
JISOO resmi membuka babak baru dalam karier solonya lewat single terbaru “CLICK” yang dirilis pada 4 September 2026. Lagu ini menjadi rilisan solo pertamanya dalam sekitar 11 bulan sejak kolaborasi “EYES CLOSED” bersama ZAYN pada Oktober 2025. Melalui CLICK JISOO, anggota BLACKPINK tersebut kembali menonjolkan sisi pop yang lebih romantis, tetapi kali ini dibalut atmosfer futuristik dan visual sinematik yang jauh lebih ambisius.
“CLICK” juga menjadi single pra-rilis pertama menuju album penuh solo pertama JISOO. Media Korea melaporkan bahwa proyek tersebut akan memperluas warna musiknya dan menjadi langkah penting setelah EP “AMORTAGE” pada 2025. Karena itu, perilisan ini terasa lebih besar daripada sekadar single baru. JISOO terlihat sedang menyiapkan fase solo yang lebih utuh dengan identitas musik, visual, dan narasi yang saling terhubung.
Selain itu, video musik “CLICK” langsung menjadi salah satu daya tarik utama. Joseph Kahn, sutradara yang sebelumnya bekerja dengan Taylor Swift, Britney Spears, Eminem, dan Lady Gaga, mengarahkan visual tersebut. Hasilnya adalah dunia dongeng gelap yang mempertemukan taman hiburan terbengkalai, cyborg terakhir, boneka robot, dan kisah tentang dua makhluk berbeda yang akhirnya menemukan hubungan.
CLICK JISOO Jadi Single Pra-Rilis Menuju Album Penuh Pertamanya
“CLICK” menandai langkah besar berikutnya dalam perjalanan solo JISOO. MK melaporkan bahwa lagu ini merupakan single pra-rilis pertama dari album penuh solo pertamanya, yang kini menjadi salah satu proyek paling ditunggu setelah rangkaian aktivitasnya bersama BLACKPINK dan rilisan solo sebelumnya.
Sebelumnya, JISOO merilis EP “AMORTAGE” pada 2025 yang membawa lagu seperti “earthquake”, “Hugs & Kisses”, dan “Your Love”. Kemudian, ia memperluas jangkauan internasional melalui “EYES CLOSED” bersama ZAYN. Lagu tersebut berhasil masuk Billboard Hot 100, menempati posisi No. 21 Spotify Top Songs Global, dan muncul di chart harian Spotify di puluhan negara.
Karena itu, “CLICK” hadir ketika fondasi karier solonya sudah jauh lebih kuat. JISOO tidak lagi berada pada fase sekadar membuktikan bahwa dirinya bisa berdiri di luar BLACKPINK. Sebaliknya, ia mulai membangun katalog dan identitas yang bisa hidup sebagai proyek solo jangka panjang.
Di sisi lain, detail album penuh tersebut masih terbatas hingga 5 September 2026. Tracklist lengkap, tanggal rilis, dan daftar kolaborator belum diumumkan seluruhnya secara resmi. Karena itu, “CLICK” berfungsi sebagai pintu masuk pertama menuju gambaran yang lebih luas.
Lagu Ini Membawa Romansa yang Sederhana tetapi Sulit Dijelaskan
Secara tematik, “CLICK” berbicara tentang momen ketika dua orang dari dunia yang berbeda tiba-tiba merasa cocok. Warner Records menggambarkan lagu tersebut sebagai kisah tentang koneksi yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan logika.
Konsep tersebut sebenarnya sangat sederhana. Namun, JISOO dan tim kreatif memilih membungkusnya dalam visual yang jauh lebih besar. Alih-alih menampilkan romansa biasa, video menggambarkan hubungan melalui karakter cyborg dan boneka robot.
Pendekatan itu memberi “CLICK” dua lapisan sekaligus. Pada level pertama, lagu tetap bekerja sebagai pop romantis yang mudah dipahami. Namun, pada level visual, kisahnya berubah menjadi metafora tentang menemukan seseorang yang membuat dunia terasa hidup kembali.
