
Hoshimachi Suisei kembali membuka babak baru dalam perjalanan musiknya. Virtual idol asal Jepang tersebut resmi merilis single digital terbaru berjudul “GUM & DROP” pada 31 Agustus 2026. Lagu ini terasa spesial karena lahir dari sesi penulisan bersama di Los Angeles dengan sejumlah produser dan songwriter internasional. Suisei bahkan menyebut “GUM & DROP” sebagai lagu pertama yang dibuat setelah dirinya memasuki sistem aktivitas baru. Selain melibatkan Suisei sebagai penulis lirik, proyek ini menghadirkan Sabrina Claudio, Paris Alexa, Mikhail Beltran, Xansei, hingga TAKU INOUE. Hasilnya mempertemukan karakter catchy J-Pop dengan dance music Amerika yang modern. Perilisan tersebut juga datang hanya beberapa hari sebelum Suisei memulai arena tour 2026, membuat “GUM & DROP” terasa seperti pembuka untuk fase baru yang jauh lebih besar.
“GUM & DROP” Lahir dari Sesi Kolaborasi di Los Angeles
Berbeda dari banyak lagu Hoshimachi Suisei sebelumnya, “GUM & DROP” lahir melalui pengalaman co-writing di Los Angeles. Suisei terbang ke Amerika Serikat dan bekerja langsung bersama produser serta songwriter yang aktif dalam industri musik internasional. Menurut Suisei, proses tersebut menjadi pengalaman co-writing camp pertamanya. Bahkan, ia mengaku harus menjalani sesi kreatif sambil menghadapi jet lag. Namun, pengalaman baru itu justru menghasilkan lagu yang kemudian menjadi penanda awal dari sistem aktivitas terbarunya.
Suisei tidak hanya hadir sebagai vokalis. Ia ikut menulis lirik bersama Sabrina Claudio dan Paris Alexa. Sementara itu, komposisi lagu dikerjakan oleh Xansei, Mikhail Beltran, Paris Alexa, dan Sabrina Claudio. Beltran dan Xansei kemudian menangani aransemennya. Selain nama-nama tersebut, TAKU INOUE terlibat sebagai produser. Kolaborasi dengan TAKU INOUE tentu bukan sesuatu yang asing bagi penggemar Suisei. Keduanya sudah lama memiliki hubungan kreatif dan bahkan membangun proyek musik Midnight Grand Orchestra.
Keterlibatan Sabrina Claudio memberikan warna menarik karena penyanyi dan songwriter Amerika tersebut dikenal melalui pendekatan R&B kontemporer. Di sisi lain, Mikhail Beltran sebelumnya bekerja dengan nama seperti Chloe x Halle dan Tinashe. Xansei juga memiliki rekam jejak dalam musik Asia modern, termasuk kontribusinya terhadap “SHOOTING STAR” milik XG. Karena itu, “GUM & DROP” tidak sekadar memakai label kolaborasi internasional. Lagu tersebut memang lahir dari pertemuan kreator dengan latar musik berbeda.
J-Pop dan Dance Music Amerika Bertemu dalam Satu Lagu
Secara musikal, “GUM & DROP” dirancang sebagai pertemuan antara melodi catchy khas J-Pop dan dance music Amerika modern. Pendekatan internasional juga terlihat melalui penggunaan bahasa Jepang dan Inggris sepanjang lagu. Namun, unsur global tersebut tidak menghilangkan identitas Hoshimachi Suisei. Sebaliknya, produksi baru memberikan ruang berbeda bagi karakter vokalnya.
Judul “GUM & DROP” mengambil inspirasi dari gumdrop, permen berlapis gula yang populer di Amerika. Dari konsep tersebut, lagu membangun dunia yang penuh warna dengan berbagai elemen seperti permen, gum, dan gummy candy. Nuansa manis tersebut kemudian bertemu dengan karakter lagu yang penuh kepercayaan diri. Karena itu, hasil akhirnya tidak hanya terasa cerah secara visual, tetapi juga membawa energi yang tegas.
Konsep tersebut cukup cocok dengan posisi Suisei saat ini. Ia sudah melewati fase ketika publik hanya mengenalnya sebagai VTuber yang bisa bernyanyi. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas musiknya berkembang semakin dekat dengan industri musik Jepang arus utama. Oleh karena itu, bekerja bersama songwriter internasional di Los Angeles terasa seperti kelanjutan alami dari perkembangan tersebut.
