Ketika mendengar lagu “All I Ask”, mungkin sebagian besar orang akan langsung mengingat suara Adele yang begitu kuat dengan iringan piano yang sederhana. Lagu ini memang terdengar sangat melekat dengan karakter Adele, terutama karena liriknya yang emosional dan cara Adele membawakan setiap bagian lagu dengan begitu dalam.

“All I Ask” menjadi salah satu lagu yang terdapat dalam album 25, album Adele yang dirilis pada 2015. Meski bukan lagu utama seperti “Hello”, lagu ini tetap mendapatkan perhatian besar dari pendengar dan menjadi salah satu balada yang cukup dikenal dari album tersebut.

Namun, ada cerita menarik di balik terciptanya “All I Ask” yang mungkin belum diketahui sebagian pendengar. Lagu yang terdengar begitu identik dengan Adele ini ternyata memiliki keterlibatan dari musisi besar lainnya.

Dia adalah Bruno Mars.

Bruno Mars bukan hanya hadir sebagai seseorang yang memberikan sedikit masukan. Ia terlibat langsung dalam proses penciptaan “All I Ask” bersama Adele dan beberapa nama lainnya. Bahkan, proses terciptanya lagu tersebut memiliki cerita tersendiri.

Adele dan Bruno Mars Bertemu dalam Proses Pembuatan Album 25

Pada masa pengerjaan album 25, Adele bekerja dengan sejumlah musisi, penulis lagu, dan produser. Salah satu kolaborasi yang akhirnya terjadi adalah dengan Bruno Mars dan timnya.

Menariknya, sejak awal mereka ternyata tidak secara khusus berencana membuat lagu seperti “All I Ask”.

Adele pernah menceritakan bahwa dirinya dan Bruno Mars awalnya mencoba membuat sebuah lagu dengan tempo yang lebih cepat. Namun, proses tersebut justru membawa mereka ke arah yang berbeda. Alih-alih menghasilkan lagu upbeat, mereka akhirnya menciptakan sebuah balada besar yang kemudian menjadi “All I Ask”.

Hal tersebut membuat kisah di balik lagu ini menjadi semakin menarik. Sebuah lagu yang sekarang dikenal sebagai salah satu balada emosional Adele ternyata lahir dari ide awal yang berbeda.

Bruno Mars Ikut Menciptakan “All I Ask”

Keterlibatan Bruno Mars dalam lagu ini bukan sekadar rumor.

“All I Ask” ditulis oleh Adele bersama Bruno Mars, Philip Lawrence, dan Christopher “Brody” Brown. Bruno dan tim The Smeezingtons juga terlibat dalam produksi untuk album 25. Kredit Grammy untuk album tersebut mencantumkan Bruno Mars, Philip Lawrence, dan Christopher Brody Brown di antara para produser.

Karena itulah, meskipun suara yang kita dengar sepenuhnya milik Adele, ada sentuhan Bruno Mars di balik bagaimana lagu tersebut akhirnya terbentuk.

Proses pengerjaannya pun ternyata tidak membutuhkan waktu yang sangat panjang. Bruno Mars pernah mengatakan bahwa pengerjaan “All I Ask” berlangsung hanya sekitar 48 jam, sementara dalam kesempatan lain ia menjelaskan bahwa lagu tersebut diselesaikan melalui dua sesi.

Hasil dari waktu yang relatif singkat itu justru menjadi sebuah lagu yang bertahan lama di ingatan banyak pendengar.

Adele dan Bruno Mars Sempat Berbeda Pendapat

Kolaborasi dua musisi besar tentu tidak selalu berarti setiap ide langsung disetujui begitu saja.

Ada cerita menarik mengenai perbedaan pendapat Adele dan Bruno Mars ketika menulis salah satu bagian “All I Ask”.

Bruno Mars pernah mengungkapkan bahwa ia sempat mempertanyakan penggunaan kata “lovers” pada bagian verse kedua. Menurut Bruno, kata tersebut terasa seperti sesuatu yang tidak terlalu sering digunakan orang dalam percakapan sehari-hari.

Adele ternyata memiliki pandangan berbeda.

Ia bersikeras mempertahankan kata tersebut karena merasa itulah kata yang tepat untuk lagunya. Setelah lagu selesai direkam, Bruno akhirnya mengakui keputusan Adele tersebut bekerja dengan sangat baik. Bahkan, bagian yang awalnya sempat ia pertanyakan kemudian menjadi salah satu bagian yang disukainya.

Cerita kecil ini memperlihatkan bagaimana sebuah lagu dapat terbentuk dari diskusi yang sangat detail. Bahkan satu kata saja bisa menjadi sesuatu yang diperdebatkan ketika dua penulis lagu sedang mencoba menemukan emosi yang tepat.

Bruno Mars Terkejut Mendengar Kemampuan Vokal Adele

Ada hal lain yang membuat Bruno Mars terkesan ketika bekerja bersama Adele: kemampuan vokalnya secara langsung di studio.

