ENHYPEN kembali menunjukkan kuatnya pasar mereka di Jepang. Mini album terbaru THE SIN : BLISS langsung menempati peringkat pertama Oricon Weekly Album Ranking yang diumumkan pada 1 September 2026. Album tersebut mencatat penjualan sekitar 190.000 kopi pada minggu pertama, berdasarkan periode penghitungan 24–30 Agustus. Pencapaian ini sekaligus memberi ENHYPEN album nomor satu ke-11 mereka di chart mingguan Oricon.

Hasil tersebut terasa semakin kuat karena THE SIN : BLISS baru resmi tersedia secara fisik di Jepang pada 25 Agustus 2026. Artinya, ENHYPEN hanya membutuhkan beberapa hari penjualan untuk menguasai peringkat mingguan. Selain itu, keberhasilan ini melanjutkan catatan yang sebelumnya mereka raih melalui DESIRE : UNLEASH. Album tersebut menjadi rilisan terakhir ENHYPEN yang mencapai posisi pertama sebelum era THE SIN : BLISS dimulai.

THE SIN : BLISS Langsung Puncaki Oricon

Oricon mengumumkan hasil terbaru Weekly Album Ranking pada Selasa, 1 September. Dalam daftar tersebut, THE SIN : BLISS masuk langsung di posisi pertama dengan estimasi penjualan minggu perdana sebanyak 190.000 kopi. Data itu berasal dari periode penghitungan 24 hingga 30 Agustus 2026.

Dengan hasil tersebut, ENHYPEN kini mengoleksi 11 album yang pernah mencapai peringkat pertama dalam Oricon Weekly Album Ranking. Sebelumnya, posisi teratas terakhir mereka datang melalui DESIRE : UNLEASH pada chart bertanggal 16 Juni 2025.

Menariknya, rilisan fisik THE SIN : BLISS di Jepang baru dimulai pada 25 Agustus. Sementara itu, versi digital album sudah tersedia sejak 21 Agustus bersamaan dengan perilisan Korea. Karena itu, performa minggu pertama di Oricon memperlihatkan bahwa permintaan terhadap versi fisiknya tetap tinggi meskipun penggemar sudah bisa mendengarkan album melalui layanan streaming.

Selain itu, pencapaian 190.000 kopi datang di tengah persaingan album K-pop yang kuat di pasar Jepang. Posisi pertama tersebut membuat ENHYPEN sekali lagi mempertahankan tempat mereka sebagai salah satu grup Korea dengan basis konsumen fisik besar di negara itu. Lebih penting lagi, pencapaian tersebut bukan keberhasilan pertama yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari rangkaian album mereka sebelumnya.

Album Nomor Satu ke-11 Memperpanjang Rekor ENHYPEN

Angka 11 menjadi bagian penting dari pencapaian terbaru ENHYPEN. THE SIN : BLISS bukan sekadar album yang berhasil mencatat debut tinggi. Sebaliknya, album ini memperpanjang konsistensi grup dalam membawa rilisan mereka menuju puncak chart Jepang.

Pasar Jepang sendiri memiliki karakter yang berbeda dibandingkan banyak pasar musik global. Penjualan album fisik masih memainkan peran penting. Oleh karena itu, kemampuan sebuah grup mencatat ratusan ribu penjualan dalam waktu singkat menunjukkan besarnya basis penggemar yang bersedia membeli produk fisik.

ENHYPEN sudah membangun pasar tersebut selama beberapa tahun. Mereka tidak hanya mengandalkan album Korea yang didistribusikan di Jepang, tetapi juga aktif melalui single Jepang, konser, tur, fan event, dan berbagai aktivitas lokal. Strategi tersebut membuat hubungan antara ENHYPEN dan ENGENE Jepang berkembang secara konsisten.

Pada 2025, misalnya, grup merilis single Jepang 宵 -YOI-. Kemudian, pada Juni 2026 mereka memperkenalkan digital single Jepang “We’ll Be Fine”. Aktivitas itu menjaga kehadiran ENHYPEN sebelum THE SIN : BLISS memasuki pasar beberapa bulan kemudian.