Selain itu, Suisei tampaknya ingin membuat “GUM & DROP” mudah dibawa menuju panggung. Ia secara khusus menyinggung koreografi lagu yang menurutnya sangat lucu dan mengajak penggemar untuk menirukannya. Unsur tersebut membuka peluang lagu berkembang melalui pertunjukan langsung maupun konten pendek di media sosial. Apalagi, jadwal konser besar Suisei sudah menunggu hanya beberapa hari setelah single dirilis.
MV “GUM & DROP” Perkuat Dunia Pop yang Penuh Warna
Perilisan digital “GUM & DROP” pada 31 Agustus juga dibarengi dengan peluncuran music video pada hari yang sama. MV tersebut dijadwalkan melalui premiere YouTube dan membawa konsep visual yang sesuai dengan karakter lagunya. Pendekatan animasi yang pop dan kasual memperkuat tema permen yang menjadi fondasi “GUM & DROP”.
Visual memiliki posisi penting dalam perjalanan Hoshimachi Suisei. Sebagai virtual artist, identitas karakter, animasi, desain panggung, dan music video selalu berhubungan erat dengan musiknya. Namun, seiring kariernya berkembang, produksi visual Suisei juga semakin dekat dengan standar proyek musik besar. “GUM & DROP” meneruskan pendekatan tersebut melalui estetika yang cerah dan mudah dikenali.
Menariknya, pengumuman lagu datang bersamaan dengan berbagai perkembangan baru. Pada 30 Agustus, Suisei memperkenalkan default outfit dan ruangan baru melalui sebuah livestream. Dalam siaran tersebut, ia juga membawakan “GUM & DROP” untuk pertama kalinya sebelum versi digital tersedia. Dengan demikian, peluncuran single terasa seperti bagian dari perubahan visual dan musikal yang lebih luas.
Pada 31 Agustus, Suisei juga mendapatkan wawancara cetak pertamanya di ROCKIN’ON JAPAN. Wawancara tersebut membahas “GUM & DROP”, fase baru dalam aktivitasnya, serta perkembangan identitas Suisei sebagai artis. Kehadiran di salah satu media musik penting Jepang kembali menunjukkan bagaimana posisinya terus bergerak melampaui batas komunitas VTuber.
Suisei Terus Mendekat ke Industri Musik Jepang Arus Utama
Perjalanan Hoshimachi Suisei menjadi salah satu fenomena menarik dalam musik Jepang modern. Ia memulai aktivitas sebagai VTuber independen pada 2018 sebelum akhirnya bergabung dengan Hololive. Namun, sejak awal, musik sudah menjadi bagian utama dari ambisinya. Suisei secara konsisten membangun katalog original sambil memperluas jangkauan pertunjukan live.
Salah satu titik penting datang melalui “Stellar Stellar”. Lagu tersebut berkembang menjadi karya paling identik dengan namanya dan membantu memperkenalkan Suisei kepada audiens yang lebih luas. TAKU INOUE ikut memiliki peran penting dalam perjalanan itu sebagai komposer dan arranger. Setelah itu, hubungan kreatif keduanya berkembang melalui Midnight Grand Orchestra, proyek yang memberi ruang lebih besar untuk eksplorasi elektronik dan pop.
Namun, perkembangan Suisei tidak berhenti di lingkungan virtual. Ia semakin sering muncul dalam program musik, festival, majalah, hingga venue konser besar di Jepang. Bahkan, batas antara artis virtual dan musisi konvensional semakin sulit terlihat ketika melihat skala produksi serta audiensnya saat ini.
“GUM & DROP” membawa perkembangan tersebut satu langkah lebih jauh. Alih-alih hanya mencari kolaborator dari industri Jepang, proses produksinya dibawa langsung ke Los Angeles. Suisei kemudian bekerja dengan kreator yang memiliki pengalaman di R&B, pop, dan dance music internasional. Pada saat yang sama, TAKU INOUE tetap terlibat sehingga karakter musik yang sudah dibangun Suisei tidak hilang.
Karena itu, lagu ini dapat dilihat sebagai eksperimen mengenai seberapa jauh identitas J-Pop Suisei dapat diperluas. Unsur Amerika tidak menggantikan fondasi musiknya. Sebaliknya, kedua pendekatan tersebut bertemu dan membentuk warna baru.
