Mac DeMarco kembali membuat langkah yang sulit ditebak. Musisi asal Kanada tersebut secara mengejutkan membawa empat album Mac DeMarco ke berbagai platform streaming pada 28 Agustus 2026. Keempat proyek itu adalah Dog On The Rock, Seven Off The Two, Seaplane Dog, dan The View From Tian Tan. Namun, materi tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya baru. Sebagian penggemar sudah mengenalnya karena DeMarco sebelumnya membagikan album-album itu dalam bentuk CD-R selama tur. Kini, untuk pertama kalinya, seluruh proyek tersebut tersedia secara luas melalui Mac’s Record Label. Jika digabungkan, empat album itu menawarkan total 47 lagu dan kembali memperlihatkan sisi produktif sekaligus eksperimental DeMarco.

Empat Album Mac DeMarco Awalnya Jadi Rahasia di Tur

Cerita di balik empat album ini membuat perilisan digitalnya terasa berbeda. Dog On The Rock mulai muncul ketika DeMarco menjalani tur Eropa pada akhir 2025. Alih-alih mengumumkan album melalui kampanye promosi besar, ia membagikan CD-R kepada sejumlah penggemar yang datang ke konsernya. Setelah itu, proyek lain mulai bermunculan dengan cara serupa. Seven Off The Two, Seaplane Dog, dan The View From Tian Tan akhirnya membentuk kumpulan rekaman yang hanya dapat dimiliki sebagian penggemar. Karena itu, CD tersebut sempat menjadi semacam barang rahasia dari perjalanan turnya.

Namun, situasi berubah pada 28 Agustus. DeMarco memasukkan seluruh proyek tersebut ke layanan streaming melalui label miliknya sendiri. Dengan demikian, penggemar tidak perlu lagi mencari CD-R langka atau mengandalkan rekaman yang beredar di antara komunitas. Selain itu, perilisan serentak tersebut menciptakan kejutan karena pendengar langsung menerima empat album dalam satu hari. Jumlah materinya juga tidak sedikit. Keempat proyek menghadirkan 47 lagu, sebuah angka yang terasa besar bagi kebanyakan musisi tetapi tidak terlalu mengejutkan jika melihat kebiasaan DeMarco dalam menyimpan dan membagikan rekamannya.

47 Lagu Tampilkan Sisi Eksperimental dan Santai

Meski hadir sebagai empat album berbeda, materi tersebut memiliki benang merah yang cukup jelas. Banyak lagunya berupa instrumental soft rock dengan pendekatan sederhana dan santai. Ketika vokal muncul, DeMarco sering menggunakannya seperti instrumen tambahan daripada sebagai pusat lagu. Karena itu, sebagian materi terasa lebih dekat dengan kumpulan demo, sketsa musik, atau dokumentasi proses kreatif dibandingkan album pop konvensional dengan struktur verse dan chorus yang ketat. Pendekatan tersebut juga sesuai dengan karakter rilisan DeMarco sepanjang dekade ini.

Selain itu, hampir semua lagu menggunakan rangkaian angka atau penanda tanggal sebagai judul. Hanya beberapa materi yang mendapat nama lebih konvensional. Seaplane Dog, misalnya, memiliki “Madam Crown” dan “Wave Goodbye” sebagai dua lagu yang menggunakan judul tambahan sekaligus menampilkan lirik yang lebih jelas. Sementara itu, lagu lain mempertahankan karakter minimalis yang membuat empat proyek tersebut terasa seperti melihat langsung arsip studio pribadi DeMarco. Alih-alih menyembunyikan eksperimen yang belum tentu cocok untuk album utama, ia membiarkan pendengar ikut masuk ke dalam proses tersebut.

