Olivia Rodrigo menghadirkan sederet kejutan ketika menjadi headliner Daisy Chain Fields Festival di Harrington, New York, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Penyanyi berusia 23 tahun itu tidak hanya membawakan katalog lagunya sendiri, tetapi juga mengundang sejumlah musisi perempuan yang selama ini menjadi inspirasinya. Stevie Nicks naik ke panggung untuk membawakan “Landslide”, sedangkan Alanis Morissette bergabung dalam “Ironic”. Sarah McLachlan juga hadir untuk berduet dalam “Angel”. Malam tersebut menjadi semakin istimewa karena Daisy Chain Fields merupakan festival yang dikurasi dan dipimpin langsung oleh Rodrigo.

Olivia Rodrigo Bawa Tiga Musisi Legendaris ke Panggung

Penampilan Rodrigo menjadi puncak hari pertama Daisy Chain Fields yang berlangsung selama dua hari. Alih-alih hanya mengandalkan set regulernya, ia mengubah konser tersebut menjadi perayaan lintas generasi musisi perempuan. Stevie Nicks menjadi salah satu tamu yang paling mencuri perhatian. Rodrigo dan Nicks membawakan “Landslide”, lagu klasik Fleetwood Mac yang pertama kali dirilis pada 1975. Pertemuan tersebut terasa spesial karena keduanya sudah beberapa kali menunjukkan kedekatan dan rasa saling menghormati. Selain itu, Nicks sebelumnya pernah menyebut Rodrigo sebagai salah satu musisi muda yang ia kagumi. Karena itu, duet di Daisy Chain Fields terasa lebih seperti kelanjutan hubungan musikal mereka daripada kolaborasi yang muncul secara tiba-tiba.

Kejutan belum berhenti setelah Stevie Nicks meninggalkan panggung. Alanis Morissette kemudian bergabung dengan Rodrigo untuk membawakan “Ironic”, salah satu lagu paling terkenal dari album Jagged Little Pill. Pilihan tersebut terasa cocok dengan karakter festival yang menempatkan musisi perempuan dari beberapa generasi dalam satu ruang. Sementara itu, Sarah McLachlan hadir untuk membawakan “Angel” bersama Rodrigo. Tiga duet tersebut membuat set sang headliner bergerak dari musiknya sendiri menuju lagu-lagu yang ikut membentuk sejarah pop dan rock alternatif perempuan selama beberapa dekade terakhir.

“Landslide” Jadi Salah Satu Momen Terbesar Daisy Chain Fields

Kehadiran Stevie Nicks memiliki makna tersendiri dalam perjalanan Rodrigo. Keduanya pernah tampil bersama di Governors Ball pada Juni 2025. Saat itu, mereka membawakan “Edge of Seventeen” milik Nicks serta “White Horse” dari album GUTS. Oleh karena itu, reuni di Daisy Chain Fields bukan pertemuan pertama mereka. Namun, “Landslide” memberikan suasana berbeda karena lagu tersebut memiliki karakter yang jauh lebih lembut dan reflektif. Rodrigo juga sebelumnya pernah memasukkan lagu Fleetwood Mac tersebut dalam beberapa penampilannya.

Hubungan Rodrigo dengan musik Nicks memang sudah terlihat sejak awal kariernya. Keduanya berasal dari generasi yang sangat berbeda, tetapi sama-sama menggunakan penulisan lagu sebagai bagian penting dari identitas musikal. Nicks membangun reputasinya melalui Fleetwood Mac dan karier solo panjang, sementara Rodrigo berkembang melalui dua album yang sangat personal, SOUR dan GUTS. Selain itu, keduanya dikenal mampu mengubah pengalaman pribadi menjadi lagu yang menjangkau audiens luas. Kesamaan tersebut membuat penampilan “Landslide” terasa sesuai dengan tema besar Daisy Chain Fields yang menghubungkan musisi perempuan dari berbagai generasi.

Alanis Morissette dan Sarah McLachlan Tambah Kejutan

Alanis Morissette membawa warna berbeda ketika “Ironic” mulai dimainkan. Lagu tersebut berasal dari Jagged Little Pill, album 1995 yang menjadi salah satu rilisan paling berpengaruh dalam musik alternatif era 1990-an. Rodrigo sendiri sudah lama menunjukkan ketertarikan terhadap musik Morissette. Bahkan, keduanya pernah tampil bersama membawakan “You Oughta Know” dalam tur SOUR pada 2022. Dengan demikian, duet “Ironic” menjadi reuni lain yang memiliki hubungan dengan perjalanan musik Rodrigo.

Sarah McLachlan kemudian memberikan sisi yang lebih tenang melalui “Angel”. Kehadirannya semakin memperjelas konsep lintas generasi yang dibangun sepanjang malam. Selain tiga tamu tersebut, Rodrigo juga memberi penghormatan kepada Dolly Parton dengan membawakan “Jolene”. Pilihan lagu itu memperluas rentang pengaruh yang muncul dalam setnya, mulai dari country, folk rock, alternatif 1990-an, hingga pop modern. Karena itu, penampilan Rodrigo tidak terasa seperti konser festival biasa. Set tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan hubungan antara musiknya dan sejumlah perempuan yang membuka jalan sebelum generasinya.