Karena itu, posisi pertama Oricon kali ini tidak datang dari satu kampanye singkat. ENHYPEN telah membangun momentum melalui aktivitas yang berkelanjutan. Ketika album baru akhirnya tiba, basis penggemar mereka sudah berada dalam posisi siap mendukung rilisan tersebut.

THE SIN : BLISS Membawa Cerita Baru dari ENHYPEN

THE SIN : BLISS merupakan mini album kedelapan ENHYPEN. Secara konsep, rilisan ini membawa kisah mengenai dua kekasih yang menghadapi akhir dari sebuah pelarian. Meskipun masa depan mereka penuh ketidakpastian, kebersamaan justru mereka terima sebagai sebuah bentuk kebahagiaan dan berkat.

Tema tersebut kemudian mendapat representasi utama melalui title track “Bloody Paradise”. Lagu ini membawa elemen Brazilian funk dalam sebuah dance track yang energik. Namun, cerita di baliknya tetap terhubung dengan dunia naratif ENHYPEN yang selama ini sering menggunakan cinta, bahaya, darah, pilihan, dan keabadian sebagai bagian dari identitas mereka.

Dalam “Bloody Paradise”, situasi yang seharusnya terasa berbahaya justru berubah menjadi sebuah “surga”. Dua tokoh dalam ceritanya tidak lagi terlalu memikirkan ancaman di sekitar mereka. Sebaliknya, perhatian mereka tertuju kepada satu sama lain selama pelarian berlangsung.

Pendekatan tersebut membuat THE SIN : BLISS tidak berdiri sebagai proyek terpisah. Album ini masih memiliki hubungan dengan perjalanan musikal yang dibangun ENHYPEN melalui rilisan sebelumnya. Meski demikian, warna produksi dan cara mereka membawakan materi baru tetap memberi identitas tersendiri pada era ini.

Sebelumnya, ENHYPEN membuka 2026 melalui mini album ketujuh THE SIN : VANISH pada Januari. Setelah itu, perjalanan menuju THE SIN : BLISS membuat seri “THE SIN” berkembang semakin jauh. Dengan demikian, dua rilisan pada tahun yang sama memperlihatkan periode yang cukup aktif bagi grup.

Pasar Jepang Tetap Menjadi Kekuatan Besar ENHYPEN

Keberhasilan THE SIN : BLISS di Oricon kembali memperlihatkan pentingnya Jepang dalam perjalanan global ENHYPEN. Negara tersebut sudah lama menjadi salah satu pasar terbesar mereka di luar Korea Selatan. Bahkan, aktivitas grup di Jepang tidak terbatas pada distribusi album Korea.

Untuk perilisan terbaru, HYBE JAPAN menyiapkan berbagai format dan benefit pembelian. Versi utama THE SIN : BLISS tersedia dalam empat bentuk, yaitu TAKE 1, TAKE 2, TAKE 3, dan TAKE 4. Harga masing-masing versi ditetapkan sebesar 3.300 yen termasuk pajak.

Selain empat versi tersebut, kampanye penjualan juga mencakup berbagai benefit melalui toko yang berbeda. Weverse Shop, Universal Music Store, dan sejumlah retailer Jepang menawarkan bonus khusus. Beberapa di antaranya berupa photocard anggota dan item koleksi lain yang berbeda berdasarkan toko maupun paket pembelian.

Namun, strategi promosi tidak berhenti pada barang koleksi. ENHYPEN juga menghubungkan pembelian album dengan sejumlah aktivitas bersama penggemar. Salah satunya adalah fan showcase pada 4 September 2026. Penggemar yang membeli album melalui toko tertentu mendapatkan kesempatan mengikuti undian untuk menghadiri acara tersebut.

Selain itu, terdapat berbagai event lain yang berkaitan dengan perilisan. Aktivitas seperti heart touch event dan high touch juga menjadi bagian dari promosi. Dengan cara tersebut, penjualan album fisik tidak hanya menawarkan CD, tetapi juga membuka kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan anggota.