Keputusan itu membuat pengalaman mendengarkan empat album tersebut berbeda dari Guitar, album DeMarco yang dirilis pada 2025. Guitar hadir sebagai proyek yang lebih terstruktur dan menjadi gambaran mengenai posisi DeMarco pada periode tersebut. Sebaliknya, empat rilisan terbaru terasa lebih bebas. Ada ide yang berkembang panjang, tetapi ada pula bagian yang terdengar seperti momen spontan yang sengaja tidak dibuat terlalu rapi. Oleh karena itu, pendengar yang mengikuti sisi instrumental dan eksperimental DeMarco kemungkinan akan menemukan banyak hal menarik di dalamnya.

Mac DeMarco Memang Terbiasa Merilis Musik dalam Jumlah Besar

Perilisan empat album Mac DeMarco sekaligus sebenarnya tidak terlalu aneh jika melihat beberapa tahun terakhir dalam kariernya. Pada 2023, ia merilis Five Easy Hot Dogs, sebuah album instrumental yang dibuat selama perjalanan darat melintasi Amerika Utara. Tidak lama kemudian, DeMarco melakukan sesuatu yang jauh lebih ekstrem melalui One Wayne G. Proyek tersebut berisi 199 lagu dengan durasi hampir sembilan jam. Banyak lagunya menggunakan tanggal sebagai judul dan menampilkan berbagai demo, instrumental, serta rekaman eksperimental yang dibuat selama beberapa tahun.

Karena itu, empat album baru ini terasa seperti kelanjutan dari cara DeMarco memperlakukan arsip musiknya. Ia tidak selalu memisahkan dengan tegas mana karya yang pantas menjadi album besar dan mana yang seharusnya tetap berada di hard drive. Sebaliknya, ia semakin terbuka membagikan proses tersebut kepada penggemar. Pendekatan ini cukup berbeda dari strategi industri musik modern yang sering berpusat pada single, kampanye media sosial, dan jadwal promosi panjang. DeMarco justru dapat membagikan CD-R saat tur, membiarkannya beredar selama berbulan-bulan, kemudian memasukkan semuanya ke streaming tanpa banyak peringatan.

Kebebasan tersebut semakin memungkinkan sejak ia menjalankan Mac’s Record Label. Label miliknya itu menjadi rumah bagi musik DeMarco sejak era Here Comes The Cowboy pada 2019. Dengan kontrol yang lebih besar terhadap distribusi, ia memiliki ruang untuk mengambil keputusan yang mungkin sulit dilakukan dalam sistem label tradisional. Empat album yang awalnya hanya menjadi barang tur kemudian dapat berubah menjadi rilisan digital global tanpa harus dibangun sebagai kampanye album besar.

Guitar Tetap Jadi Album Utama Sebelum Empat Proyek Rahasia

Sebelum empat proyek tersebut tersedia luas, rilisan utama terbaru DeMarco adalah Guitar pada 2025. Album itu ditulis dan direkam di rumahnya di Los Angeles pada November 2024. DeMarco menangani hampir seluruh proses sendiri, mulai dari penulisan, rekaman, produksi, mixing, hingga visual album. Hanya tahap mastering yang dikerjakan oleh David Ives. Saat memperkenalkan proyek tersebut, DeMarco menggambarkannya sebagai salah satu representasi paling dekat mengenai posisi dirinya dalam kehidupan saat itu.

Setelah Guitar hadir, DeMarco kembali menjalani jadwal tur panjang di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Amerika Selatan. Dari perjalanan tersebut, proyek-proyek rahasia mulai muncul. Dog On The Rock dan Seven Off The Two tercatat sebagai rilisan 2025, sedangkan Seaplane Dog dan The View From Tian Tan masuk ke katalog 2026. Apple Music kini menampilkan keempatnya bersama Guitar, One Wayne G, dan Five Easy Hot Dogs dalam katalog album DeMarco.

