemukannya dengan salah satu figur rock paling dikenal dari Jepang. Sebaliknya, bagi YOSHIKI, suara Groban memberikan kesempatan untuk mendengar komposisinya melalui interpretasi penyanyi yang tumbuh dari tradisi musik berbeda.

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bagaimana katalog lama dapat menemukan kehidupan baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada nostalgia. “Forever Love” tetap membawa sejarah X JAPAN, tetapi versi 2026 mempunyai alasan tersendiri untuk hadir.

Lebih penting lagi, pesan mengenai cinta, kehilangan, dan hubungan yang bertahan melewati waktu tidak membutuhkan batas bahasa tertentu. Itulah alasan lagu tersebut masih dapat dibawakan tiga dekade setelah perilisan pertamanya.

Kini, “Forever Love (Live)” YOSHIKI dan Josh Groban sudah tersedia secara global sejak 28 Agustus 2026. Dari lagu X JAPAN pada 1996 menuju panggung Walt Disney Concert Hall di Los Angeles 30 tahun kemudian, “Forever Love” akhirnya memasuki babak baru sebagai sebuah kolaborasi global.