Tidak banyak band yang berani memperkenalkan album baru dengan memainkan hampir 30 lagu sekaligus di hadapan penonton. Biasanya, musisi memilih satu atau dua single sebagai pembuka, kemudian perlahan memperkenalkan proyek barunya melalui teaser, video musik, hingga kampanye di media sosial. Big Thief justru mengambil jalan yang berbeda.

Band yang digawangi Adrianne Lenker, Buck Meek, dan James Krivchenia tersebut mengejutkan penggemar ketika tampil di Ryman Auditorium, Nashville, pada 22 Agustus 2026. Alih-alih menggelar konser dengan setlist yang dipenuhi lagu-lagu populer mereka, Big Thief menggunakan malam tersebut untuk memperkenalkan proyek baru bertajuk Horsepower, sebuah triple album yang terdiri dari 29 lagu. Seluruh materi dari proyek tersebut dimainkan pada malam yang sama, meskipun urutan penampilannya tidak mengikuti susunan album.

Kejutan tersebut menjadi semakin menarik karena Horsepower bahkan belum siap dirilis dalam waktu dekat. Big Thief menyebut album tersebut masih dalam proses penyelesaian dan diperkirakan baru akan hadir pada musim semi 2027. Artinya, penonton di Nashville mendapatkan kesempatan langka untuk mendengar sebuah album ketika proyek tersebut masih berada dalam perjalanan menuju bentuk akhirnya.

Big Thief Horsepower Diperkenalkan dengan Cara yang Tidak Biasa

Industri musik modern memiliki pola promosi yang semakin mudah ditebak. Sebuah album biasanya diawali dengan pengumuman, kemudian satu single dilepas untuk membangun perhatian. Beberapa minggu berikutnya, musisi dapat merilis single kedua, membuka pre-save, memperlihatkan sampul album, hingga membagikan potongan lagu melalui TikTok dan Instagram.

Namun, Big Thief Horsepower diperkenalkan dengan pendekatan yang hampir berlawanan. Adrianne Lenker memberi tahu penonton bahwa malam tersebut tidak akan berjalan seperti konser Big Thief pada umumnya. Mereka yang datang dengan harapan mendengar banyak lagu lama harus menerima kenyataan bahwa sebagian besar pertunjukan justru akan diisi materi yang belum pernah dirilis secara resmi.

Big Thief kemudian memainkan seluruh 29 lagu dari proyek tersebut. Bukan hanya dua atau tiga lagu sebagai teaser, tetapi hampir tiga puluh materi sekaligus. Karena itu, konser di Ryman Auditorium berubah menjadi semacam sesi dengar album yang berlangsung secara langsung, dengan musisi memainkan sendiri seluruh materi di hadapan penonton.

Cara seperti ini memang tidak cocok untuk semua band. Namun, bagi Big Thief, pendekatan tersebut terasa masuk akal. Musik mereka selama ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan pertunjukan langsung, bahkan sejumlah lagu baru kerap muncul di panggung sebelum akhirnya mendapatkan versi studio.

“Horsepower” Menjadi Triple Album Berisi 29 Lagu

Ukuran proyek ini menjadi salah satu hal yang paling mencuri perhatian. Horsepower bukan album dengan delapan atau sepuluh lagu yang dapat selesai didengarkan dalam waktu singkat. Big Thief menyiapkannya sebagai triple album berisi 29 lagu, menjadikannya salah satu proyek terbesar yang pernah mereka kerjakan.

Menurut penjelasan yang disampaikan ketika konser berlangsung, materi Horsepower direkam di Nashville pada Mei 2026. Kota tersebut tentu memiliki sejarah panjang dalam musik country dan Americana, dua warna musik yang juga terdengar semakin kuat dalam materi baru Big Thief.