Daisy Chain Fields Jadi Festival yang Berbeda bagi Olivia Rodrigo

Daisy Chain Fields memiliki posisi unik karena Rodrigo bukan sekadar salah satu artis yang masuk dalam lineup. Festival ini diumumkan sebagai acara yang dikurasi olehnya bersama The Bowery Presents dan digelar di Harrington, New York, pada 29–30 Agustus. Lineup festival juga menempatkan banyak musisi perempuan dan artis dengan karakter kuat dalam satu acara. Selain Rodrigo, nama seperti Wet Leg, The Last Dinner Party, Soccer Mommy, beabadoobee, David Byrne, dan sejumlah musisi lain ikut mengisi festival tersebut.

Konsep tersebut memberikan Rodrigo ruang lebih besar untuk membangun acara sesuai dengan selera dan pengaruh musiknya. Selain itu, format festival memungkinkan kolaborasi yang mungkin sulit terjadi dalam konser reguler. Kemunculan Nicks, Morissette, dan McLachlan menjadi contoh paling jelas. Rodrigo dapat mempertemukan katalog musiknya dengan lagu-lagu dari musisi yang berasal dari era berbeda. Hasilnya menciptakan pengalaman yang tidak hanya berpusat pada satu artis. Daisy Chain Fields justru terasa seperti perayaan terhadap hubungan antargenerasi dalam musik pop, rock, folk, dan alternatif.

Olivia Rodrigo Terus Tumbuh Setelah Era GUTS

Penampilan di Daisy Chain Fields datang setelah beberapa tahun yang sangat sibuk bagi Rodrigo. Album keduanya, GUTS, memperkuat posisinya setelah kesuksesan besar SOUR. Lagu seperti “vampire”, “bad idea right?”, “get him back!”, dan “all-american bitch” menunjukkan perkembangan musikalnya. Selain mempertahankan penulisan lirik yang personal, Rodrigo mulai membawa lebih banyak pengaruh rock alternatif, pop punk, dan gitar ke dalam musiknya. Perubahan tersebut juga terlihat semakin jelas ketika materi album dibawa ke atas panggung.

Tur GUTS kemudian memperluas skala pertunjukannya secara signifikan. Rodrigo tampil di arena besar dan stadion, sementara film konser serta berbagai penampilan festival membuat era tersebut berlangsung jauh setelah album dirilis. Namun, Daisy Chain Fields menawarkan sesuatu yang berbeda. Alih-alih hanya membawa konsep tur ke festival, Rodrigo memiliki kesempatan untuk menentukan sendiri lingkungan musikal di sekelilingnya. Karena itu, kemunculan musisi seperti Nicks dan Morissette terasa selaras dengan arah yang selama ini ia tunjukkan.

Pengaruh musisi perempuan dari generasi sebelumnya juga bukan hal baru dalam perjalanan Rodrigo. Ia sering berbicara mengenai musik yang membentuk seleranya sejak muda. Selain itu, berbagai kolaborasi live menunjukkan bahwa penghormatan tersebut tidak berhenti pada wawancara. Rodrigo sudah pernah berbagi panggung dengan beberapa nama yang menjadi inspirasinya. Daisy Chain Fields kemudian membawa gagasan itu ke tingkat lebih besar dengan menempatkan sejumlah generasi dalam satu pertunjukan.

Daisy Chain Fields Jadi Perayaan Musik Lintas Generasi

Duet Olivia Rodrigo dan Stevie Nicks menjadi salah satu momen yang paling mudah mencuri perhatian dari Daisy Chain Fields. Namun, kehadiran Alanis Morissette dan Sarah McLachlan membuat keseluruhan set memiliki cerita yang lebih luas. Rodrigo tidak hanya mengundang musisi terkenal untuk menghasilkan kejutan. Sebaliknya, masing-masing tamu memiliki hubungan dengan perkembangan musik perempuan yang ikut memengaruhi generasinya.

Selain itu, pemilihan lagu memperkuat hubungan tersebut. “Landslide” membawa warisan Fleetwood Mac dari 1970-an, sementara “Ironic” mewakili ledakan rock alternatif perempuan pada 1990-an. “Angel” memberikan sisi singer-songwriter yang lebih intim. Kemudian, penghormatan terhadap Dolly Parton melalui “Jolene” membawa sejarah musik tersebut semakin jauh ke belakang. Di tengah semuanya, Rodrigo berdiri sebagai salah satu bintang pop terbesar dari generasi baru.

Karena itu, Daisy Chain Fields memberikan gambaran menarik mengenai posisi Rodrigo sekarang. Pada usia 23 tahun, ia sudah memiliki dua album sukses dan pengalaman menjalani tur dunia besar. Namun, ia masih terbuka menunjukkan sumber inspirasi di balik musiknya. Pertemuan dengan Nicks, Morissette, dan McLachlan membuat malam tersebut menjadi jembatan antara beberapa generasi penulis lagu perempuan.

Pada akhirnya, penampilan Rodrigo di Daisy Chain Fields bukan hanya soal banyaknya tamu kejutan. Konser tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah festival dapat digunakan untuk merayakan hubungan antara masa lalu dan masa sekarang. Dari “Landslide” hingga “Ironic”, Rodrigo memberikan panggung kepada lagu-lagu yang sudah bertahan selama puluhan tahun. Sementara itu, lagu-lagunya sendiri kini mulai menjadi bagian dari generasi berikutnya. Daisy Chain Fields pun membuka babak menarik dalam perjalanan Olivia Rodrigo, terutama jika festival tersebut berkembang menjadi agenda yang kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.