Shakira dan Burna Boy kembali memperpanjang dominasi mereka di tangga lagu dunia lewat “Dai Dai”. Lagu resmi FIFA World Cup 2026 tersebut kini mencatat 10 minggu di posisi No. 1 Billboard Global Excl. U.S., sebuah pencapaian yang menempatkan kolaborasi ini dalam kelompok kecil lagu dengan masa kekuasaan terpanjang sejak chart tersebut diluncurkan pada 2020. Capaian ini juga memperkuat posisi Dai Dai Shakira Burna Boy sebagai salah satu hit global terbesar sepanjang 2026.

Tak hanya itu, “Dai Dai” juga tetap berada di puncak Billboard Global 200 untuk minggu ketujuh. Artinya, lagu tersebut masih mempertahankan daya tarik besar lebih dari sebulan setelah FIFA World Cup 2026 berakhir. Momentum yang awalnya dibangun melalui turnamen sepak bola terbesar dunia ternyata tidak langsung menghilang setelah final. Sebaliknya, performa streaming dan penjualan menunjukkan bahwa lagu ini berhasil keluar dari status sekadar anthem turnamen dan berkembang menjadi hit internasional.

Pada periode pelacakan 21–27 Agustus, “Dai Dai” mencatat 36,7 juta streaming dan 4.000 penjualan secara global, menurut data Luminate. Di luar Amerika Serikat, lagu tersebut meraih 31,4 juta streaming dan 3.000 penjualan. Meski angka itu turun dibandingkan pekan sebelumnya, posisinya tetap cukup kuat untuk mempertahankan puncak dua chart global utama Billboard.

Dai Dai Shakira Burna Boy Bertahan 10 Minggu di Puncak

“Dai Dai” secara resmi mencatat minggu ke-10 di No. 1 Billboard Global Excl. U.S. pada chart bertanggal 5 September 2026. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Shakira dan Burna Boy karena hanya sedikit lagu yang mampu mempertahankan posisi teratas selama dua digit minggu sejak Billboard memperkenalkan chart global pada September 2020.

Billboard Global Excl. U.S. menghitung performa lagu berdasarkan streaming dan penjualan dari lebih dari 200 wilayah di seluruh dunia, tetapi mengecualikan data dari Amerika Serikat. Karena itu, chart ini sering memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan sebuah lagu di pasar internasional. “Dai Dai” terbukti memiliki daya tarik yang sangat luas di luar pasar AS dan mampu menjaga performanya jauh setelah puncak euforia World Cup.

Lebih menarik lagi, “Dai Dai” menjadi lagu ketujuh dalam sejarah Billboard Global Excl. U.S. yang mampu berada di posisi No. 1 selama sedikitnya 10 minggu. Lagu tersebut kini bergabung dengan sederet hit besar seperti “Golden” dari HUNTR/X: EJAE, Audrey Nuna & REI AMI, “APT.” dari ROSÉ dan Bruno Mars, “Die With a Smile” dari Lady Gaga dan Bruno Mars, “Flowers” milik Miley Cyrus, serta “As It Was” dari Harry Styles.

Pencapaian ini memberikan konteks yang lebih besar terhadap dominasi Shakira dan Burna Boy. Menjadi No. 1 selama satu atau dua minggu sudah menunjukkan momentum besar. Namun, mempertahankan puncak selama 10 minggu berarti lagu tersebut terus menerima konsumsi tinggi dari berbagai pasar dengan karakter pendengar yang berbeda.

Dari Lagu World Cup Menjadi Hit Global Jangka Panjang

“Dai Dai” pertama kali diperkenalkan dalam konteks FIFA World Cup 2026. Lagu tersebut tampil pada upacara pembukaan turnamen di Mexico City pada 11 Juni sebelum akhirnya berkembang menjadi salah satu lagu terbesar selama kompetisi berlangsung. Seiring perhatian dunia tertuju pada World Cup, exposure terhadap lagu ini ikut meningkat.