Meski 29 lagu sudah dimainkan secara langsung, album tersebut belum sepenuhnya selesai. Lenker dan Buck Meek mengindikasikan bahwa mereka masih mengerjakan proyek tersebut, dengan target perilisan pada musim semi tahun depan. Dengan demikian, versi yang didengar penonton di Nashville belum tentu sepenuhnya sama dengan versi studio yang nantinya sampai ke layanan streaming.

Hal tersebut membuat Horsepower semakin menarik untuk ditunggu. Penggemar tidak hanya menantikan 29 lagu baru, tetapi juga dapat melihat bagaimana materi yang sebelumnya hidup di panggung akhirnya berkembang menjadi sebuah album studio.

Tidak Semua Lagu dalam “Horsepower” Benar-Benar Asing

Walaupun disebut sebagai album baru, penggemar yang rajin mengikuti konser Big Thief mungkin mengenali beberapa judul dalam Horsepower. Band tersebut memang memiliki kebiasaan membiarkan lagu berkembang melalui pertunjukan langsung sebelum akhirnya merilis versi studio.

Beberapa materi seperti “Horsepower”, “Happiness”, “Baby Honey Sweetheart Darlin’”, “Muscle Memory”, hingga lagu dengan judul unik “Spatchcock Chickenshit Bingo” sudah pernah terdengar sebelumnya. Selain itu, “Carry” dan “Space and Time” juga sempat dimainkan Big Thief dalam sebuah sesi radio di Belgia pada Mei 2026.

Ada pula “Sadness as a Gift”, lagu yang sebelumnya muncul dalam album solo Adrianne Lenker, Bright Future. Sementara itu, “Born For Loving You” sudah pernah dirilis Big Thief sebagai single pada 2023.

Dengan demikian, Horsepower tampaknya berfungsi sebagai tempat bertemunya berbagai materi yang berkembang selama beberapa tahun terakhir. Ada lagu yang benar-benar baru, ada materi yang sebelumnya hanya hidup dalam pertunjukan, serta beberapa karya lama yang mendapatkan tempat baru di dalam proyek tersebut.

Aroma Country dan Americana Semakin Kuat

Big Thief selama ini sulit dimasukkan ke dalam satu kotak musik. Mereka dapat bergerak dari indie rock menuju folk, kemudian menghadirkan lagu yang terasa sangat sederhana sebelum beralih kepada aransemen yang jauh lebih eksperimental. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu karakter utama band.

Dalam Horsepower, arah musikal mereka tampaknya semakin dekat dengan country dan Americana. Pertunjukan di Nashville menghadirkan pedal steel, fiddle, banjo, gitar, serta berbagai instrumen yang memperkuat suasana tersebut. Namun, perubahan itu tidak terasa seperti Big Thief sedang meninggalkan identitas lamanya.

Sebaliknya, warna country terasa seperti perkembangan alami dari sesuatu yang sudah lama ada dalam musik mereka. Adrianne Lenker selalu memiliki hubungan kuat dengan tradisi folk dan penulisan lagu yang sangat personal. Ketika unsur country diperbesar, lagu-lagunya tetap terdengar berada dalam dunia Big Thief, hanya saja dengan ruang musikal yang semakin luas.

Pemilihan Nashville sebagai tempat pembuatan album pun menjadi semakin masuk akal. Kota tersebut bukan sekadar lokasi rekaman, tetapi memiliki budaya musik yang sangat dekat dengan karakter yang sekarang mereka eksplorasi.

Lucinda Williams hingga Gillian Welch Ikut Bergabung

Skala Horsepower tidak hanya terlihat dari jumlah lagunya. Big Thief juga melibatkan sejumlah musisi yang memiliki nama besar dalam tradisi folk, country, dan Americana. Ketika proyek tersebut diperkenalkan di Ryman Auditorium, Lucinda Williams, Gillian Welch, dan Iris DeMent ikut bergabung dalam pertunjukan.

