
Lisa BLACKPINK kembali mencuri perhatian industri musik internasional setelah resmi merilis mini album atau extended play (EP) bertajuk PRESS PLAY pada Jumat, 23 Oktober 2026. Proyek solo terbaru ini menghadirkan enam lagu dengan konsep sinematik yang memperlihatkan perkembangan musikalitas Lisa sebagai penyanyi, rapper, sekaligus performer global.
Perilisan EP PRESS PLAY Lisa BLACKPINK menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier solonya. Melalui proyek tersebut, Lisa memperkenalkan pendekatan kreatif yang menggabungkan musik, visual, dan unsur budaya Thailand. Lagu utama berjudul Tarantino langsung menjadi sorotan karena mengusung konsep video musik yang terinspirasi dari gaya perfilman sutradara terkenal Quentin Tarantino.
Album mini ini hadir melalui label LLOUD dan RCA Records, sekaligus menandai kelanjutan perjalanan solo Lisa setelah merilis album penuh Alter Ego pada Februari 2025. Kehadiran PRESS PLAY memperlihatkan ambisinya untuk terus mengembangkan identitas musikal di luar aktivitas bersama BLACKPINK.
EP PRESS PLAY Lisa BLACKPINK Hadir dengan Enam Lagu
Lisa menghadirkan enam lagu dalam PRESS PLAY dengan karakter dan konsep yang berbeda. Meski memiliki identitas masing-masing, seluruh lagu dirancang sebagai bagian dari satu pengalaman musikal yang saling melengkapi.
Daftar lagu dalam EP PRESS PLAY meliputi:
- SaWaDiKa
- V12
- Cobra
- Tarantino
- Cut U Off
- Sweat
Pemilihan enam lagu tersebut memperlihatkan pendekatan Lisa dalam menghadirkan proyek yang ringkas tetapi memiliki arah kreatif jelas. Alih-alih hanya mengandalkan satu lagu populer, Lisa berusaha membangun pengalaman mendengarkan yang menyeluruh.
Dalam penampilannya di acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, Lisa sebelumnya menjelaskan bahwa proyek ini menggambarkan perjalanan pribadinya, mulai dari akar budaya Thailand hingga pencapaiannya sebagai artis internasional.
Setiap lagu memiliki karakter tersendiri, sementara keseluruhan proyek dikemas menyerupai sebuah film. Konsep tersebut juga menjadi dasar pemilihan judul PRESS PLAY yang mengajak pendengar menikmati perjalanan musikal dari awal hingga akhir.
Lagu Tarantino Jadi Sorotan Utama
Salah satu daya tarik terbesar dari EP PRESS PLAY Lisa BLACKPINK adalah lagu Tarantino. Lagu tersebut hadir sebagai title track sekaligus mendapatkan video musik resmi pada hari perilisan album.
Judul Tarantino merujuk pada Quentin Tarantino, sutradara Amerika Serikat yang terkenal melalui sejumlah film dengan gaya penceritaan khas. Referensi tersebut menjadi landasan visual yang memperkuat konsep sinematik dalam karya terbaru Lisa.
Video musik Tarantino menghadirkan cerita berlatar sebuah hotel. Lisa digambarkan menjalankan misi untuk menyampaikan surat kepada sutradara favoritnya. Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi rangkaian adegan penuh aksi ketika berbagai rintangan menghadangnya.
Adegan pertarungan, suasana menegangkan, dan perubahan situasi yang cepat membangun pengalaman visual menyerupai film aksi. Konsep ini memperlihatkan bagaimana Lisa memanfaatkan video musik sebagai media bercerita, bukan sekadar pelengkap lagu.
Video musik tersebut disutradarai James Mackel, yang juga menangani pengarahan kreatif bersama Connor Tingley. Keterlibatan tim kreatif ini memperkuat pendekatan sinematik yang menjadi identitas utama perilisan Tarantino.
Konsep Sinematik Menjadi Identitas Baru Lisa
Melalui PRESS PLAY, Lisa menunjukkan ketertarikannya terhadap hubungan antara musik dan dunia perfilman. Konsep tersebut tidak hanya muncul melalui video musik Tarantino, tetapi juga hadir dalam sejumlah elemen lain pada proyek terbarunya.
Salah satu contohnya terlihat pada lagu Cut U Off yang menggunakan referensi melodi siulan dari film Kill Bill: Vol. 1. Melodi tersebut berasal dari komposisi Twisted Nerve karya Bernard Herrmann yang kemudian dikenal luas melalui penggunaannya dalam film Quentin Tarantino.
Kehadiran referensi tersebut memperkuat keterkaitan antara musik Lisa dan dunia sinema. Pendekatan ini sekaligus memberi ruang bagi pendengar untuk menemukan hubungan antara lagu, karakter, serta inspirasi visual yang membentuk keseluruhan album.
