
Nightwish menandai tiga dekade perjalanan mereka dengan proyek besar bertajuk The Greatest 30 Years On Earth. Koleksi retrospektif ini akan dirilis pada 11 Desember 2026 melalui Nuclear Blast Records dan dirancang sebagai perayaan perjalanan Nightwish sejak terbentuk di Kitee, Finlandia, pada 1996. Alih-alih hanya membuat album kompilasi berisi lagu-lagu populer, Nightwish menyiapkan paket yang jauh lebih luas. Di dalamnya terdapat rekaman konser dari Amsterdam dan Kitee, materi dari pertunjukan virtual The Islanders Arms, dokumenter baru, wawancara, foto pribadi, hingga gambar di balik layar yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan. Dengan format tersebut, The Greatest 30 Years On Earth menjadi dokumentasi besar mengenai perjalanan Nightwish dari proyek sederhana hingga salah satu nama terpenting dalam symphonic metal.
The Greatest 30 Years On Earth Rayakan Perjalanan Sejak 1996
Cerita Nightwish bermula pada Juli 1996 ketika Tuomas Holopainen dan Emppu Vuorinen berada di sebuah pulau kecil dekat Kitee. Dari sana muncul gagasan membentuk proyek musik yang awalnya jauh lebih sederhana dibandingkan Nightwish yang dikenal sekarang. Mereka membuat demo akustik berisi tiga lagu sebelum proyek tersebut berkembang dengan masuknya elemen metal, keyboard sinematik, orkestrasi, dan vokal yang kemudian membentuk karakter khas band. Tiga dekade setelah momen tersebut, Nightwish telah menjual sekitar sembilan juta rekaman, meraih berbagai penghargaan emas dan platinum, mencatat pencapaian tangga lagu di banyak negara, serta melakukan tur di lebih dari 50 negara. Namun, proyek ulang tahun ini tidak hanya menggunakan angka-angka tersebut untuk menceritakan sejarah mereka. Sebaliknya, Nightwish memilih kembali ke berbagai momen personal yang membentuk perjalanan band.
Karena itu, The Greatest 30 Years On Earth membawa wawancara baru tahun 2026 bersama Holopainen dan Vuorinen. Keduanya kembali membicarakan malam ketika ide Nightwish pertama kali muncul sekaligus melihat perubahan yang terjadi selama tiga dekade berikutnya. Wawancara tersebut dilengkapi foto pribadi serta dokumentasi langka dari teman dan kolaborator lama mereka. Nightwish menyebut perjalanan 30 tahun itu masih terus mengumpulkan cerita baru, mulai dari wawancara, dokumenter, lagu yang diremix, foto, hingga rekaman konser. Band juga menegaskan bahwa koleksi tersebut merupakan gambaran tentang “tahun-tahun terbaik Nightwish di dunia sejauh ini”, sehingga proyek ini lebih terasa sebagai penanda perjalanan daripada sebuah penutup.
Konser Amsterdam dan Kitee Menjadi Bagian Utama
Salah satu bagian terbesar dalam album The Greatest 30 Years On Earth Nightwish berasal dari tur Human. :II: Nature. pada 2022 dan 2023. Koleksi ini menghadirkan audio serta video dari dua pertunjukan dengan karakter berbeda. Pertama adalah konser Nightwish di Ziggo Dome, Amsterdam, pada 2022. Penampilan arena tersebut membawa produksi besar dan menjadi representasi sisi spektakuler Nightwish sebagai band live. Rekamannya mencakup “Noise”, “Storytime”, “Tribal”, “Élan”, “Sleeping Sun”, “7 Days To The Wolves”, dan “Dark Chest Of Wonders”. Bahkan, bersamaan dengan pengumuman proyek ulang tahun ini, Nightwish merilis video live “7 Days To The Wolves” dari konser Amsterdam sebagai gambaran awal materi yang akan hadir.