Arena Tour 2026 Dimulai Beberapa Hari Setelah Perilisan
Momentum “GUM & DROP” menjadi semakin penting karena Hoshimachi Suisei Arena Tour 2026 Once Upon a Stellar segera dimulai. Rangkaian tersebut akan membuka perjalanan melalui dua malam di K Arena Yokohama pada 8 dan 9 September 2026. Setelah itu, Suisei menuju GLION ARENA KOBE pada 21 Oktober.
Tur kemudian berlanjut ke IG Arena, Aichi, pada 7 November, sebelum mencapai pertunjukan berikutnya di Marine Messe Fukuoka Hall A pada 12 November. Dengan demikian, empat kota besar masuk dalam rangkaian arena tour tahun ini. Skala venue yang digunakan kembali memperlihatkan pertumbuhan basis penggemarnya.
“GUM & DROP” memiliki peluang besar masuk dalam materi konser tersebut. Apalagi, Suisei sudah menyiapkan koreografi yang menjadi salah satu bagian penting dari lagunya. Membawa materi baru beberapa hari sebelum tur dimulai juga memungkinkan penggemar mengenalnya terlebih dahulu sebelum mendengar versi live.
Selain arena tour, Suisei juga menyiapkan pertunjukan bersama tuki. pada akhir tahun. Keduanya akan menggelar pertunjukan satu malam bertajuk Hoshifuru Bansankai di K Arena Yokohama pada 20 Desember 2026. Kolaborasi tersebut menarik karena mempertemukan dua nama yang berkembang melalui jalur berbeda dalam industri musik Jepang.
Pada saat yang sama, agenda festival ikut memperluas jangkauan Suisei. Kehadirannya dalam festival musik besar semakin menegaskan perubahan cara industri Jepang memandang virtual artist. Dahulu, VTuber lebih sering memiliki acara yang terpisah dari festival musik konvensional. Kini, Suisei dapat berada dalam ruang yang sama dengan musisi Jepang lainnya tanpa membutuhkan kategori khusus.
“GUM & DROP” Membuka Fase Baru Hoshimachi Suisei
“GUM & DROP” pada akhirnya hadir pada waktu yang tepat. Hoshimachi Suisei sedang memasuki periode ketika skala aktivitas musiknya semakin besar, sementara batas antara dunia virtual dan industri musik konvensional terus mengecil. Single tersebut menangkap perubahan itu melalui proses kreatif yang juga berbeda dibandingkan sebelumnya.
Untuk pertama kalinya, Suisei mengikuti co-writing camp di Los Angeles dan menciptakan lagu bersama songwriter internasional. Sabrina Claudio, Paris Alexa, Mikhail Beltran, dan Xansei membawa pengalaman mereka masing-masing. Sementara itu, TAKU INOUE menjaga hubungan proyek tersebut dengan perjalanan musikal Suisei yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Hasilnya adalah lagu yang mencoba mempertemukan dua dunia. J-Pop memberikan hook dan karakter melodinya, sedangkan produksi dance Amerika membawa pendekatan berbeda pada ritme serta atmosfer. Penggunaan bahasa Jepang dan Inggris kemudian semakin memperjelas ambisi tersebut. Meski demikian, pusat lagunya tetap berada pada karakter Suisei sebagai performer.
Perilisan pada 31 Agustus juga membuat “GUM & DROP” menjadi pembuka ideal menuju musim konser berikutnya. Hanya beberapa hari lagi, Once Upon a Stellar akan dimulai di K Arena Yokohama. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Kobe, Aichi, dan Fukuoka sebelum Suisei menutup tahun dengan pertunjukan bersama tuki.
Lebih jauh lagi, “GUM & DROP” memperlihatkan bahwa ekspansi internasional tidak harus membuat Hoshimachi Suisei meninggalkan identitas J-Pop yang membesarkan namanya. Ia justru menggunakan kolaborasi global untuk memperluas warna musik tersebut. Dari seorang VTuber independen yang mengejar mimpi menjadi penyanyi, Suisei kini dapat terbang ke Los Angeles, bekerja bersama kreator internasional, lalu membawa hasilnya menuju arena-arena besar Jepang.
Karena itu, “GUM & DROP” terasa lebih dari sekadar single baru menjelang tur. Lagu ini menjadi gambaran tentang arah yang mungkin ditempuh Hoshimachi Suisei berikutnya: tetap berakar pada musik Jepang, tetapi dengan ruang kreatif yang semakin global.