
KATSEYE resmi memulai WILDWORLD TOUR 2026 lewat konser pembuka di 3Arena, Dublin, pada 1 September. Pertunjukan tersebut menjadi awal dari tur arena global pertama mereka dan sekaligus membuka rangkaian panjang yang akan membawa grup HYBE x Geffen itu melintasi Eropa, Inggris, Amerika Utara, hingga Meksiko sepanjang beberapa bulan ke depan.
Konser Dublin berlangsung dengan formasi empat anggota, yakni Daniela Avanzini, Lara Raj, Megan Skiendiel, dan Yoonchae Jeung. Sophia Laforteza tidak mengikuti leg Inggris dan Eropa sementara Manon Bannerman masih menjalani hiatus. Meski demikian, KATSEYE tetap membawa produksi penuh dengan koreografi baru, solo dance, perubahan aransemen, serta setlist yang merangkum perjalanan mereka sejak debut hingga era “WILD”.
Pembukaan tur ini juga datang pada saat posisi KATSEYE sedang menguat. EP terbaru mereka, “WILD”, baru saja mencapai No. 1 Billboard 200 dan menjadi rilisan dengan posisi tertinggi mereka di Amerika Serikat. Di Inggris, proyek yang sama mencapai No. 2 Official Albums Chart. Karena itu, WILDWORLD TOUR 2026 dimulai ketika popularitas KATSEYE sedang berada di salah satu titik tertinggi sejak grup tersebut dibentuk.
WILDWORLD TOUR 2026 Dibuka Lewat Konser Besar di 3Arena
KATSEYE membuka tur dengan “Hootie Frutti”, lagu yang langsung membawa suasana energik ke 3Arena. Setelah itu, grup bergerak ke “Internet Girl”, “That Way”, “Touch”, dan “Mean Girls”. Urutan awal tersebut terasa efektif karena menggabungkan materi terbaru dengan lagu yang sudah lebih lama dikenal oleh penggemar.
Selain itu, KATSEYE tidak hanya memainkan versi standar dari lagu-lagu mereka. “Gabriela” mendapat dance break tambahan, sedangkan “PINKY UP” tampil dengan DJ mix dan bagian koreografi yang lebih panjang. Daniela kemudian mendapat segmen solo dance, begitu juga Megan dan Yoonchae dalam bagian berbeda sepanjang pertunjukan.
Setlist Dublin dibagi menjadi tiga bagian utama. Setelah segmen pertama yang bergerak cepat, Act II membawa warna yang lebih beragam lewat “Animal”, “Tonight I Might”, “I’m Pretty”, “Time Lapse”, dan “Gameboy”. Kemudian, Lara mengambil alih panggung lewat versi piano dari “Unloveu”.
Perubahan tempo tersebut membuat pertunjukan tidak hanya mengandalkan koreografi besar. Di sisi lain, KATSEYE memberi ruang untuk menonjolkan karakter masing-masing anggota melalui solo dan perubahan aransemen. Dengan begitu, konser terasa lebih seperti produksi tur penuh daripada sekadar kumpulan penampilan lagu.
Dari “Touch” hingga “Gnarly”, Setlist Menggabungkan Beberapa Era
Salah satu daya tarik terbesar konser pembuka adalah setlist yang cukup luas untuk grup yang baru resmi debut pada 2024. KATSEYE membawa lagu dari beberapa fase berbeda, termasuk “Touch”, “Gabriela”, “Gameboy”, “Debut”, “Gnarly”, serta materi dari EP terbaru “WILD”.
“Bel Air” menjadi salah satu lagu yang mendapat live debut pada malam tersebut. Selain itu, “ICONIC BY MISTAKE” juga tampil dalam versi singkat. Lagu kolaboratif tersebut sebelumnya mempertemukan KATSEYE dengan LE SSERAFIM dan ILLIT.
Kemudian, bagian akhir konser kembali meningkatkan energi melalui “Debut” dan “Gnarly”. Lagu terakhir mendapat dance break serta extended outro. Elemen “Hootie Frutti” juga muncul kembali dalam bagian penutup, sehingga konser berakhir dengan referensi terhadap lagu pembukanya.