Namun, perjalanan “Dai Dai” tidak berhenti ketika turnamen memasuki fase akhir. Lagu tersebut justru semakin kuat di chart global. Pada chart bertanggal 18 Juli, “Dai Dai” naik ke posisi No. 1 Billboard Global 200 setelah sebelumnya lebih dulu menguasai Billboard Global Excl. U.S. selama tiga minggu. Pada saat itu, data Luminate menunjukkan bahwa lagu tersebut menarik puluhan juta streaming secara global setiap minggu.

Momentum semakin besar ketika Shakira dan Burna Boy tampil dalam halftime show final FIFA World Cup 2026 pada 19 Juli. Final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina memberikan panggung internasional tambahan bagi “Dai Dai”. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kampanye global lagu ini karena terjadi tepat ketika lagu sedang berada di titik tertinggi chart dunia.

Setelah World Cup berakhir, banyak lagu resmi turnamen biasanya mengalami penurunan perhatian secara cepat. Namun, “Dai Dai” menunjukkan pola berbeda. Lebih dari sebulan setelah final, lagu tersebut masih menduduki No. 1 Billboard Global 200 dan Global Excl. U.S. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendengar tetap memainkan lagu tersebut di luar konteks sepak bola.

Angka Streaming Turun, tetapi Posisi No. 1 Tetap Bertahan

Data terbaru juga menunjukkan sisi menarik dari performa “Dai Dai”. Pada periode 21–27 Agustus, lagu tersebut mencatat 36,7 juta streaming di seluruh dunia. Jumlah tersebut turun sekitar 9 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Penjualannya juga turun sekitar 15 persen menjadi 4.000 unit.

Di luar Amerika Serikat, “Dai Dai” menghasilkan 31,4 juta streaming dan sekitar 3.000 penjualan pada periode yang sama. Keduanya juga turun dibandingkan minggu sebelumnya. Meski demikian, penurunan tersebut belum cukup besar untuk menggeser Shakira dan Burna Boy dari posisi puncak.

Fenomena ini menunjukkan bahwa posisi No. 1 tidak selalu membutuhkan pertumbuhan mingguan. Dalam sistem chart, kekuatan sebuah lagu juga sangat bergantung pada performa relatif dibandingkan pesaing lain. Selama “Dai Dai” masih mengungguli lagu-lagu lain dalam kombinasi streaming dan penjualan, posisinya dapat tetap bertahan.

Selain itu, tren tersebut memperlihatkan bahwa lagu ini memiliki fondasi pendengar yang besar. Penurunan setelah fase puncak sebenarnya merupakan sesuatu yang normal. Namun, mempertahankan puluhan juta streaming mingguan setelah lebih dari dua bulan sejak debut menunjukkan bahwa “Dai Dai” sudah membangun daya tahan yang jarang dimiliki lagu berbasis event.

Kolaborasi Shakira dan Burna Boy Menjangkau Banyak Pasar

Kesuksesan Dai Dai Shakira Burna Boy juga tidak dapat dilepaskan dari kombinasi dua artis dengan basis penggemar yang sangat luas. Shakira memiliki posisi kuat di Amerika Latin, Eropa, dan berbagai pasar internasional lainnya. Sementara itu, Burna Boy telah menjadi salah satu figur paling besar dalam ekspansi Afrobeats ke pasar global.

Kolaborasi tersebut menghasilkan pertemuan dua identitas musik yang berbeda tetapi sama-sama memiliki daya jangkau internasional. Strategi ini sangat cocok dengan karakter FIFA World Cup, sebuah event yang mengandalkan audiens lintas negara dan budaya. Namun, keberhasilan lagu setelah turnamen selesai menunjukkan bahwa kombinasi tersebut memiliki nilai lebih besar daripada sekadar konsep promosi.