Kehadiran mereka memberikan konteks yang menarik terhadap arah musik Big Thief. Lucinda Williams sudah lama dikenal sebagai salah satu figur penting dalam Americana dan alternative country. Gillian Welch memiliki hubungan kuat dengan tradisi folk Amerika, sementara Iris DeMent membawa karakter songwriting yang sudah berkembang selama beberapa dekade.

Selain ketiga nama tersebut, pertunjukan juga melibatkan sejumlah pemain instrumen yang ikut bekerja dalam pembuatan album. Russ Pahl dan Greg Leisz memainkan pedal steel serta gitar, sedangkan Hannah Read, Richard Bowden, dan Zosha Warpeha ikut memperkaya aransemen melalui fiddle.

Dengan banyaknya musisi yang terlibat, Horsepower terlihat seperti proyek yang lebih komunal dibandingkan album yang hanya berpusat pada tiga personel inti Big Thief. Musik mereka tetap menjadi pusat, tetapi dunia di sekelilingnya dibuat jauh lebih besar.

Ryman Auditorium Bukan Pilihan Tempat yang Sembarangan

Memperkenalkan album bernuansa country dan Americana di Ryman Auditorium memiliki makna tersendiri. Venue bersejarah di Nashville tersebut mempunyai hubungan panjang dengan perjalanan musik Amerika dan pernah menjadi rumah bagi berbagai pertunjukan country legendaris.

Suasana panggung Big Thief malam itu juga dibuat berbeda dari konser rock pada umumnya. Para anggota band tampil tidak jauh dari meja kayu besar, sementara berbagai instrumen seperti pedal steel dan keyboard Rhodes berada di sekeliling mereka. Fokusnya bukan pada produksi visual berlebihan, melainkan pada lagu dan orang-orang yang memainkannya.

Pendekatan tersebut membuat pengenalan Horsepower terasa lebih intim. Meskipun proyeknya berukuran sangat besar, cara mereka memperkenalkannya justru sederhana. Tidak diperlukan ledakan efek visual atau panggung raksasa untuk membuat 29 lagu baru menjadi pusat perhatian.

Pada akhirnya, yang ditawarkan Big Thief malam itu adalah pengalaman mendengarkan musik secara langsung. Penonton tidak mengetahui secara pasti apa yang akan datang setelah satu lagu selesai, sehingga hampir seluruh konser menjadi proses penemuan.

Dari “Horsepower” hingga “Gift Pleasure Joy”

Pertunjukan dimulai dengan lagu yang sekaligus memberikan nama bagi album, “Horsepower”. Setelah itu, Big Thief membawa penonton memasuki deretan materi seperti “Baby Honey Sweetheart Darlin’”, “Wait a While”, “Space and Time”, “21”, “Casual Touch”, “Muscle Memory”, “Highway”, “Stay”, dan “Carry”.

Perjalanan 29 lagu tersebut kemudian berlanjut melalui “Sadness as a Gift”, “True Love”, “Where Will We Go”, “Beautiful World”, “Faker”, “Loneliest Boy”, “Happiness”, dan “Oldest”. Ada pula “Bright Future”, “Beautiful Powerful”, “Avalanche, Hurricane”, “Snail”, serta “Trade Tomorrow”.

Pada bagian encore, Big Thief masih menyimpan beberapa materi. Mereka memainkan “No Matter What” dan “Born For Loving You” sebelum akhirnya menutup malam melalui “Gift Pleasure Joy”.

Melihat panjangnya setlist tersebut, mudah memahami mengapa Horsepower disebut sebagai salah satu proyek paling ambisius yang pernah dikerjakan Big Thief. Mereka tidak hanya mempunyai banyak lagu baru, tetapi tampaknya sudah memikirkan bagaimana seluruh materi tersebut dapat hidup bersama dalam satu proyek.