Struktur tersebut membuat setlist terasa seperti perjalanan melingkar. KATSEYE membuka malam dengan energi tinggi, memberi ruang untuk bagian yang lebih tenang di tengah, kemudian menutupnya kembali dengan produksi besar.
Selain itu, pemilihan “Gnarly” sebagai penutup terasa masuk akal. Lagu tersebut menjadi salah satu rilisan penting dalam perkembangan internasional KATSEYE dan membantu memperluas identitas mereka sebagai grup pop global. Karena itu, menempatkannya pada bagian akhir memberi konser klimaks yang mudah dikenali penggemar.
Tur Dimulai Saat “WILD” Mencapai Puncak Baru di Chart
Momentum WILDWORLD TOUR 2026 semakin kuat karena datang tidak lama setelah keberhasilan EP “WILD”. Proyek tersebut debut di No. 1 Billboard 200 pada chart akhir Agustus. Pencapaian itu menjadi album pertama KATSEYE yang berhasil memuncaki chart album utama Amerika Serikat.
Di Inggris, performanya juga sangat kuat. “WILD” mencapai No. 2 Official Albums Chart dan menjadi rilisan KATSEYE dengan posisi tertinggi di negara tersebut. Pada saat yang sama, lagu “Hootie Frutti” menjadi single Top 40 Inggris kelima mereka sepanjang 2026.
Pergerakan chart tersebut menunjukkan bagaimana basis pendengar KATSEYE berkembang di beberapa pasar sekaligus. Sebelumnya, mereka membangun momentum melalui lagu seperti “Gnarly”, “Gabriela”, “Internet Girl”, dan “PINKY UP”. Kemudian, “Animal” mencapai No. 12 di UK Singles Chart dan menjadi salah satu pencapaian tertinggi mereka di Inggris.
Dengan demikian, tur ini datang pada waktu yang tepat. Grup tidak perlu hanya mengandalkan nama besar dari masa debut. Mereka kini memiliki katalog yang cukup luas serta sejumlah lagu dengan performa chart kuat.
Selain itu, keberhasilan “WILD” memberi tur identitas yang lebih jelas. Lagu-lagu dari proyek tersebut dapat menjadi pusat pertunjukan, sementara rilisan lama tetap berfungsi sebagai penghubung dengan penggemar yang mengikuti KATSEYE sejak awal.
KATSEYE Tetap Berjalan dengan Empat Anggota di Leg Eropa
Konser Dublin berlangsung dalam kondisi yang berbeda dari formasi lengkap KATSEYE. Sophia Laforteza tidak mengikuti rangkaian Inggris dan Eropa dari 1 hingga 17 September. HYBE x Geffen sebelumnya menyatakan bahwa ia mengambil waktu untuk fokus pada kesejahteraannya.
Sementara itu, Manon Bannerman juga belum kembali ke aktivitas grup. Karena itu, Daniela, Lara, Megan, dan Yoonchae membuka tur sebagai kuartet.
Situasi tersebut tentu memberi tantangan dari sisi panggung. Banyak koreografi KATSEYE awalnya dirancang untuk jumlah anggota yang lebih lengkap. Namun, konser Dublin menunjukkan bahwa produksi tur sudah menyesuaikan perubahan formasi tersebut.
Solo dance menjadi salah satu cara yang membuat pertunjukan tetap dinamis. Daniela dan Yoonchae mendapat ruang tersendiri, sementara Megan mengambil peran dalam segmen DJ dan Lara membawa bagian vokal yang lebih intim melalui “Unloveu”.
Meski demikian, HYBE x Geffen tidak menggambarkan absennya Sophia atau Manon sebagai perubahan permanen dalam struktur grup. Fokus utama tetap berada pada kondisi masing-masing anggota serta aktivitas tur yang sedang berjalan.
Karena itu, pembukaan di Dublin justru menjadi ujian penting bagi fleksibilitas KATSEYE. Mereka harus mempertahankan produksi arena besar sambil menyesuaikan blocking, vokal, dan koreografi. Dari sisi pertunjukan, kondisi tersebut membuat tur ini memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan jadwal biasa.