Selain itu, produksi lagunya bergerak di wilayah synth-pop dengan groove yang ringan, perkusi tajam, dan suasana yang tetap cerah meski visualnya cukup gelap. Hypebeast menyoroti keseimbangan antara nuansa romantis dan ketegangan yang terus hadir di bawah permukaan.
Karena itu, “CLICK” tidak terdengar seperti balada cinta. Lagu ini justru menggunakan energi pop yang cukup ringan untuk menyampaikan hubungan emosional yang lebih kompleks.
Joseph Kahn Bangun Dunia Taman Hiburan Futuristik
Video musik “CLICK” menjadi bagian paling ambisius dari perilisan ini. Joseph Kahn menempatkan JISOO sebagai cyborg terakhir yang masih memiliki kesadaran di sebuah taman hiburan yang sudah lama terbengkalai. Ia tetap menjalankan rutinitas sederhana seperti menyobek tiket dan membersihkan jalur meski tidak ada pengunjung yang tersisa.
Kemudian, kehidupannya berubah ketika ia menemukan sebuah teddy bear robot yang rusak. JISOO memperbaikinya dan menghidupkannya kembali. Dari situ, keduanya mulai mengaktifkan ulang wahana, membangunkan mainan mekanik lain, dan mengubah tempat yang mati menjadi dunia yang kembali bergerak.
Konsep tersebut membuat video terasa seperti film pendek. Promonews mencatat bahwa proses VFX untuk proyek ini dikerjakan selama sekitar lima bulan. Visualnya menggunakan banyak animatronik, elemen post-apocalyptic, dan desain dunia yang cukup detail.
Selain itu, video ini direkam dengan layanan produksi di Thailand. Detail tersebut membuat proyek terasa semakin menarik karena menggabungkan produksi global dengan nuansa yang sangat sinematik.
Dengan demikian, “CLICK” bukan hanya mengandalkan wajah JISOO dan koreografi. Video tersebut membangun dunia dengan alur, karakter, dan simbol yang membantu memperkuat makna lagunya.
CLICK Bear Jadi Simbol Hubungan JISOO dengan Penggemar
Salah satu elemen paling penting dalam video adalah CLICK Bear. Karakter ini bukan sekadar partner naratif JISOO, tetapi juga memiliki makna simbolis yang cukup kuat.
Menurut materi promosi Warner Records, CLICK Bear mewakili penggemar JISOO yang datang dari berbagai negara, berbicara dalam bahasa berbeda, dan memiliki kehidupan yang berbeda-beda. Meski demikian, mereka tetap terhubung melalui musik dan pengalaman bersama.
Konsep tersebut memberi dimensi tambahan pada cerita cinta dalam “CLICK”. Lagu ini memang berbicara tentang dua orang yang menemukan kecocokan, tetapi video memperluas maknanya menjadi hubungan antara artis dan audiens.
JISOO dan CLICK Bear digambarkan berjalan bersama melalui dunia kosong. Ketika satu pihak menjangkau, pihak lain membalas. Kemudian, seluruh tempat mulai hidup kembali. Simbol tersebut cukup sederhana, tetapi terasa efektif karena tidak dijelaskan secara berlebihan di dalam video.
Di sisi lain, pendekatan ini juga cocok dengan posisi JISOO sebagai artis global. Basis penggemarnya tersebar di banyak negara, sehingga konsep hubungan lintas bahasa dan latar belakang terasa relevan dengan kehidupan kariernya sendiri.
Karena itu, CLICK Bear kemungkinan akan menjadi salah satu elemen visual yang paling mudah diingat dari era baru ini.
“CLICK” Hadir Setelah Tahun yang Sangat Sibuk bagi JISOO
Perilisan CLICK JISOO datang setelah periode aktivitas yang sangat padat. Selain musik solo, ia terus aktif bersama BLACKPINK dan terlibat dalam berbagai proyek hiburan.
SBS mencatat bahwa “CLICK” merupakan rilisan solo pertamanya sekitar 11 bulan setelah “EYES CLOSED”. Pada periode yang sama, JISOO juga membangun aktivitas di luar musik melalui fashion dan akting.