Konser kedua membawa suasana yang jauh lebih personal karena berlangsung di Rantakenttä, Kitee, pada 2023. Kota tersebut merupakan tempat Nightwish bermula, sehingga kepulangan mereka memberikan lingkaran cerita yang kuat dalam proyek perayaan 30 tahun ini. Materi Kitee mencakup “I Want My Tears Back”, “Sahara”, “Our Decades In The Sun”, “Nemo”, “Shoemaker”, “Last Ride Of The Day”, “Ghost Love Score”, dan “The Greatest Show On Earth”. Floor Jansen menjadi pusat vokal dalam kedua pertunjukan tersebut, sementara formasi modern Nightwish membawa lagu-lagu dari berbagai periode ke panggung. Dengan menggabungkan konser arena Amsterdam dan homecoming di Kitee, koleksi ini memperlihatkan dua sisi perjalanan band: skala internasional yang mereka capai serta tempat sederhana di Finlandia tempat semuanya dimulai.
Materi The Islanders Arms Diremix dan Remaster
Selain konser 2022–2023, Nightwish kembali membuka materi dari pertunjukan virtual An Evening with Nightwish in a Virtual World yang berlangsung pada 2021. Konser tersebut digelar ketika situasi pandemi membuat pertunjukan langsung dengan penonton belum dapat berjalan normal. Nightwish kemudian menciptakan dunia virtual bernama The Islanders Arms dan memainkan materi mereka melalui konsep digital yang cukup ambisius. Untuk proyek ulang tahun ini, sebelas lagu yang direkam secara live di studio selama periode tersebut telah diremix dan diremaster pada 2026 di Finnvox Studios. Materinya mencakup “Dark Chest Of Wonders”, “Planet Hell”, “Nemo”, “How’s The Heart?”, “7 Days To The Wolves”, “She Is My Sin”, “Sleeping Sun”, “Pan”, “Ghost Love Score”, “Last Ride Of The Day”, serta “The Greatest Show On Earth”.
Kehadiran materi The Islanders Arms membuat koleksi ini tidak sekadar mengulang rekaman konser biasa. Sebaliknya, Nightwish mengabadikan salah satu periode paling tidak lazim dalam perjalanan mereka. Saat band lain menghentikan aktivitas panggung, Nightwish mencoba menerjemahkan pengalaman konser ke ruang virtual. Kini rekaman tersebut mendapatkan pengolahan baru, termasuk Dolby Atmos dan Hi-Res 24/96 Stereo Mixes pada bagian Blu-ray. Karena itu, tiga periode live berbeda akhirnya bertemu dalam satu proyek: dunia virtual 2021, arena Amsterdam pada 2022, dan kepulangan emosional ke Kitee pada 2023. Ketiganya memberikan gambaran mengenai bagaimana Nightwish mempertahankan identitas live mereka ketika kondisi pertunjukan terus berubah.
Dokumenter Baru Soroti Tuomas Holopainen dan Proses Kreatif Nightwish
Perayaan 30 tahun Nightwish juga menghadirkan dokumenter baru karya sutradara Ville Lipiäinen. Film tersebut berfokus pada Tuomas Holopainen sebagai pendiri, keyboardist, dan penulis lagu utama Nightwish. Dokumenter ini membawa penonton lebih dekat dengan proses penulisan musik Holopainen, termasuk cara ia membangun ide serta filosofi di balik dunia musikal Nightwish. Selama tiga dekade, pendekatan Holopainen memang menjadi salah satu fondasi utama band. Lagu-lagu Nightwish sering bergerak jauh melampaui format metal konvensional dengan membawa unsur sastra, fantasi, alam, sains, evolusi, kehidupan manusia, dan berbagai tema filosofis. Karena itu, dokumenter tersebut menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana berbagai konsep besar itu berubah menjadi lagu.
Holopainen sendiri melihat perjalanan Nightwish dengan cara yang cukup sederhana. Dalam pernyataan mengenai ulang tahun band, ia menjelaskan bahwa salah satu makna kehidupan adalah dapat melakukan sesuatu yang penting bersama orang-orang yang berarti. Nightwish memberinya kesempatan tersebut selama 30 tahun. Perspektif itu sesuai dengan konsep The Greatest 30 Years On Earth. Alih-alih hanya menampilkan pencapaian komersial, proyek ini mencoba menunjukkan manusia, hubungan, dan proses kreatif di balik perjalanan panjang band. Foto pribadi, gambar belakang panggung, wawancara, dokumenter, dan rekaman konser kemudian digunakan untuk membangun cerita yang lebih lengkap.