London dan Manchester Jadi Tujuan Berikutnya
Setelah Dublin, KATSEYE langsung bergerak ke Inggris. Mereka dijadwalkan tampil di The O2, London, pada 3 dan 4 September. Kemudian, grup melanjutkan perjalanan ke Co-op Live, Manchester, pada 6 September.
Rangkaian Eropa berikutnya mencakup Accor Arena di Paris pada 9 September, Ziggo Dome di Amsterdam pada 11 September, Lanxess Arena di Cologne pada 13 September, AFAS Dome di Antwerp pada 15 September, serta Royal Arena di Copenhagen pada 17 September.
Setelah itu, tur akan berhenti sejenak sebelum dimulai lagi di Amerika Utara pada Oktober. Miami menjadi kota pembuka leg tersebut pada 13 Oktober, kemudian KATSEYE bergerak melalui Atlanta, Charlotte, Washington D.C., New York, Boston, Montreal, Chicago, Dallas, Las Vegas, Seattle, Oakland, Los Angeles, Phoenix, dan beberapa kota lainnya.
Tur akhirnya dijadwalkan berakhir melalui dua konser di Palacio de los Deportes, Mexico City, pada 27 dan 28 November.
Secara keseluruhan, rute tersebut mencakup 27 kota. Skala itu sangat besar untuk tur arena pertama KATSEYE. Selain itu, beberapa kota seperti London, Belmont Park, Los Angeles, dan Mexico City mendapat lebih dari satu malam.
Dengan demikian, “WILDWORLD TOUR” tidak hanya menjadi tur promosi EP baru. Tur ini juga menjadi langkah besar dalam menguji apakah pertumbuhan streaming dan chart KATSEYE dapat diterjemahkan menjadi penjualan tiket arena secara konsisten.
Dublin Menandai Babak Baru dalam Perjalanan KATSEYE
Sejak dibentuk melalui “The Debut: Dream Academy”, KATSEYE memang dirancang sebagai grup global. Daniela, Lara, Megan, Sophia, Yoonchae, dan Manon berasal dari latar belakang berbeda. Model tersebut sejak awal membuat KATSEYE tidak sepenuhnya berada dalam kategori grup pop Amerika atau grup K-Pop tradisional.
Namun, tur arena memberi ukuran keberhasilan yang berbeda. Streaming dan chart dapat menunjukkan besarnya perhatian. Sebaliknya, konser menguji apakah penggemar bersedia membeli tiket, datang ke venue, dan mengikuti perjalanan grup dalam jangka panjang.
Dublin menjadi titik awal untuk ujian tersebut. KATSEYE tampil di arena besar dengan setlist sekitar 22 lagu, produksi visual, dance break, aransemen khusus, serta bagian solo. Konser pembuka juga berjalan sekitar 90 menit, cukup panjang untuk menunjukkan bahwa katalog mereka kini sudah mampu menopang pertunjukan headline penuh.
Di sisi lain, respons chart terhadap “WILD” memberi mereka fondasi yang lebih kuat. No. 1 Billboard 200 dan No. 2 di Inggris memperlihatkan bahwa grup sedang memasuki fase baru secara komersial.
Karena itu, WILDWORLD TOUR 2026 menjadi lebih dari sekadar rangkaian konser. Tur ini dapat menjadi penanda perubahan KATSEYE dari grup global baru menjadi salah satu nama pop arena yang benar-benar memiliki pasar lintas negara.
Perjalanan tersebut masih panjang. London menjadi ujian berikutnya pada 3 September, disusul Manchester dan sejumlah kota besar Eropa. Namun, pembukaan di Dublin sudah memberi gambaran mengenai arah pertunjukan mereka: cepat, penuh koreografi, tetapi tetap memberi ruang untuk vokal, solo, dan perubahan tempo.
Jika momentum chart dan penjualan tiket terus bertahan, “WILDWORLD TOUR” bisa menjadi salah satu fase paling penting dalam perkembangan KATSEYE sejak debut. Dari 3Arena di Dublin, grup tersebut kini mulai membawa dunia “WILD” ke panggung yang jauh lebih besar.