Big Thief Baru Saja Melewati Era “Double Infinity”

Hal lain yang membuat kemunculan Horsepower mengejutkan adalah jaraknya dengan album sebelumnya. Big Thief baru merilis Double Infinity pada 2025, album pertama mereka setelah perubahan formasi menjadi trio inti Adrianne Lenker, Buck Meek, dan James Krivchenia.

Belum terlalu lama sejak album tersebut hadir, mereka ternyata sudah memiliki materi yang cukup untuk membangun proyek tiga album. Produktivitas seperti ini memang bukan sesuatu yang benar-benar asing bagi Big Thief. Pada 2022, mereka pernah menghadirkan Dragon New Warm Mountain I Believe in You, album ganda dengan 20 lagu.

Namun, Horsepower membawa ambisi tersebut lebih jauh. Jika seluruh konsep triple album 29 lagu dipertahankan hingga perilisan final, proyek ini akan menjadi salah satu rilisan terluas dalam katalog mereka.

Produktivitas itu juga memperlihatkan cara kerja yang menarik. Big Thief tampaknya tidak melihat album hanya sebagai kumpulan single yang dikemas menjadi satu, tetapi sebagai ruang untuk menampung sebanyak mungkin ide yang dianggap masih memiliki hubungan satu sama lain.

Adrianne Lenker Tetap Menjadi Pusat Emosional Big Thief

Di balik skala besar Horsepower, penulisan lagu Adrianne Lenker tetap menjadi salah satu elemen yang paling penting. Selama bertahun-tahun, Lenker dikenal karena kemampuannya mengambil pengalaman sederhana dan mengubahnya menjadi cerita yang terasa sangat personal.

Ia dapat menulis tentang hubungan, tubuh, alam, kehilangan, cinta, maupun kehidupan sehari-hari tanpa harus membuat semuanya terdengar berlebihan. Justru, kekuatan emosionalnya sering muncul melalui detail kecil yang terasa sangat dekat dengan pengalaman manusia.

Kesan awal terhadap Horsepower menunjukkan bahwa karakter tersebut masih dipertahankan. Perbedaannya, kali ini lagu-lagu Lenker mendapatkan ruang lebih besar melalui banyaknya musisi dan instrumen yang ikut membentuk album.

Pedal steel, fiddle, harmoni vokal, dan pendekatan country memberikan lapisan baru terhadap penulisan tersebut. Dengan demikian, skala musiknya bertambah tanpa harus menghilangkan kedekatan emosional yang selama ini menjadi kekuatan Big Thief.

Pertunjukan “Horsepower” Juga Direkam

Ada detail lain yang membuat malam di Ryman Auditorium semakin penting. Pertunjukan tersebut direkam secara profesional, sementara penonton diminta tidak mengambil foto maupun video selama acara berlangsung. Kamera profesional berada di lokasi untuk mendokumentasikan penampilan Big Thief dan para kolaboratornya.

Rekaman tersebut disebut direncanakan menjadi bagian dari sebuah rilisan khusus pada 2027. Jika rencana itu terealisasi, penggemar yang tidak hadir di Nashville berpeluang melihat bagaimana Horsepower pertama kali diperkenalkan kepada publik.

Hal tersebut menarik karena film atau dokumentasi konser biasanya hadir setelah sebuah album sudah dikenal luas. Dalam kasus Horsepower, kamera justru menangkap momen ketika sebagian besar penonton belum mengetahui lagu yang akan dimainkan beberapa menit berikutnya.

Reaksi yang terekam pun menjadi berbeda. Penonton tidak sedang menunggu bagian favorit dari lagu yang sudah mereka dengarkan ratusan kali, tetapi benar-benar mengalami musik tersebut untuk pertama kalinya.

Big Thief Memilih Musik daripada Promosi Berlebihan

Era streaming membuat perilisan album semakin bergantung pada strategi digital. Teaser, potongan video pendek, pre-save, hingga berbagai kampanye media sosial sering menjadi bagian penting sebelum musik benar-benar sampai kepada pendengar.