Nightwish Berubah Besar dalam Tiga Dekade
Perjalanan 30 tahun Nightwish tentu tidak berlangsung dengan satu formasi atau satu pendekatan musik. Band mengalami berbagai pergantian personel, termasuk perubahan vokalis dari Tarja Turunen menuju Anette Olzon dan kemudian Floor Jansen. Namun, karakter Nightwish tetap berkembang melalui fondasi penulisan Holopainen serta permainan gitar Emppu Vuorinen. Album seperti Oceanborn, Wishmaster, Century Child dan Once membantu membangun reputasi internasional mereka, sementara Dark Passion Play, Imaginaerum, Endless Forms Most Beautiful, Human. :II: Nature. dan Yesterwynde membawa band memasuki fase yang berbeda.
Perubahan tersebut juga terlihat dari skala komposisi mereka. Nightwish berkembang dari band yang menggabungkan metal dengan keyboard dan vokal operatik menjadi proyek yang mampu menggunakan orkestra, choir, folk instrumentation, serta komposisi panjang dengan tema konseptual. “Nemo” membantu membawa nama mereka kepada audiens yang lebih luas, sedangkan lagu seperti “Ghost Love Score” berkembang menjadi favorit besar dalam konser. Kemudian, “The Greatest Show On Earth” memperlihatkan ambisi Holopainen melalui komposisi panjang yang membicarakan evolusi kehidupan. Karena itu, pilihan lagu dalam The Greatest 30 Years On Earth juga memperlihatkan bagaimana beberapa periode tersebut dapat hidup berdampingan ketika dimainkan oleh formasi modern Nightwish.
Menariknya, perayaan ulang tahun ini datang ketika Nightwish sedang mengambil jeda dari aktivitas tur. Setelah merilis Yesterwynde pada 2024, band memilih tidak menjalankan tur reguler untuk album tersebut. Meski demikian, keputusan itu bukan berarti Nightwish berhenti membuat musik. Holopainen sebelumnya menegaskan bahwa band tetap aktif dan jeda konser tidak berkaitan dengan konflik internal. Dalam konteks tersebut, The Greatest 30 Years On Earth menjadi cara untuk melihat kembali perjalanan panjang mereka ketika aktivitas panggung sedang berada dalam periode berbeda dari biasanya.
The Greatest 30 Years On Earth Hadir dalam Beberapa Edisi
Nuclear Blast menyiapkan beberapa versi fisik untuk album The Greatest 30 Years On Earth Nightwish. Salah satunya adalah Limited Edition 3CD + Blu-ray Earbook yang dilengkapi booklet 36 halaman. Selain itu, tersedia Silver & Blue Limited Edition 4LP + Blu-ray Box Set dengan booklet serupa. Nightwish juga menyediakan White/Blue Corona Limited Edition 4LP + Blu-ray Box Set melalui kanal resmi mereka. Edisi 3CD + Blu-ray disebut dibatasi hingga 8.800 kopi di seluruh dunia. Seluruh versi tersebut dijadwalkan hadir pada 11 Desember 2026.
Format besar tersebut sesuai dengan tujuan proyek yang memang lebih menyerupai arsip perjalanan daripada album kompilasi sederhana. Penggemar mendapatkan musik, video konser, dokumenter, wawancara, foto, dan materi langka dalam satu paket. Lebih penting lagi, koleksi ini menghubungkan Kitee pada 1996 dengan Nightwish modern tanpa mencoba merangkum tiga dekade hanya melalui deretan single terkenal. Dari demo akustik sederhana hingga konser arena, Nightwish mengalami perubahan yang sulit dibayangkan ketika Holopainen dan Vuorinen pertama kali membicarakan ide band tersebut di sebuah pulau kecil.
Tiga puluh tahun kemudian, perjalanan itu sudah membawa Nightwish ke lebih dari 50 negara dan jutaan pendengar di seluruh dunia. Namun, judul The Greatest 30 Years On Earth sendiri memberi petunjuk bahwa mereka belum menganggap cerita tersebut selesai. Proyek ini merayakan apa yang sudah terjadi sekaligus meninggalkan ruang untuk babak berikutnya. Dengan dokumentasi konser Amsterdam dan Kitee, materi The Islanders Arms, dokumenter Tuomas Holopainen, serta arsip visual yang luas, Nightwish tidak hanya memperingati usia band. Mereka mengabadikan bagaimana sebuah gagasan sederhana dari Kitee berkembang menjadi salah satu perjalanan paling berpengaruh dalam sejarah symphonic metal modern.