Bruno menggambarkan bagaimana pandangannya terhadap Adele berubah ketika mendengar penyanyi asal Inggris tersebut mulai bernyanyi. Adele sendiri mengatakan bahwa “All I Ask” membuatnya menggunakan bagian vokal yang lebih tinggi daripada yang biasa ia nyanyikan sebelumnya.

Menariknya, Adele juga mengungkapkan bahwa Bruno Mars mampu mencapai nada-nada tersebut ketika mereka berada di studio.

Hal ini mungkin menjelaskan mengapa karakter “All I Ask” terasa cocok dengan keduanya.

Bruno Mars juga dikenal memiliki kemampuan vokal yang kuat dalam membawakan balada. Sementara Adele memiliki karakter suara yang mampu memberikan bobot emosional besar terhadap sebuah lirik.

Ketika kemampuan menulis Bruno dan karakter vokal Adele bertemu, lahirlah sebuah lagu yang terdengar sederhana dari sisi instrumen, tetapi besar dari sisi emosi.

Kesederhanaan Justru Menjadi Kekuatan “All I Ask”

Salah satu hal paling menarik dari “All I Ask” adalah lagu ini sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak elemen untuk terdengar kuat.

Piano menjadi instrumen yang sangat dominan, sementara vokal Adele diberikan ruang yang besar.

Tidak ada produksi yang terasa berlebihan untuk menutupi suara penyanyinya. Pendengar justru diarahkan untuk memperhatikan lirik dan bagaimana emosi Adele semakin meningkat sepanjang lagu.

Menjelang bagian akhir, lagu tersebut menjadi semakin dramatis dengan perubahan nada yang memberikan kesempatan bagi Adele untuk menunjukkan kemampuan vokalnya. Rolling Stone bahkan menggambarkan “All I Ask” sebagai balada bergaya besar yang mengingatkan pada balada era 1980-an.

Kesederhanaan tersebut mungkin menjadi salah satu alasan mengapa lagu ini tetap terasa kuat meskipun hanya didengarkan dengan format piano dan vokal.

Makna Emosional di Balik “All I Ask”

“All I Ask” berbicara mengenai situasi yang sebenarnya cukup sederhana tetapi menyakitkan: seseorang yang menyadari bahwa hubungannya mungkin akan berakhir.

Tokoh dalam lagu tersebut tidak meminta janji bahwa semuanya akan kembali seperti sebelumnya. Ia justru meminta satu malam terakhir bersama orang yang dicintainya, seolah mengetahui bahwa setelah malam tersebut hubungan mereka mungkin tidak akan pernah sama lagi.

Ada rasa takut terhadap perpisahan, tetapi di saat bersamaan terdapat keinginan untuk menikmati waktu terakhir yang masih tersisa.

Itulah yang membuat “All I Ask” terasa begitu emosional.

Pendengar tidak membutuhkan cerita yang rumit untuk memahami apa yang sedang dirasakan. Situasi kehilangan seseorang yang pernah begitu dekat merupakan pengalaman yang dapat dipahami banyak orang.

Dan ketika lirik seperti itu dibawakan dengan karakter vokal Adele, perasaan tersebut menjadi jauh lebih kuat.

Bruno Mars Bahkan Pernah Membawakan “All I Ask”

Hubungan Bruno Mars dengan lagu ini ternyata tidak berhenti setelah proses penulisannya selesai.

Bruno juga pernah membawakan versinya sendiri dari “All I Ask” dalam penampilan BBC Live Lounge. Fakta bahwa salah satu penciptanya kemudian menyanyikan lagu tersebut dengan gaya vokalnya sendiri membuat “All I Ask” semakin menarik untuk didengarkan dari perspektif berbeda.

Versi Adele dan Bruno tentu memiliki karakter masing-masing.

Adele membuat lagu tersebut terasa seperti balada yang sangat personal dengan kekuatan vokalnya. Sementara ketika mengetahui keterlibatan Bruno Mars dalam penciptaannya, beberapa bagian melodinya mungkin terasa lebih mudah dikaitkan dengan gaya penulisan Bruno.

“All I Ask” Menjadi Pertemuan Dua Karakter Musisi Besar

Pada akhirnya, “All I Ask” menunjukkan bahwa lagu yang sangat identik dengan seorang penyanyi belum tentu tercipta dari satu orang saja.

Di balik suara Adele yang menjadi pusat lagu tersebut, terdapat proses kreatif bersama Bruno Mars, Philip Lawrence, dan Christopher Brody Brown.

Yang lebih menarik, kolaborasi itu bermula dari rencana membuat lagu dengan tempo lebih cepat, sempat diwarnai perbedaan pendapat mengenai satu kata, lalu berakhir menjadi sebuah balada piano yang begitu emosional.

Album 25 sendiri kemudian meraih Grammy untuk Album of the Year pada 2017, dengan nama The Smeezingtons—Bruno Mars, Philip Lawrence, dan Christopher Brody Brown—tercantum dalam kredit album tersebut.

Jadi, lain kali ketika mendengar Adele menyanyikan “All I Ask”, ada satu fakta menarik yang bisa diingat.

Di balik salah satu balada Adele tersebut, ternyata ada peran Bruno Mars dalam proses penciptaannya.