Menariknya, cara materi tersebut muncul juga memperlihatkan hubungan antara kehidupan tur dan proses kreatif DeMarco. Tur tidak hanya berfungsi sebagai tempat memainkan album yang sudah selesai. Sebaliknya, perjalanan itu menjadi ruang untuk merekam, mengembangkan ide, dan memberikan hasilnya langsung kepada penggemar. Dengan demikian, CD-R yang dibagikan selama konser menjadi bagian dari cerita musiknya, bukan sekadar merchandise tambahan.

Dari Salad Days hingga Musisi yang Semakin Sulit Ditebak

Mac DeMarco sudah lama dikenal karena pendekatan santai terhadap musik dan industri. Namanya berkembang pesat melalui 2 pada 2012 sebelum Salad Days memperluas popularitasnya pada 2014. Lagu seperti “Chamber of Reflection”, “Salad Days”, dan “Passing Out Pieces” kemudian menjadi bagian penting dari katalog indie rock dekade tersebut. Setelah itu, Another One dan This Old Dog memperlihatkan sisi penulisan yang lebih personal. Namun, DeMarco perlahan semakin menjauh dari pola album indie rock yang membangun popularitas awalnya.

Perubahan tersebut semakin terlihat melalui Here Comes The Cowboy, Five Easy Hot Dogs, dan terutama One Wayne G. Ia tampaknya semakin tertarik melihat album sebagai wadah yang fleksibel. Sebuah rilisan bisa berisi lagu dengan struktur tradisional, tetapi bisa juga menjadi dokumentasi perjalanan atau kumpulan ratusan rekaman. Oleh sebab itu, Dog On The Rock, Seven Off The Two, Seaplane Dog, dan The View From Tian Tan terasa sesuai dengan arah tersebut.

Meski demikian, DeMarco tetap memiliki hubungan kuat dengan generasi pendengar yang mengenalnya dari karya lama. Salad Days bahkan masih dianggap sebagai salah satu album indie penting dari era 2010-an. Rough Trade baru-baru ini memilihnya sebagai rilisan yang mewakili 2014 dalam rangkaian perayaan 50 tahun mereka. Namun, DeMarco sendiri tidak terlihat terlalu tertarik hidup dari nostalgia. Sebaliknya, ia terus menghasilkan musik dengan aturan yang semakin longgar.

Empat Album Sekaligus Perlihatkan Kebebasan Mac DeMarco

Pada akhirnya, perilisan empat album Mac DeMarco dalam satu hari bukan sekadar aksi mengejutkan untuk menarik perhatian. Dog On The Rock, Seven Off The Two, Seaplane Dog, dan The View From Tian Tan sudah memiliki perjalanan sendiri sebelum akhirnya tiba di streaming. Materi tersebut pernah menjadi rahasia kecil antara DeMarco dan penggemar yang datang ke konsernya. Kini, 47 lagu tersebut dapat didengarkan siapa saja tanpa harus memiliki CD-R yang sebelumnya beredar dalam jumlah terbatas.

Selain itu, empat proyek tersebut memperlihatkan posisi DeMarco sebagai musisi yang semakin bebas menentukan bagaimana musiknya hadir. Ia dapat merilis album utama seperti Guitar, membagikan proyek rahasia ketika tur, atau membuka arsip besar seperti One Wayne G. Tidak semuanya harus mengikuti bentuk album tradisional. Bahkan, tidak semua lagu membutuhkan judul konvensional atau kampanye promosi panjang.

Bagi sebagian pendengar, 47 lagu sekaligus mungkin terasa berlebihan. Namun, bagi penggemar yang menikmati sisi paling eksperimental DeMarco, rilisan ini memberikan kesempatan menarik untuk melihat proses kreatifnya dari jarak dekat. Empat album tersebut terasa seperti pintu menuju ruang kerja seorang musisi yang tidak terlalu khawatir apakah setiap ide terdengar sempurna. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu figur unik indie rock modern, Mac DeMarco sekali lagi menunjukkan bahwa sulit menebak apa yang akan ia lakukan berikutnya.