Lisa juga mengadakan acara mendengarkan album di kawasan Seongsu-dong, Seoul, pada 22 Oktober 2026. Acara tersebut mengusung konsep bioskop Hollywood klasik sehingga sejalan dengan tema yang diperkenalkan melalui PRESS PLAY.
Perpaduan antara musik dan visual menjadi strategi kreatif yang menarik. Lisa tidak hanya memperkenalkan lagu baru, tetapi juga membangun pengalaman hiburan dengan identitas yang konsisten.
SaWaDiKa Angkat Identitas Budaya Thailand
Selain Tarantino, lagu SaWaDiKa memiliki peran penting dalam memperkenalkan konsep PRESS PLAY. Lisa terlebih dahulu merilis lagu tersebut pada September 2026 sebagai pembuka era musikal terbarunya.
Judul SaWaDiKa mengambil inspirasi dari salam dalam bahasa Thailand. Pemilihan tersebut mencerminkan keinginan Lisa untuk terus memperkenalkan identitas budaya negara asalnya kepada pendengar internasional.
Video musik SaWaDiKa mengambil lokasi di Bangkok dan menampilkan sejumlah elemen yang berkaitan dengan kehidupan serta budaya Thailand. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Lisa menggabungkan kebanggaan terhadap asal-usulnya dengan produksi musik berskala global.
Lagu tersebut juga mencatat pencapaian penting dengan debut pada posisi ke-69 tangga lagu Billboard Hot 100. Pencapaian itu menjadi salah satu tonggak baru dalam perjalanan solo Lisa di pasar musik Amerika Serikat.
Menurut informasi yang disampaikan agensinya, video musik SaWaDiKa memperoleh lebih dari 70,8 juta penayangan YouTube dalam 24 jam pertama. Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap karya solo Lisa sebelum perilisan keseluruhan EP.
Keberhasilan SaWaDiKa memberikan momentum positif bagi PRESS PLAY. Lagu ini sekaligus menjadi penghubung antara perjalanan personal Lisa dan ambisinya untuk menjangkau pendengar dari berbagai negara.
Perjalanan Solo Lisa Setelah Album Alter Ego
Perilisan PRESS PLAY melanjutkan perkembangan karier Lisa setelah album penuh debutnya, Alter Ego, hadir pada Februari 2025. Album tersebut sebelumnya memperkenalkan sejumlah persona yang menggambarkan berbagai sisi karakter musikalnya.
Berbeda dari pendekatan Alter Ego, PRESS PLAY lebih menonjolkan perjalanan pribadi dan hubungan Lisa dengan identitas budaya Thailand. Perubahan fokus tersebut memperlihatkan perkembangan arah kreatif yang ingin ia bangun sebagai musisi solo.
Lisa juga semakin aktif mengembangkan karier melalui perusahaan miliknya, LLOUD, yang bekerja sama dengan RCA Records untuk distribusi dan pengembangan musik internasional.
Langkah tersebut memberikan ruang bagi Lisa untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan kreatif. Ia dapat menggabungkan musik, koreografi, fashion, dan produksi visual dalam satu konsep yang mencerminkan identitasnya sendiri.
Meskipun dikenal luas sebagai anggota BLACKPINK, perjalanan solo Lisa memiliki karakter yang terus berkembang. Setiap proyek menghadirkan kesempatan untuk memperkenalkan sisi berbeda dari kemampuan artistiknya.
PRESS PLAY Perkuat Posisi Lisa di Industri Musik Global
Kehadiran PRESS PLAY juga menjadi bagian dari aktivitas internasional Lisa yang semakin luas. Setelah merilis album, ia dijadwalkan menggelar pertunjukan residensi bertajuk VIVA LA LISA di The Colosseum at Caesars Palace, Las Vegas, mulai November 2026.
Pertunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi Lisa untuk membawakan materi solonya secara langsung kepada penggemar. Kehadiran lagu-lagu baru dari PRESS PLAY turut menambah katalog musik yang dapat ditampilkan dalam pertunjukan mendatang.
Di tengah persaingan industri musik global, Lisa terus membangun identitas sebagai artis yang mampu bergerak melampaui batas genre dan pasar. Ia memanfaatkan popularitas internasionalnya untuk memperkenalkan karya dengan pendekatan kreatif yang semakin beragam.
Melalui Tarantino, Lisa menunjukkan bahwa video musik dapat menjadi bagian penting dari pengembangan konsep album. Sementara itu, SaWaDiKa memperlihatkan bagaimana identitas budaya dapat hadir dalam karya pop internasional tanpa kehilangan daya tarik global.
Perilisan EP PRESS PLAY Lisa BLACKPINK akhirnya menjadi lebih dari sekadar peluncuran enam lagu baru. Proyek ini menandai fase berikutnya dalam perjalanan musikal Lisa dengan konsep sinematik, eksplorasi identitas, dan ambisi kreatif yang semakin matang.