Billboard sebelumnya mencatat bahwa “Dai Dai” telah mencapai No. 1 pada sejumlah chart berbeda di berbagai wilayah. Dalam fase awal perilisannya saja, lagu tersebut sudah memuncaki chart di Kolombia, Swiss, Austria, Argentina, Luksemburg, Jerman, Belgia, serta Latin Airplay. Pencapaian ini muncul bersamaan dengan dominasi di Billboard Global 200 dan Global Excl. U.S.

Dengan demikian, “Dai Dai” bukan hit yang hanya bergantung pada satu pasar utama. Distribusi performanya menunjukkan bahwa lagu tersebut diterima dalam skala geografis yang luas. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa dominasi globalnya dapat bertahan begitu lama.

Billboard Global Membuktikan Kekuatan Lagu di Luar Amerika Serikat

Keberhasilan “Dai Dai” juga memperlihatkan semakin pentingnya chart global dalam membaca industri musik modern. Billboard Global 200 dan Billboard Global Excl. U.S. menggunakan data dari lebih dari 200 wilayah serta menghitung streaming resmi dan penjualan digital melalui formula yang telah ditentukan.

Perbedaan antara Global 200 dan Global Excl. U.S. juga memberi gambaran menarik mengenai posisi sebuah lagu. Global 200 memasukkan data Amerika Serikat, sedangkan Global Excl. U.S. menghapus pasar tersebut dari perhitungan. “Dai Dai” mampu menguasai keduanya, tetapi masa kekuasaannya lebih panjang di chart yang mengecualikan Amerika Serikat.

Pada pertengahan Juli, Billboard bahkan menyoroti adanya perbedaan besar antara performa global “Dai Dai” dan posisi lagu tersebut di pasar AS. Saat lagu ini sudah menjadi No. 1 secara global, performanya di Hot 100 belum menyamai dominasi internasionalnya. Kondisi itu justru menegaskan betapa besarnya konsumsi lagu di luar Amerika Serikat.

Dinamika tersebut penting karena industri musik saat ini tidak lagi selalu berpusat pada satu pasar. Streaming membuat lagu dari berbagai genre dan wilayah dapat membangun popularitas secara simultan. Dalam konteks itu, kolaborasi Shakira dan Burna Boy menjadi contoh nyata bagaimana sebuah lagu bisa berkembang menjadi fenomena global tanpa bergantung sepenuhnya pada dominasi di Amerika Serikat.

“Dai Dai” Mulai Masuk Kelompok Hit Global Terbesar Dekade Ini

Dengan 10 minggu di puncak Billboard Global Excl. U.S., “Dai Dai” kini sudah masuk dalam kelompok lagu dengan catatan paling panjang sejak chart tersebut lahir. Di atasnya masih terdapat beberapa lagu dengan rekor lebih besar, termasuk “Golden” yang mencatat 20 minggu, “APT.” selama 19 minggu, dan “Die With a Smile” selama 17 minggu.

Namun, pencapaian dua digit tetap menjadi batas penting. Sangat sedikit lagu yang mampu mempertahankan momentum global dalam periode sepanjang itu. Apalagi “Dai Dai” berasal dari event yang sudah berakhir lebih dari sebulan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat keberhasilannya semakin menarik.

Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada seberapa lama Shakira dan Burna Boy mampu mempertahankan posisi tersebut. Angka streaming memang mulai menurun, tetapi selisih dengan pesaing akan menentukan apakah “Dai Dai” bisa menambah minggu ke-11 atau bahkan melangkah lebih jauh.

Apa pun hasil berikutnya, Dai Dai Shakira Burna Boy sudah mencatat pencapaian besar pada 2026. Lagu yang bermula sebagai soundtrack FIFA World Cup ini berkembang menjadi hit lintas negara, mempertahankan No. 1 Global Excl. U.S. selama 10 minggu, serta memimpin Global 200 selama tujuh minggu. Dari stadion sepak bola hingga platform streaming, “Dai Dai” berhasil memperpanjang hidupnya jauh melampaui turnamen yang melahirkannya.