Big Thief justru melakukan sesuatu yang terasa jauh lebih sederhana. Mereka membawa para penggemar ke sebuah ruangan dan memperkenalkan musik barunya secara langsung. Bukan hanya satu atau tiga lagu sebagai pemancing perhatian, tetapi 29 lagu sekaligus yang menjadi bagian dari Horsepower.

Pendekatan tersebut mungkin tidak cocok untuk semua musisi. Namun, bagi Big Thief, cara itu terasa masuk akal karena kekuatan mereka sejak awal memang berada pada lagu dan pengalaman ketika musik dimainkan secara langsung. Alih-alih mengandalkan kampanye promosi panjang, mereka membiarkan penonton mendapatkan kesan pertama melalui pertunjukan yang sebenarnya.

Ada sesuatu yang terasa klasik dari cara tersebut. Sebelum algoritma dan media sosial menentukan bagaimana sebuah lagu ditemukan, pertunjukan langsung memang menjadi salah satu tempat utama musisi memperkenalkan materi baru kepada pendengarnya.

“Horsepower” Bisa Menjadi Proyek Terbesar Big Thief

Masih terlalu dini untuk memberikan penilaian akhir terhadap Horsepower. Album tersebut belum dirilis secara resmi dan proses penyempurnaannya masih berlangsung. Karena itu, beberapa detail yang terdengar di Nashville masih mungkin berubah ketika versi final hadir pada 2027.

Meski demikian, skalanya sudah sulit diabaikan. Ada 29 lagu yang dirancang sebagai triple album, proses rekaman di Nashville, deretan pemain pedal steel dan fiddle, serta keterlibatan Lucinda Williams, Gillian Welch, dan Iris DeMent dalam pertunjukan perdananya.

Seluruh proyek kemudian diperkenalkan di salah satu venue bersejarah dalam musik Amerika dan direkam secara profesional. Kombinasi tersebut membuat Horsepower terlihat lebih dari sekadar album berikutnya setelah Double Infinity.

Big Thief tampaknya sedang membangun sebuah dunia yang membutuhkan waktu untuk dijelajahi. Album ini mungkin tidak dirancang untuk didengarkan sekali sambil melewati lagu dengan cepat, tetapi sebagai proyek panjang yang perlahan membuka karakternya setelah beberapa kali diputar.

29 Lagu dan Kejutan Besar dari Big Thief

Penggemar yang datang ke Ryman Auditorium pada 22 Agustus mungkin awalnya hanya berharap menyaksikan sebuah konser Big Thief. Namun, mereka pulang setelah menjadi saksi pertama dari salah satu proyek paling ambisius dalam perjalanan band tersebut.

Tidak banyak musisi yang memilih memperkenalkan album baru dengan memainkan 29 lagu yang sebagian besar belum dirilis dalam satu malam. Big Thief melakukannya tanpa mengubah pertunjukan menjadi presentasi formal mengenai produk baru. Sebaliknya, Adrianne Lenker, Buck Meek, James Krivchenia, dan para kolaborator membiarkan musik menjadi pusat perhatian.

Sekarang, penantian panjang justru dimulai. Horsepower diperkirakan baru akan mendapatkan perilisan resminya pada musim semi 2027, sehingga masih ada waktu bagi Big Thief untuk menyempurnakan proyek tersebut sebelum versi akhirnya sampai kepada publik.

Namun, satu hal sudah berhasil mereka lakukan. Big Thief membuat orang membicarakan album tersebut bahkan sebelum satu paket lengkap versi studionya tersedia untuk didengarkan.

Jika Horsepower benar-benar tiba sebagai triple album dengan 29 lagu seperti yang diperkenalkan di Nashville, proyek tersebut bukan sekadar kelanjutan dari perjalanan Big Thief. Album ini berpotensi menjadi salah satu karya terbesar dan paling ambisius yang pernah mereka buat.