Strategi semacam ini memang sudah umum di industri K-pop dan Jepang. Meski begitu, hasil akhirnya tetap bergantung pada ukuran serta loyalitas fandom. Penjualan minggu pertama sekitar 190.000 kopi menunjukkan bahwa ENHYPEN masih mempunyai daya beli penggemar yang sangat kuat di Jepang.

“Bloody Paradise” Menjadi Pusat Era Baru

Di tengah keberhasilan album di chart, “Bloody Paradise” menjadi lagu yang membawa identitas utama THE SIN : BLISS. ENHYPEN menggunakan lagu tersebut sebagai pintu masuk menuju konsep terbaru mereka. Selain itu, promosi digital di Jepang juga berpusat pada title track tersebut.

Salah satu kampanye resmi menggunakan LINE MUSIC. Penggemar yang memenuhi jumlah pemutaran tertentu untuk “Bloody Paradise” dapat mengikuti undian menuju event khusus. Dengan demikian, promosi tidak hanya mendorong penjualan CD, tetapi juga aktivitas streaming.

Langkah itu penting karena pola konsumsi musik terus berubah. Penjualan fisik masih sangat kuat di Jepang, sementara streaming semakin penting untuk memperluas jangkauan lagu kepada pendengar umum. Karena itu, menggabungkan kedua sisi tersebut memberikan keuntungan bagi rilisan seperti THE SIN : BLISS.

Di sisi lain, “Bloody Paradise” membawa karakter yang cukup mudah dibedakan dari sejumlah title track ENHYPEN sebelumnya. Unsur Brazilian funk memberikan ritme yang kuat, sedangkan konsep visual dan ceritanya tetap mempertahankan atmosfer khas grup.

Perpaduan tersebut membuat era THE SIN : BLISS memiliki dua kekuatan. Album dapat bergerak melalui penjualan fisik yang didukung fandom, sementara title track mempunyai ruang untuk berkembang melalui streaming, video, pertunjukan, dan media sosial.

Puncak Oricon Membuka September yang Sibuk bagi ENHYPEN

Pencapaian Oricon datang tepat ketika ENHYPEN memasuki September dengan sejumlah aktivitas besar. Setelah album mencapai posisi pertama, grup dijadwalkan menggelar fan showcase pada 4 September sebagai bagian dari promosi THE SIN : BLISS di Jepang.

Selain itu, aktivitas mereka juga terhubung dengan ENHYPEN WORLD TOUR ‘BLOOD SAGA’ IN JAPAN. Beberapa benefit pembelian album bahkan menawarkan kesempatan bagi penggemar untuk mengikuti event setelah konser. Karena itu, promosi album dan aktivitas live berjalan secara beriringan.

Situasi tersebut dapat membantu THE SIN : BLISS mempertahankan perhatian publik setelah minggu pertamanya. Biasanya, debut tinggi menjadi pencapaian awal. Namun, kemampuan album bertahan di chart akan bergantung pada penjualan berikutnya, aktivitas promosi, serta respons terhadap lagu-lagunya.

Untuk saat ini, ENHYPEN sudah mendapatkan awal yang sangat kuat. Sekitar 190.000 kopi pada minggu pertama dan posisi pertama Oricon Weekly Album Ranking menjadi bukti terbaru dari kekuatan mereka di Jepang.

Lebih jauh lagi, pencapaian album nomor satu ke-11 menunjukkan konsistensi yang sulit dianggap sebagai keberhasilan sesaat. Dari satu era menuju era berikutnya, ENHYPEN terus membawa penggemarnya bersama mereka. Jepang pun tetap menjadi salah satu wilayah paling penting dalam ekspansi grup.

Dengan THE SIN : BLISS, ENHYPEN kembali membuktikan bahwa album Korea mereka mampu menghasilkan dampak komersial besar di pasar Jepang. Kini perhatian beralih pada seberapa lama album tersebut mampu bertahan di chart dan bagaimana “Bloody Paradise” berkembang setelah promosi semakin luas.

Namun, satu hal sudah dipastikan pada 1 September 2026. Minggu pertama era baru ENHYPEN di Jepang berakhir dengan hasil besar: THE SIN : BLISS resmi menjadi album nomor satu Oricon dan menambah koleksi mereka menjadi 11 album pemuncak chart.