Tahun 2026 juga menjadi fase penting bagi BLACKPINK. Grup tersebut kembali aktif melalui proyek “DEADLINE” setelah menyelesaikan rangkaian tur besar. Karena itu, JISOO kini berada dalam situasi di mana aktivitas grup dan solo berjalan hampir bersamaan.
Namun, “CLICK” menunjukkan bahwa proyek solo tidak hanya menjadi kegiatan sampingan. JISOO kini menyiapkan album penuh pertama, sesuatu yang secara otomatis meningkatkan skala ekspektasi terhadap arah musiknya.
Selain itu, ia sebelumnya berbicara mengenai keinginannya untuk mengeksplorasi berbagai warna musik dan memperlihatkan sisi dirinya yang lebih luas. Dengan demikian, album mendatang kemungkinan tidak akan berhenti pada satu karakter pop saja.
Karena itu, single ini terasa seperti awal dari fase yang lebih terstruktur. Visual, cerita, dan musik semuanya diarahkan untuk membuka dunia baru yang bisa dikembangkan melalui beberapa rilisan berikutnya.
Era Baru JISOO Terlihat Lebih Sinematik dan Personal
Jika dibandingkan dengan beberapa rilisan solo sebelumnya, “CLICK” terasa lebih fokus pada pembangunan dunia visual. “FLOWER” pada 2023 menonjolkan estetika elegan dan koreografi yang kuat. Kemudian, “AMORTAGE” bergerak ke arah pop yang lebih romantis dan modern.
Kini, “CLICK” membawa pendekatan sinematik yang jauh lebih besar. JISOO tidak hanya berada di depan kamera sebagai performer. Ia menjadi karakter dalam sebuah cerita yang memiliki awal, konflik, dan perubahan.
Selain itu, konsep cyborg terakhir memberi ruang untuk tema kesepian, koneksi, dan harapan. Semua elemen tersebut sesuai dengan inti lagu tentang menemukan seseorang dari dunia yang berbeda.
Pendekatan tersebut juga menjadi bukti bahwa JISOO semakin nyaman menggunakan video musik sebagai medium cerita. Dengan dukungan Joseph Kahn, ia mendapat ruang untuk menciptakan visual yang tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki narasi jelas.
Karena itu, era baru ini terasa lebih personal meski dibungkus dengan dunia fantasi. Perasaan yang dibicarakan sebenarnya sangat manusiawi: kesepian, keinginan untuk terhubung, dan rasa lega ketika akhirnya menemukan seseorang yang memahami kita.
“CLICK” Jadi Pembuka Menjanjikan Menuju Album Pertama
Dengan perilisan “CLICK”, JISOO sekarang memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan kampanye album penuh pertamanya. Lagu ini membawa konsep yang jelas, video musik ambisius, dan hubungan emosional yang mudah diterima penggemar.
Namun, banyak pertanyaan masih tersisa. Hingga 5 September, JISOO belum mengungkap keseluruhan tracklist, tanggal rilis album, maupun apakah proyek tersebut akan menghadirkan kolaborasi besar seperti pada beberapa rilisan sebelumnya.
Di sisi lain, justru ketidakpastian tersebut memberi ruang bagi kampanye untuk berkembang. Jika “CLICK” hanya menjadi pembuka, maka masih banyak kemungkinan mengenai arah lagu berikutnya.
Selain itu, keputusan memulai dengan lagu romantis yang relatif ringan terasa cukup strategis. JISOO tidak mencoba membuktikan semuanya sekaligus. Sebaliknya, ia memperkenalkan era melalui satu konsep yang mudah diingat dan visual yang kuat.
Pada akhirnya, CLICK JISOO terasa seperti awal yang tepat menuju fase solo berikutnya. Lagu tersebut tidak hanya memperkenalkan musik baru, tetapi juga sebuah dunia visual yang bisa berkembang sepanjang era album.
Jika proyek penuh mampu mempertahankan tingkat detail dan ambisi yang terlihat dalam “CLICK”, album solo pertama JISOO berpotensi menjadi langkah terpenting dalam karier individualnya sejauh ini.